
Satu tahun sudah tidak adanya kehadiran Caca disisi Brayen. Sedangkan kedua orangtua Caca dan Brayen kini mereka tidak dapat berbuat apapun karena kini jabatan mereka hanyalah sebagai staf biasa.
Brayen yang selalu mengingat kejadian itu terasa peri dihatinya. Walaupun seperti itu diam-diam Brayen terus mencari informasi tentang Caca dan juga sahabat nya itu.
Kini Brayen telah berkerja di perusahaan orangtuanya Cantika. Walaupun kini dia menjabat sebagai CEO di perusahaan orangtuanya Cantika kedua orang tua Brayen tidaklah setuju.
"Sayang!" teriak Cantika yang menghampiri Brayen.
Dengan terpaksa juga Brayen harus menuruti apa yang Cantika inginkan karena dari sinilah dia dapat mencari informasi yang Brayen inginkan.
"Iya ada apa?"
"Ayo kita liburan!" ajak Cantika.
Brayen menghela nafasnya. Dengan terpaksa Brayen mengangguk dan dua hari lagi mereka akan liburan ke luar negeri.
Linda dan Syifa kini telah sampai kembali di Jakarta. Mereka tujuan utamanya kerumahnya Caca dan juga Brayen. Karena mereka telah mendengar berita Caca kini hanya merekalah yang dapat membantu Brayen.
Linda dan Syifa mengunjungi rumah Brayen dahulu karena kini mereka berdua akan melamar pekerjaan di perusahaan orangtuanya Cantika.
Tepat pada saat mereka datang Brayen dan Cantika sedang berada dirumah.
Cantika melihat terdapat dua orang gadis sedang kemari. Sontak Cantika langsung keluar dan menghampiri Linda dan Syifa.
"Siapa kalian?"
Suara Cantika kini mengejutkan Linda dan Syifa. Kemudian belum sempat Linda dan Syifa menjawab, suara Brayen telah menjawab pertanyaan mereka.
"Mereka adalah sepupu jauhku biarkan mereka tinggal disini dan berkerja di perusahaan orang tuamu ya sayang."
Mendengar perkataan Brayen yang memanggil cewek tersebut sayang membuat Linda dan Syifa geram. Kemudian saat Brayen berbalik badan kemudian Brayen mengedipkan mata kearah Linda dan Syifa.
"Oh untunglah ini hanya permainan Brayen," ucap Syifa
"Sudahlah percayalah dengan Brayen saja, Syifa."
Kemudian Linda dan Syifa masuk dan kini melihat Brayen telah duduk di kursi ruang tamu.
"Baiklah kalian karena sepupunya Brayen aku akan membolehkan kalian tinggal disini."
"Terimakasih Cantika cantik," puji Linda.
Mendengar pujian Linda kini Syifa hanya dapat menahan tawanya saja. Karena dari raut wajahnya Linda terlihat sangatlah kesal melihat Cantika.
"Baiklah Linda dan Syifa kalian akan ikut liburan," ucap Brayen.
Raut wajah Cantika kini terlihat tidak setuju dengan keputusan Brayen. Sedangkan Linda dan Syifa terkejut pasalnya mereka baru saja datang sudah diajak liburan.
__ADS_1
"Aku tidak setuju ray aku hanya ingin kita berdua saja."
"Sudahlah tidak apa-apa jika mereka ikut kerjaan kantorku akan tidak menumpuk.
Mendengar ucapan Brayen kini Cantika menyetujuinya dan akhirnya Linda dan Syifa kini hanya dapat mengikuti permainannya Brayen.
Setelah itu Cantika langsung menunjukkan kamar yang akan ditunggu oleh kedua gadis tersebut.
Linda akhirnya segera menidurkan dirinya diatas kasur kemudian dia melihat langit-langit kamar dan sambil memikirkan keadaan sahabatnya itu.
"Sip kira-kira Caca sekarang bagaimana ya?"
"Waduh kalo itu gua juga bingung lo bayangin sudah satu tahun kita tidak bertemu dengan dirinya."
"Ah semoga saja Caca baik-baik saja."
Sedangkan keadaan Caca dan bersama Rosa,Deni,dan Rendi kini mereka telah berhasil kabur dari kurungan Reno.
