
Esok hari nya Caca sedang bersiap-siap membereskan barang barang nya. Karena dia malam nya aka kembali lagi ke Jakarta. Hati Brayen melihat istrinya nya itu sangat sedih. Brayen melamun sambil melihat punggung Caca. Brayen berkata,"Ca Lo beneran pengen kembali lagi ke Jakarta?" tanya Brayen. Caca menghentikan pekerjaannya itu langsung menghampiri Brayen. Caca berkata,"Aku sebenarnya nya tidak mau tetapi aku harus karena sekolah ku belum selesai," ucap Caca.
Mendengar perkataan Caca, Brayen akhirnya sedikit lega. Brayen berkata,"Jaga diri jangan macem macem di sana apa lagi lo sudah menikah," ucap Brayen. Mendengar ucapan Brayen hati Caca kini sedikit khawatir. Caca berkata,"Ray aku tahu sudahlah jangan di pikirkan nanti kau sakit," ucap Caca.
Saat mereia sedang asik mengobrol mereka mendengar suara ketukan dari pintu. Caca membuka pintu ternyata mami nya. Renata berkata,"Ayo kita sambut bi Siti," ucap Renata. Sontak Caca dan Brayen langsung keluar dari kamar dan melihat bi Siti kini sudah kembali pulih. Brayen berkata,"Astaga bi Siti," ucap Brayen. Sontak Brayen langsung memeluk bi Siti.
Setelah itu bi Siti berkata,"Trimakasih untuk tuan dan nyonya yang sudah merawat saya hingga saya dapat pulih seperti ini," ucap bi Siti. Mereka semua hanya mengangguk. Bu Siti melihat terdapat beberapa dekor pernikahan Caca dan Brayen.Bibi Siti berkata,"Astaga den Brayen dan non Caca sudah menikah," ucap bi Siti terkejut. Caca dan Brayen terlihat malu mereka berdua sama sama menggaruk kepala mereka yang tidak gatal itu.
Setelah itu Linda dan Syifa memperkenalkan diri mereka kepada bi Siti. Mereka berkata,"Halo bibi perkenalkan kami sahabat nya Caca," ucap Linda dan Syifa dengan sopan. Kemudian ni Siti tersenyum hangat melihat mereka semua.
Kemudian Renata menyuruh Caca untuk mengeluarkan koper nya agar dapat di bereskan. Begitu juga dengan Rosa,Linda dan Syifa. Syifa dan Linda akan pulang malem ini juga bareng dengan Caca dan Brayen Rosa.
Lalu bi Siti kebingungan karena pada saat dirinya datang Semua nya akan pulang. Bu Siti berkata,"Maaf non,bukannya non sudah menikah dengan den Brayen?" tanya bi Siti. Mendengar pertanyaan bi Siti Caca menjawab pertanyaan tersebut. Caca berkata,"Iya bu saya dengan berat hati meninggalkan Brayen di Kalimantan untuk sementara Karena pendidikan kami belum selesai. Eh iya bi Caca minta tolong jagain Brayen ya agar tidak genit sama cewek lain."
Seluruh orang dan termasuk Brayen tertawa saat mendengar perkataan Caca. Brayen hanya dapat mencubit pipi istrinya itu karena Brayen gemas dengan tingkah nya. Setelah itu mereka menghantarkan bi Siti ke kamar nya untuk beristirahat.
__ADS_1
Setelah itu seperti biasanya mereka seluruh keluarga sarapan di ruang makan. Milen yang dari tadi sibuk mengurusi persiapan makan untuk mereka semua. Setelah itu barulah mereka sarapan dengan suasana yang hangat.
Rencana nya nanti siang Brayen akan membawa Caca ke suatu tempat. Setelah mereka makan Brayen langsung menghampiri Caca. Kemudian Brayen berkata,"Ca nanti siang kita jalan," ucap Brayen. Caca hanya mengangguk saja dan tersenyum senang.
