
Satu bulan telah berlalu kini kondisi Caca semakin membaik. Caca sudah diperbolehkan pulang oleh mama Rosa. Namun belum diperbolehkan sekolah dahulu. Kaki Caca sudah dapat sedikit sedikit digerakkan. Mama Rosa juga kaget karena orang yang biasanya lumpuh itu untuk memperbaikinya dapat berbulan bulan ataupun bertahun tahun.
Kini Brayen sudah berada dirumah Caca. Sambil mengerjakan tugas secara online Brayen terus memperhatikan Caca yang sedang makan. Caca kini asik dengan makanannya.
"Sayang ayo kerjain tugas yang belum kamu kerjakan."
"Tapi ray aku sedang asik makan."
"Kamu tidak ingin tinggal kelaskan?"
Mendengar kata tersebut Caca langsung mengarahkan kursi rodanya kearah meja yang telah disediakan oleh mami dan papi Caca. Selama Caca sekolah beberapa tugas sudah dikerjakan oleh Rosa.Namun beberapa yang lainnya belum dikerjakan.
Karena Brayen tidak tega melihat Caca yang mengerjakan tugas sebanyak itu. Akhirnya Brayen membantu mencari jawaban yang Caca perlukan. Tidak lama kemudian Caca sudah dapat menyelesaikan sebagian tugas sekolahnya.
Brayen hanya menggelengkan kepalanya karena tulisan Caca menjadi berantakan dan tidak serapih seperti dahulu.
"Astaga tulisannya seperti ceker ayam."
"Heh itu karena aku males mangkaknya seperti itu."
Setelah itu Caca meminta Brayen untuk dihantarkan kekamar mereka. Kini kamar Caca berada dibawah yaitu berada dikamar utama. Sedangkan mami dan papi berada diatas.
Brayen akhirnya menghantarkan Caca kekamar.
Caca kini merasa lelah karena habis mengerjakan tugas sekolahnya yang sangat banyak. Kini mereka sudah berada dikamar. Brayen mengangkat Caca keatas kasur.
"Oke jika seperti itu aku akan pergi keluar sebentar."
"Jangan ray sebaiknya kamu temani aku dikamar. Aku sangat bosan melihat suasana rumah."
Brayen akhirnya meuruti kemauan istrinya tersebut dan dia berada disamping Caca. Brayen melihat Caca yang sedang menonton tv. Brayen memeluk Caca. Akhirnya Brayen tersenyum jahil saat melihat Caca.
"Mau itu!"
Mendengar perkataan Brayen,Caca sontak kaget. Karena Brayen mencoba menggodanya. Tangan Brayen kini sudah menjelajahi setiap lekuk tubuh Caca.
Caca yang dari tadi menahannya akhirnya dia tidak bisa juga. Caca akhirnya memperbolehkan Brayen untuk melakukan hasratnya. Brayen karena melihat Caca sudah memberikan lampu hijau akhirnya Brayen tanpa berfikir panjang langsung melakukanya.
Brayen mencium Caca dan Caca membalas ciuman Brayen. Dari mereka menikah baru pertama kali ini mereka melakukannya. Dapat dikatakan ini adalah malam pertama mereka.
"Ray pelan pelan."
__ADS_1
"Tenang aja pasti pelan kok tahan ya."
Mahkota Caca yang sudah dijaga itu akhirnya diambil oleh Brayen yaitu suaminya. Brayen yang melihat darah segar yang keluar hanya dapat menahan senangnya karena Caca sudah dapat menepati janjinya untuk mejaga mahkotanya.
Karena pada dasarnya saat itu malam hari orang yang ada dirumah Caca dan Brayen sudah tidur. Untung nya suara Caca dapat ditahan oleh dirinya.
"Makasih sayang telah menepati janjiku."
Caca yang mendengar perkataan Brayen hanya mengangguk saja. Karena kini dia merasakan sakit dibagian itunya. Brayen yang melihat Caca tampak kasihan. Akibat ulahnya Caca merasakan sakit dibagian itunya.
"Masih sakit?"
Mendengar perkataan Brayen,Caca hanya mengangguk saja. Kemudian Brayen mengobati kemerahan yang ada ditubuh Caca. Caca hanya dapat menahan perih pada saat Brayen mengolesi obat dibagian yang digigit Brayen.
Setelah itu Caca akhirnya tertidur dipelukan hangat Brayen. Kini mereka berdua sudah menjadi suami dan istri sesungguhnya.
