
Brayen dan Deni bergegas ke perusahaan milik orang tua nya.
Saat berada di dalam mobil.
"Den lo suruh pengawal jangan serakah harus tetap tenang biar tidak ada korban dan jangan lupa lo panggil polisi agar menyamar menjadi karyawan orang tua gua," ucap Brayen.
"Oke siap,bos."
Saat mereka sampai di perusahaan terlihat sebuah mobil parkir di depan tersebut.
Saat Brayen masuk terlihat seluruh karyawan perusahaan itu berada di depan dengan tangan terikat.
Brayen melihat polisi dan pengawal nya sudah berpencar dan melakukan rencana mereka yang sudah di rencanakan.
Brayen membuka salah satu mulut karyawan yang di perban.
"Di mana ayah dan bunda?" bisik Brayen.
"Tidak tahu den," ucap Karyawan tersebut.
"Agh sial," ucap Brayen.
Brayen melihat ada kamera pengintai .Dia tahu bahwa ada yang sedang mengawasi diri nya.
Deni sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh Brayen namun Deni menarik tangan Brayen.
"Bro ingat lo ngomong ke gua jangan serakah," ucap Deni pelan.
Brayen langsung mundur kembali.
"Siapa yang melakukan semua ini sekarang silahkan keluar!" teriak Brayen.
__ADS_1
Namun tidak ada sahutan sama sekali.
"Ray seperti nya ada jebakan di ruang ini," bisik Deni.
"Hmm iya den lo liat itu seperti ada tali," bisik Brayen pelan.
"Hmm," jawab Deni.
"Sudahlah kami hanya datang berdua dan serahkan bunda dan ayah silahkan saja kalian bawa kami sebagai sandra kalian," ucap Deni.
"Atau kalian ingin uang tenang sudah kami siapkan," ucap Brayen dengan wajah yang tenang.
Tiba tiba terdengar suara tepukan tangan.
"Ahaha bagus sekali, menarik sekali kamu nak," ucap orang tersebut.
"Siapa kamu dan sebenarnya apa yang kamu inginkan?" tanya Brayen.
"Kami tidak perlu tahu saya siapa dan jika ingin orang tua kalian selamat serahkan duit itu," ucap orang tersebut.
Saat Brayen ingin menyerahkan uang tersebut tiba tiba Deni menjerit.
"Sekarang kerjakan!" teriak Deni.
Seluruh pengawal dan polisi yang ada di situ langsung menangkap penjahat tersebut.
"Dasar otak udang," ucap Brayen angkuh.
Tiba tiba ada tembakan yang hampir mengenai tubuh Brayen dan Deni.
"Ahaha pikir kalian kami ini bodoh ya hmm seperti nya tidak," ucap Deni.
__ADS_1
Dari di rumah Brayen sudah memakai baju pelindung anti peluru yang di buat khusus untuk keluarga nya.
"Sudahlah tangkap semua nya dan buka topeng mereka satu satu," ucap Brayen.
"Baik tuan," ucap seluruh pengawal.
"Dimana ayah dan bunda?" tanya Brayen.
"Disini sayang," sahut Milen dan Kenzo.
Lalu Brayen dan Deni menghampiri mereka dan memeluk Mereka.
"Tuan sudah kami buka satu persatu tuan topeng nya," ucap pengawal.
"Hmm ok," ucap Deni.
Brayen dan seluruh orang yang berada di perusahaan itu melihat orang orang yang menyandra mereka.
"Apakah kalian ada yang kenal dari orang orang ini?" tanya Kenzo.
"Tidak tuan," ucap seluruh karyawan.
"Apakah bunda dan ayah tidak ada yang mengenali mereka?" tanya Deni.
"Tidak seperti nya mereka orang suruhan," ucap Milen.
Tiba tiba Brayen berteriak.
"Tolong periksa seluruh karyawan yang bekerja disini dan pastikan jangan sampai ada yang terlewat," ucap Brayen.
"Baik den," ucap seluruh pengawal.
__ADS_1
"Mari sayang kita pulang kepala bunda sedikit pening karena kejadian hari ini," ucap Milen.
Lalu mereka akhirnya kembali kerumah.