Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Lelah


__ADS_3

Sedangkan Caca.


Setelah ia terlelap tidur Caca akhirnya bangun karena dia merasa laper karena dia belum makan malam dan Caca pun belum mempersiapkan apapun untuk besok Caca belum belajar sama sekali


"Agh gua bangun udah jam sebelas aja mana gua belum belajar bel makan ,mana badan gua kek mau remuk apes banget sih gua kek nya," gumam Caca.


Caca pun akhirnya bangun daru kasur dan kemudian ia menuju ke depan.


Caca turun dan menghidupkan lampu ruang keluarga dan dapur.


Caca langsung menuju meja makan dan membuka tudung saji yang biasa di atas meja.


Caca langsung mengambil nasi,ia langsung mengambil lauk yang ada di meja tersebut.


Setelah itu Caca menuju kulkas.Ia membuka kulkas dan mengambil beberapa buah dan yogurt kesukaan nya dan tak lupa susu.


Setelah dilihat nya cukup Caca pun membawa makanan nya itu ke atas yaitu ke kamar milik nya.


Saat sudah sampai di kamar Caca pun mencuci muka terlebih dahulu dan setelah itu Caca menghidupkan tv.


Caca juga langsung mengambil buku buku yang ada di meja belajar nya dan dia taruh di atas kasur milik nya kasur nya itu pun berantakan dengan buku buku dan juga makanan nya.


Caca pun menyantap terlebih dahulu makanan yang ia ambil tadi.Dia makan sangat lahap dan setelah makan Caca memutuskan untuk membuka buku yang ada di hadapan nya itu .


"Syukurlah besok cuma matematika sama bahasa Inggris gak terlalu pening pening amat lah," gumam nya.


Dan ya tak terasa jam sudah menunjukkan pukul tiga subuh mata Caca sudah mengantuk kembali kemudian dia langsung menutup buku nya dan langsung tidur tanpa membereskan sisa makan nya dan buku buku nya itu.


Pagi pun telah tiba.


Caca pun sudah bangun dia bangun pukul enam ya sedikit terlambat dia bangun .


"Agh badan gua sakit semua," gumam nya.


Saat setelah siap semua Caca langsung menuju ke bawah.Caca melihat mami papi nya sudah ada di meja makan .


"Ca," ucap mami.


"Mmmm," ucap Caca.


"Makan sini buruan habis itu minum obat demam," ucap mami.


"Iya mi," ucap Caca.


Akhirnya Caca makan bersama keluarga nya .


"Bibi nanti tolong beresin kamar Caca ya bi," ucap Caca .


"Oke non nanti bibi beresin"ucap bibi.


Saat sudah mau selesai makan papi caca pun ngomong ke Caca.


"Nak itu pak rodi sudah menyiapkan mobil kamu," ucap papi.


"Mmm iya sih pi makasih pi,mi caca pergi dulu," ucap nya berpamitan.


"Iya nak hati hati nanti pulang sekolah langsung pulang jangan ke mana mana"teriak mami.


"Iya mi," balas Caca.


Akhirnya caca pun pergi ke sekolah.


sedangkan Brayen dan Deni.

__ADS_1


Brayen dan Deni sedang sarapan dengan ayah dan bunda.Dia pagi ini sudah di buat kesal oleh seekor kecoa dan cicak .


"Ray biasa aja geh wajah lo," ledek Deni


"Bodo," ucap Brayen.


ayah sama bunda brayen pun hanya terheran heran melihat wajah anak nya itu.


Flashback on.


Saat Brayen sedang mandi ia merasa ada yang aneh di kepala nya dan kemudian ia memegang kepala nya itu dan ia melihat ada seekor kecoa yang hinggap di kepala nya itu.


"Aaa sial ini binatang kenapa ada dikepala gua!" teriak Brayen.


Deni yang sedang bersiap siap pun sontak kaget karena teriakan Brayen.


"Woy kampret lo kenapa pagi pagi sudah teriak?" tanya Deni.


"Ini dikepala gua ada kecoa," teriak Brayen.


"Ya patiin lah woy," ucap Deni lagi.


"Sial gua jijik tahu," teriak Brayen lagi.


"Ya takdir lo ray," ucap Deni sambil ketawa.