Pada saat jam menunjukkan pukul satu Brayen terbangun karena karena dia mendengar seperti ada yang sedang jalan dibagian ruang tamu dan ruang keluarga. Brayen langsung mengambil baju dan langsung memakainya.
Lampu di ruangan itu dimatikan karena agar menghemat listrik. Brayen diam diam mengikuti suara yang dia dengar. Perlahan Brayen berjalan dia berusaha tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Kemudian pada saat dia telah sangat dekat dengan suara tersebut Brayen dikejutkan oleh lampu ruang keluarga menyala. Brayen langsung menghampiri dan melihat Deni sedang tidur diruang keluarga tersebut.
"Astaga Deni!"
"Coy gua numpang tidur disini ya."
Mendengar suaranya deni sedang terlihat mabuk. Akhirnya Brayen memperbolehkan Deni untuk tidur disini.
"Sama siapa lo?"
"Hm tadi sama sahabatnya istri lo."
"Astaga lo sama Rosa!"
Deni hanya mengangguk saja. Kemudian Brayen langsung membopong Deni kearah kamar yang berada disamping kamarnya. Brayen meletakkan Deni diatas kasurnya. Setelah itu Brayen pergi dan meninggalkan Deni.
Kemudian karena Brayen merasa gerah dan lengket akhirnya Brayen memutuskan untuk mandi. Setelah mandi Brayen akhirnya tidur kembali. Brayen melihat istrinya itu sedang pulas tidur.
"Makin cantik aja istri gua."
Brayen mencium pipi istrinya tersebut. Caca sebenarnya tahu jika Brayen mencium pipinya namun karena Caca merasa tubuhnya kelelahan akhirnya Caca tidak membuka matanya dan melanjutkan tidurnya.
__ADS_1
Pagi harinya Caca bangun deluan dari suaminya tersebut. Kini Caca tidak sedang memakai sehelai baju. Karena Caca merasa gerah akhirnya Caca memutuskan untuk mandi dan berendam. Caca membangunkan Brayen terlebih dahulu agar dapat mengangkatnya.
"Ray bangun aku pengen mandi."
Mendengar ucapan Caca mata Brayen sontak terbuka dengan sendirinya. Brayen langsung membalikkan badannya dan kini tubuhnya berhadapan dengan Caca.
"Mau mandi sendiri atau dimandiin?"
Mendengar perkataan Brayen sontak Caca memukul Brayen.
"Mau mandi sendiri! aku mau berendam ray sudah lama enggak berendam."
"Ya kita berendamnya bersama sama."
"Brayen!"
Mendengar teriakkan Caca Brayen langsung tertawa karena kini wajah Caca seketika berubah menjadi merah. Karena merasa kasihan akhirnya Brayen langsung membawa Caca kekamar mandi.
Brayen menaruh Caca pelan didalam bathub kamar mandinya. Brayen menghidupkan air agar Caca dapat mandi dengan tenang. Setelah itu Brayen terpikir lagi untuk menjahili Caca.
"Aku masuk ya kedalam bathub nya."
"Enggak gak boleh aku hari ini ingin mandi dan berendam cantik sendiri."
"Yakin?"
"Iya ray."
Mendengar perkataan Caca akhirnya Brayen keluar dan menunggu Caca selesai mandi. Caca kini yang sedang berendam dengan sabun kesukaan hanya dapat menahan tawanya. Karena melihat wajah Brayen seperti anak kecil tersebut.
Tidak lama kemudian akhirnya Caca sudah selesai mandi dan kini dia sudah memakai baju. Namun wajah Brayen kini sedang menahan tawa karena pada saat Caca mandi Brayen menyiapkan baju Caca yaitu baju malam.
"Dasar punya suami dodol."
"Dodol tapi gantengkan?
"Ahaha bisaan aja iya dong pastinya ganteng dan nakal!"
Setelah selesai Caca dan Brayen akhirnya keluar dari kamar mereka. Brayen yang sedang mendorong kursi roda Caca melihat Deni sedang asik makan di meja makan.
"Woy den lo enak banget bangun langsung makan."
__ADS_1
"Ehehe sori bro perut gua udah laper."
Caca tidak terkejut pada saat tahu Deni berada dirumahnya. Karena pada saat Deni pergi dengan Rosa,Rosa memberitahu ke Caca bahwa dia sedang pergi dengan Deni.