Selama setahun mereka disiksa dan dikurung disuatu ruangan yang sangatlah sulit untuk orang menolong mereka.
Mereka berhasil kabur akibat Rosa yang memiliki ide untuk membobol kunci penjara. Dengan berbekal alat-alat yang ada didalam penjara Deni dan Rendi berhasil membuka kunci tersebut.
Kini mereka kabur menuju pelabuhan yang berada di kota tersebut. Pada saat itu mereka tidak tahu ingin kemana akhirnya mereka memutuskan untuk menuju ke pelabuhan dan menaiki kapal yang segera akan berlayar.
Caca yang melihat dirinya kini sangatlah berubah. Bagaimana tidak kini diri Caca memiliki kantung mata yang cukup gelap akibat tidak cukup tidur.
Mereka bertiga tinggal disebuah rumah yang sederhana yang cukup untuk berteduh. Caca melihat Rosa sedang ingin bersiap pergi kerja.
"Rosa lo hari ini kerja?"
"Iya gua hari ini kerja nanti lo bantu-bantu Rendi sama Deni ya agar jualan kita cepat laku."
"Oke siap bos!"
Rendi yang telah bersiap kini sedang mengeluarkan sebuah makanan dan benda kuno yang dia temukan di jalanan.
"Deni bantu gua ngangkat barang ini!" teriak Rendi yang kesulitan mengangkat barang yang dia bawa.
"Iya sebentar!"
Deni langsung menghampiri Rendi dan dilihatnya Rendi membawa banyak sekali barang yang akan dibawa ke pasar.
"Asataga lo nemuin banyak banget barang ya kemarin?"
"Ehehe iya bro masih bagus-bagus barangnya sudah mereka buang."
"Ahaha iya gak papa agar kita cepat bisa pergi dari sini."
__ADS_1
Kemudian Caca telah bersiap dan melihat Rendi dan Deni telah ingin berangkat.
"Tunggu gua!"
"Tumben lo mau ikut memangnya lo enggak kerja di cafe?"
"Ehehe hari ini sampai besok gua libur."
Kemudian Rendi dan Deni mengangguk dan mereka langsung menaiki mobil tua yang mereka beli.
Kemudian saat di perjalanan Caca mengingat kenangan bersama Brayen. Caca kini sangatlah kangen dengan Brayen.
"Den gua kangen sama Brayen."
Mendengar ucapan Caca kini Deni hanya dapat menghela nafas kasar. Bagaimana tidak Deni juga kangen dengan keluarganya di Indonesia.
"Sudahlah ca kita harus sabar eh iya jangan sekali-kali kalian menelpon ke Indonesia karena keberadaan kita dapat saja terlacak."
Kemudian Caca akhirnya mengangguk saja dan mengikuti apa yang dikatakan Deni. Tidaklama itu akhirnya mereka bertiga telah sampai di salah satu pasar.
Sedangkan Rosa kini sedang sibuk melayani pembeli cafe. Tidaklama dari itu Rosa benar-benar terkejut saat melihat orang suruhan Brayen. Namun pada saat Rosa ingin menghampiri orang tersebut tiba-tiba saja Rosa di panggil oleh atasannya.
"Ah sial padahal sebentar lagi!"
Linda dan Syifa kini sedang bersiap untuk pergi ke perusahaan milik Cantika mereka akan berkerja disitu sebagai pegawai.
"Ayo lin nenek lampir sudah menjerit."
"Iya woy sebentar!"
Mereka berdua kini langsung menaiki mobil yang telah disiapkan oleh Cantika. Akhirnya mereka berangkat dan pergi ke perusahaan Cantika.
Cantika yang sedang asik bermain handphone kini sangatlah waspada. Karena dia mendapatkan kabar bahwa Caca dan ketiga sahabatnya itu kabur.
Orang suruhan Cantika tidak dapat melacak mereka karena pada saat mereka kabur mereka tidak membawa apapun.
"Can nanti kita liburan kemana?"
"Oh itu nanti kita liburan ke benua biru."
Cantika memilih benua tersebut pasti Caca dan sahabat-sahabatnya itu tidak mungkin sampai melarikan diri ke benua tersebut.
"Baiklah aku setuju apa yang kau katakan."
"Ray bagaimana nanti kita membeli barang-barang yang kita butuhkan."
"Ok nanti kita akan pergi."
__ADS_1