Setelah itu pun Brayen pun keluar dari kamar mandi dia melihat deni yang sedang memainkan handphone di atas kasur.Deni pun akhirnya langsung tertawa melihat wajah Brayen yang pucet.


"Ahahaa ray liat mukak Lo itu," ucap Brayen sambil menunjuk wajah Brayen.


"Diem gak lo," ucap Brayen kesal.


"Sudah sudah cepetan pagi pagi lo udah kebanyakan toxic," ucap Deni.


Saat Brayen ingin menggapai , Brayen pun terkejut bahwa yang dia ambil itu ekor cicak yang sedang menggeliat.


"Aaa ada cicak den ambilin cicak nya gua jijik," teriak Brayen.


Deni sontak bangun dan membantu Sahabat nya itu.


"Sudah ray cicak nya udah pergi," ucap Deni.


"Ahh syukurlah," ucap Brayen lega dengan wajah yang pucet.


"Wah wah ray kek nya kamar lo mesti di bersihin dulu deh kek nya," ucap Deni.


"Iya ya den udah lah nanti gua suruh bibi bersihin," ucap Brayen.


Setelah Brayen siap mereka pun langsung turun dan menuju meja makan.


Flashback off.


saat setelah selesai makan Brayen dan Deni pun berpamitan ke ayah dan bunda.


"Bun yah brayen pergi dulu," ucap Brayen.


"Bun yah Deni juga pergi sekolah dulu ya," ucap Deni.


"Iya hati hati itu bapak supir nya juga sudah siap," ucap bunda.


Akhirnya mereka berdua menaiki mobil Brayen.


Di perjalanan brayen hanya bengong saja sambil memikirkan soal yang akan di ujikan nanti.deni pun begitu dia hanya cemas dengan soal yang akan di hadapi nya.

__ADS_1


Tak lama kemudian mobil Brayen sudah sampai di sekolah mereka pun turun dan langsung masuk ke sekolah.


Dan Brayen melihat punggung Caca ya ada didepan nya.


Brayen langsung menghampiri Caca dan Deni di tinggalkan Brayen di belakang.


"Ckckck dasar ini anak," gumam Deni.


Brayen menyapa Caca


"Hai ca," ucap brayen yang bikin Caca kaget.


"Eh elo," ucap Caca.


Deni menyusul brayen.


"Woy ray gua jangan di tinggal dong," ucap Deni .


"Salah sendiri Lo jalan nya lambat," ejek Brayen.


Caca pun berada di tengah tengah di samping kanan Brayen dan disamping kiri Deni.


"Kalian jangan bikin gua pusing deh," ucap Caca kesal.


"Eh iya ca kek mana badan lo?" tanya Brayen.


"Iya ca kek mana badan lo?" tanya Deni.


"Hmm ya gitu anget badan gua," ucap Caca.


"Astaga ca lo semalem begadang ya?" tanya Deni karena menyadari mata panda Caca besar.


"Iya lah caca pasti semaleman begadang," ucap Brayen.


"Iya semalem gua begadang karena gua tidur sore ya abis nya gua cape banget cuy," ucap Caca.


"Bandel banget sih lo," ucap Brayen.


"Hi'ilih nih anak gua geplak juga pala lu nanti," ucap Caca.


Tak terasa saat mereka berbincang bincang pun akhirnya sampai di ruangan mereka juga dan ya Caca melihat ketiga sahabat nya itu sudah menunggu .


Caca pun menuju ke arah bangku milik nya.dan dia melihat Rosa dan Linda sudah duduk di bangku nya


"Minggir," ucap Caca.


"Wish siap bos," ucap Linda dam Rosa.


"Mana syifa?" tanya Caca.


"Syifa belom dateng ya biasa lah anak itu kalo ujian dateng nya pasti telat," ucap Linda.


"Btw ca badan lo kek mana?" tanya Rosa.


"Mmm badan gua anget," ucap Caca.


Saat Linda mau bertanya bell masuk Bun sudah berbunyi


"Idih nih bell ganggu aja," ucap Rosa.


"Udah udah nanti lagi nanti gua tunggu di tempat biasa ya," ucap Caca.


"Yo ca semangat," ucap Rosa dan Linda.

__ADS_1


__ADS_2