Setelah itu Caca ke kamar sahabat nya. Kemudian pada saat Caca masuk mereka sedang asik maskeran. Caca berkata,"Curang gak ngajak ngajak," ucap Caca. Mendengar suara Caca sontak Rosa langsung bangun dan melihat di depan mereka sudah ada Caca.
Kemudian Rosa berkata,"Eh pengantin baru sini sini kita maskeran," ucap Rosa. Sontak Caca melangkah ke arah Rosa dan mengambil beberapa stock masker yang mereka miliki. Kemudian Linda berkata,"Kek mana malam pertama nya,ca?" tanya Linda. Mendengar Linda bertanya seperti itu sontak Caca terkejut.
Rosa dan Syifa hanya menahan tawa saja saat melihat wajah Caca sudah memerah. Caca berkata,"Eh gini gini gua masih perawan kali," ucap Caca. Kemudian Caca melihat wajah ke tiga sahabat nya itu tidak mempercayai nya.
Kemudian Rosa bercerita tentang kisah yang berasal dari pacar nya. Saat mendengar cerita Rosa hati Caca semakin takut meninggalkan Brayen. Caca berkata,"Rosa gua kok jadi takut ya," ucap Caca. Kemudian Rosa menjawab ucapan Caca. Rosa berkata,"Iya jelas lo takut hubungan kalian sudah bukan teman melainkan sudah suami istri," ucap Rosa.
Mendengar ucapan Rosa Caca sontak memejamkan matanya sekejap. Tidak terasa Caca tertidur dikamar ke tiga sahabat nya itu. Caca terbangun karena dia mendengar suara volume tv yang cukup besar. Sontak Caca terkejut. Caca melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas. Caca terlupa bahwa siang ini Brayen mengajak nya jalan.
Caca langsung bangun tanpa berpamitan lagi dengan ketiga sahabat nya itu yang sedang pulas tertidur. Caca keluar dan melihat Brayen di ruang tamu sudah menunggu nya. Kemudian Caca langsung menghampiri Brayen. Caca berkata,"Ayok ray," ucap Caca.
__ADS_1
Sontak Brayen tidak dapat menahan tawa nya. Bagaimana tidak istrinya itu masih menggunakan. masker dan belum mencuci wajah nya. Brayen berkata,"Caca wajah mu," ucap Brayen. Sontak Caca langsung teringat dia sedang memakai masker. Caca langsung memutar balik badan nya dan langsung bergegas mencuci wajah nya.
Dengan cepat Caca mengganti baju nya dan merias wajah nya secepat kilat. Tidak lama kemudian Caca akhirnya selesai mengganti baju nya. Caca kini memakai dress biru muda dengan rambut yang di gerai tidak lupa dengan sepatu yang simpel.
Brayen mengingat Caca memakai baju berwarna biru waktu Brayen pertama kali mengajak nya jalan. Mengingat masa masa itu Brayen menjadi terharu. Lamunan Brayen di pecahkan oleh suara Caca.
Caca melambaikan tangan nya di hadapan wajah Brayen. Brayen langsung menggandeng tangan Caca dan mereka langsung pergi dengan naik mobil. Deni yang melihat mereka berdua pergi hati Deni begitu senang saat melihat Brayen yang sekarang.
Caca dan Brayen pergi menggunakan mobil. Mereka pergi ke tempat yang populer. Saat di perjalanan Caca hanya diam saja. Brayen menyadari Caca tidak seperti biasanya. Akhirnya Brayen membuka suaranya. Brayen berkata,"Kenapa,ca?" tanya Brayen.
Lamunan Caca di buyarkan oleh suara Brayen. Lalu Caca tidak ingin ada rahasia di antara mereka. Caca menceritakan cerita yang di ceritakan oleh Rosa. Mendengar cerita Caca Brayen hanya tertawa saja. Sontak Caca langsung terkejut melihat reaksi Brayen.
Kemudian Caca hanya memanyunkan bibirnya dan meletakkan tangan nya di depan. Brayen melihat tingkah istrinya itu yang jika sedang ngambek sangat imut.
Halo semuanya jangan lupa like dan komen karya Caca dan Brayen thank you semua.
__ADS_1