
Caca mencoba mendengar perkataan Mami dan papi nya itu.
Caca seperti mendengar suara yang membicarakan Brayen namun suara tersebut tidak jelas.
Saat Caca sedang mendengar pembicaraan papi dan mami nya itu Rosa melihat nya .
"Ngapain anak itu di situ udah seperti pencuri saja," gumam Rosa.
Rosa menghampiri Caca.
"Ca Lo ngapain di sini," bisik Rosa.
Caca terkejut mendengar bisikan Rosa.
"Ah Rosa Lo ngagetin gua aja," ucap Caca pelan.
"Sudah sudah ke kamar yok cape nih habis marah marah tadi pengen tidur jadi nya"ucap Rosa.
"Yaya wajah gua juga udah minta maskeran,eh tapi gua ngambil cemilan dulu ya," ucap Caca pelan.
"Hmm oke,ambil cemilan nya yang banyak ca," ucap Rosa yang menuju kamar.
"Iya sa," ucap Caca menuju ke arah dapur.
Kembali ke mami papi Caca.
"Zo anak mu bagaimana zo," ucap Justin.
"Ya seperti biasa anak itu terlalu baik," ucap Kenzo.
"Ahaha kamu ini zo,zo kerjakan beberapa tugas yang gua suruh ya bro santai zo kalian di Kalimantan tidak akan lama," ucap Justin.
"Ah lo memang sahabat yang baik bro,gua juga kurang suka di sini," ucap Kenzo.
"Ya sudah salam sama anak mu," ucap Renata.
"Ok ,eh iya ren mana Caca?"tanya Milen.
"Biasa dia lagi di kamar anak itu sama Rosa," ucap Renata.
"Jagain dia Ren," ucap Milen.
"Siap sayang," ucap Renata.
***
Sedangkan Brayen.
Dikamar nya Brayen sedang menghubungi sahabat nya itu.
"Den pusing gua den," ucap Brayen.
__ADS_1
"Hmm di sana lo sendiri bro?" tanya Deni.
"Iya Den gua sendiri,ya di rumah cuman ada penjaga sama pelayan," ucap Brayen.
"Iya ray kek nya lo harus lebih hati hati," ucap Deni.
"Itu yang gua takuti apa lo pindah juga ya den supaya gua ada teman," ucap Brayen.
"Kalo itu gua gak tau ray,kalo ayah sama bunda yang nyuruh mungkin bisa Ray," ucap Deni.
"Hmm nanti gua coba bicarakan ini sama bunda dan ayah," ucap Brayen.
"Ok," ucap Deni.
Tiba tiba terdengar suara ada yang mengetuk pintu.
"Den Brayen ini den jus nya," ucap pelayan.
"Masuk," ucap Brayen.
Pelayan masuk dan Brayen heran kenapa tidak bibi Siti yang menghantarkan minumannya.
"Mana bi Siti?" tanya Brayen.
"Itu den bibi Siti sedang membeli beberapa makanan den," ucap pelayan.
Pelayan itu tiba tiba memegang pundak Brayen.
"Kamu jangan lancang saya tidak suka dan apabila kamu masih seperti itu saya akan bilang sama ayah dan bunda," ucap tegas Brayen.
"Baik den maaf," ucap pelayan tersebut.
Pelayan itu langsung keluar.sedangkan Brayen.
"Dasar cewek penggoda ,dia tidak punya harga diri kali ya," ucap Brayen.
Brayen langsung meminum jus pesanan nya.
taklama dari itu ayah dan bunda sudah pulang dari tugas nya.
"Brayen Lavendra," ucap Kenzo.
Brayen terkejut saat ayah nya itu memanggil nama nya.
Brayen langsung keluar dan menghampiri ayah dan bunda nya.
"Iya yah ada apa?" tanya Brayen.
"Sebaiknya kamu siapkan kamar Deni karena ayah sudah menghubungi orang tuanya untuk saat ini dia akan menemani mu," ucap Kenzo.
"Ah yang benar yah?" ucap Brayen.
__ADS_1
"Iya sayang benar," ucap Milen.
"Bunda sama ayah pengertian makasih ya ayah bunda," ucap Brayen sambil memeluk kedua orang tua nya.
Saat Brayen sedang memeluk ayah dan bunda tiba tiba terdengar dari luar ada suara ribut.
"Hmm ada apa yah di luar?" tanya Brayen.
"Tidak tahu sebentar bunda intip dari jendela dulu ya," ucap bunda nya.
Saat mengintip dari jendela nya bunda Brayen menghentikan jari nya.Lantas Brayen tidak mengerti apa yang dimaksud oleh bunda nya.
Tiba tiba ayah membawa Brayen ke kamar nya dan begitu juga bunda yang mengikuti mereka dari belakang.
Ayah mengeluarkan sesuatu dari lemari.
"Nak pakai ini," ucap ayah.
Karena Brayen sudah gugup jadi nya Brayen menurut saja apa perintah ayah nya.
"Bun sudah belum Bun?" tanya Kenzo.
"Sudah yah," ucap Milen.
"Oke ayo kita keluar," ucap Kenzo.
Brayen sekeluarga keluar dari rumah.dan Brayen melihat ada beberapa rapa orang yang membawa pistol.
Dordordor suara pistol itu ditembakkan ke arah Brayen, Milen,dan Kenzo.
Ayah dan bunda dengan sigap menangkap Brayen
Peluru tersebut tidak mengenai mereka dan tiba tiba ayah mengeluarkan sebuah alat pengendali.
Sinar laser yang tidak tau dari mana mengenai tangan orang tersebut dan orang tersebut meringis kesakitan.
Ayah dan bunda langsung menghampiri penjaga yang sudah babak belur di hajar pelaku tersebut.
"Brayen kamu panggil ambulance," ucap Kenzo.
"Baik ayah," ucap Brayen.
Pelayan yang di rumah Brayen ikut serta keluar dan ikut membantu.
Brayen hanya tidak habis pikir saja belum seminggu ia tinggal di sini sudah ada saja kejadian yang dia tidak inginkan.
Taklama dari itu mobil ambulance datang pelayan membantu para petugas.
"Yah seperti nya kita harus memperketat penjagaan yah," ucap Brayen.
"Iya nanti ayah akan memperketat penjagaan diluar rumah dan didalam," ucap ayah.
__ADS_1
Setelah kejadian itu Brayen dan keluarga masuk ke rumah.
......................