
Brayen dan Caca sedang berada di perusahaan . Mereka sedang mencari tahu tentang Mr.Hilmi. Sambil memakan cemilan Caca sambil mencari informasi. Begitu juga dengan Brayen yang dari tadi fokus dengan laptopnya.
Tiba-tiba pintu ruangan Brayen terbuka dan itu membuat Brayen dan Caca terkejut.
"Astaga sebaiknya jika ingin masuk ketuk terlebih dahulu, oke."
"Ehehe maaf tuan dan nyonya saya tadi buru-buru karena ada hal yang akan saya sampaikan."
"Baiklah informasi apa yang kamu dapat?"
"Begini tuan semenjak chip hilang banyak peretas yang berusaha mengacaukan data perusahaan."
"Apa yang sudah mereka kacaukan hari ini?" tanya Caca.
"Tadi hampir saja data bulan kemarin mereka hilangkan."
"Sialan baiklah trimakasih telah menyampaikan informasi itu kepada kami."
Setelah itu staf tersebut langsung meninggalkan mereka berdua. Brayen wajahnya terlihat sangat khawatir namun Caca segera menghampiri Brayen dan duduk dipangkuannya.
"Popi jangan sedih nanti masalah ini kita selesaikan bersama-sama, oke."
Melihat tingkah Caca kini membuat hati Brayen menjadi sedikit tenang.
"Baiklah-baiklah popi tidak khawatir lagi tapi jika data-data bulan kemarin hilang popi kutuk peretas itu biar jomblo selamanya!"
"Brayen kamu ini ada-ada saja."
Setelah itu Caca mencium bibir Brayen secara tiba-tiba.
"Hei jangan nakal ini dikantor bukan dirumah."
Lalu Caca bangkit dan meninggalkan Brayen dimeja kerjanya. Caca melihat dirinya dikaca dan melihat perutnya yang semakin hari semakin membesar.
"Apakah aku sudah gendutan?"
Brayen yang mendengar pertanyaan Caca kini segera menghampiri Caca.
"Perutmu sudah mulai membesar mungkin besok kita akan pergi ke dokter kandungan agar dapat melihat dedek bayinya sehat atau tidak."
"Ide yang bagus ngomong-ngomong Rosa kapan datang?"
"Rosa dan lainnya akan datang minggu depan."
Malam telah tiba Caca dan Brayen sedang makan malam disuatu restoran Asia. Caca kali ini sangat senang karena malam ini Brayen memesan makanan banyak sekali.
Saat makanannya datang Brayen dan Caca bersiap untuk menyantapnya. Namun, tidak tahu mengapa tiba tiba Caca merasa perutnya mual dan menjadi tidak ada nafsu makan.
"Aku tidak ingin makan ini perut aku terasa mual, ray."
Caca langsung berlari ke kamar mandi dan didalam kamar mandi kini perutnya sangat merasa tidak enak. Brayen yang segera menyusul Caca kini menunngu Caca diluar.
"Sayang apa kau baik-baik saja?" tanya Brayen.
"Sebentar aku sebentar lagi keluar."
Orang-orang disekitar Brayen sangat kagum melihat Brayen. Sampai-sampai ada yang meminta nomor ponsel Brayen.
__ADS_1
"Hei bolehkah aku meminta nomor telphone?
Namun tiba-tiba saja Caca sudah berada dibelakang wanita tersebut.
"Dia sudah punya istri!" ucap Caca dengan wajah datar.
Wanita itu terkejut mendengar suara dari belakang tubuhnya dan segera berlari menjauh dari Brayen dan Caca.
"Apakah malam ini perlu kedokter, sayang?"
"Tidak tahu kau makan saja sana aku tidak ingin makan aku ingin mencari udara segar dulu diluar."
"Kamu marah?"
"Tidak aku tidak marah dan jangan ikuti aku, nanti aku kembali kemobil aku ingin jalan-jalan sendirian."
Akhirnya Brayen menuruti perkataan Caca dan dalam hati Brayen sedikit tenang karena pelacak Caca untungnya aktif.
Kemudian Caca berjalan keluar dan kini dirinya sedang mencari makanan manis.
"Dasar cewek gatel kalau aku tidak sedang hamil sudah aku jambak rambutnya!"
Kemudian Caca melihat ada yang menjual harum manis akhirnya Caca membeli harum manis yang sangatlah besar.
"Tuan tolong harum manisnya satu."
"Baik nyonya segera saya siapkan."
Kemudian Caca sambil menungu Caca duduk dikursi yang telah disediakan. Brayen yang dari tadi memantau Caca dari handphone kini hatinya sedikit tenang karena Caca tidak jauh dari tempatnya.
Dari jauh Brayen memperhatikan istrinya itu yang sedang asik makan harum manis.
"Yaampun nak sehat- sehat ya didalam perut momi kamu" gumam Brayen.
Caca akhirnya masuk kedalam mobil dan melihat ada sandwich dan wafel yang diatasnya ada ice cream.
"Brayen aku mau itu."
"Tidak boleh itu makanan aku."
Lalu Caca cemberut dan memajukan bibirnya yang tipis itu. Brayen melihat tingkah istrinya membuat hati Brayen senang.
"Ahaha aku hanya bercanda ambil dan habiskanlah makanannya."
"Asik terimakasih, popi!"
Diperjalanan Brayen melihat mulut Caca yang penuh dengan makanan.
"Hei bumil makannya jangan terburu-buru nanti tersedak."
"Tapi ini makanannya enak banget!"
Brayen hanya heran saja semenjak Caca hamil Caca menjadi lebih suka makanan yang manis.
Akhirnya mereka berdua telah sampai dirumah dan Caca telah terlelap tidur.
"Bumil satu ini untungnya tidak mengidam yang aneh-aneh."
__ADS_1
Kemudian Brayen mengangkat Caca dan memasukkan Caca kedalam kamar.
"Hari yang cukup melelahkan dengan kucing yang nakal satu ini."
Saat Brayen membuka handphonenya Deni dan Rendi mengabarkan jika peretas sedang berulah lagi dan kini menyerang perusahaan mereka yang ada di Indonesia.
"Astaga benar-benar mereka ini sangatlah pintar tetapi tidak tahu mengapa mereka ingin mengusik data perusahaan."
Brayen memejamkan matanya dan sambil berfikir jernih.
"Jika mereka berbuat seperti ini pasti mereka disuruh oleh seseorang."
Kemudian Brayen duduk disofa yang ada dikamarnya.
"Orang yang menyuruh mereka benar-benar cari masalah dengan keluarga gua."
Akhirnya Brayen menyuruh Deni dan Rendi untuk meredam permasalahan.
Saat ditunggu akhirnya Deni mengabarkan Brayen bahwa semuanya telah dapat diatasi.
"Benar-benar peretas yang meresahkan awas saja nanti jomblo seumur hidup mereka."
Caca terbangun karena omelan Brayen yang menggangunya.
Caca melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Namun dirinya melihat Brayen masih duduk disofa pinggir kamar.
"Kamu tidak tidur?"
"Eh iya sebentar lagi."
Akhirnya Caca mengganti baju dan menuju kearah dapur. Sambil menunggu Brayen, Caca akhirnya mengambil keripik kentang yang ada didalam kulkas.
"Brayen kenapa kamu belum tidur? Ini sudah malam."
"Itu peretas berusaha lagi mengambil data perusahaan."
"Oo peretasnya lagi cari perhatian dengan perusahaan kita."
Caca membuka handphonenya dan melihat Rosa bersama Deni foto bersama.
"Ray lihat Rosa dan Deni sepertinya mereka berpacaran."
"Alhamdulillah jika seperti itu biar Deni tidak jomblo lagi kasihan gua lihatnya."
Kemudian Caca membalas story Rosa dan kini mereka berdua sedang saling membalas pesan.
Tiba-tiba alaram rumah berbunyi yang artinya ada seseorang yang tidak dikenal memasuki halam rumah mereka berdua.
"Gawat Caca sebaiknya kamu dibelakangku saja dan jangan lupa memakai jas anti peluru."
Caca dan Brayen kini keluar dari rumah dengan membawa tongkat untuk berjaga-jaga.
"Apakah kamu melihat sesuatu?"
"Tidak aku tidak melihat sesuatu."
Akhirnya Brayen dan Caca masuk kembali kedalam rumah dan Brayen meningkatkan keamanan rumah setinggi mungkin.
__ADS_1