Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Tertidur


__ADS_3

Ujian dimulai seperti biasa pengawas membagikan lembar jawaban.


Caca mengerjakan ujian dengan teliti ia harus bisa membanggakan mami dan papi nya .


Begitu juga Brayen ia sangat sangat serius mengerjakan soal yang ada di depan nya.


Brayen dan Caca memang tergolong anak yang pintar di sekolah nya.


Setelah beberapa jam kemudian.


"Agh akhirnya beres juga, ini soal lumayan nambah pusing pala," gumam Caca sambil memukul soal milik nya.


Dan Caca bertanya sama pengawas.


"Pak,bu udah boleh kumpul belum?" tanya Caca


"Apa kamu sudah yakin sama jawaban mu?" tanya salah satu dari pengawas itu.


"Sudah saya sudah yakin 100%," ucap Caca dengan pedenya.


"Oke,sini biar ibu cek dulu nanti kalo misal nya udah meyakinkan baru ibu suruh pulang," ucap ibu pengawas.


"Oke siap,bu."


Caca pun kembali ke bangku nya dan ia melihat Brayen sedang mengerjakan soal.


"Woy,semangat," ucap Caca ke Brayen.


Brayen pun hanya tersenyum kecil mendengar bisikan caca.


Sambil menunggu soal milik Caca yang sedang di periksa oleh pengawas Caca pun menidurkan kepala nya tersebut ke meja .


Tangan Caca ditindih oleh kepala nya dan tidak tahu mengapa dia merasa sangat mengantuk lalu dia memejamkan mata nya itu dan tidak sadar Caca terlelap tidur di kelas.


Saat Caca lagi tidur brayen pun sudah selesai mengerjakan ujian brayen pun langsung mengumpulkan soal milik nya.


Dia tidak sengaja melihat ke arah Caca. Dan dia melihat Caca sedang tidur.Saat Brayen sudah sampai didepan, ibu pengawas itu berteriak.


"Ya,untuk Caca Amelia Jasmin sudah boleh pulang," ucap ibu tersebut.


Dan Brayen masi melihat Caca yang sedang tertidur itu dan dia berkata kepada ibu pengawas.


"Maaf bu, Caca nya seperti nya terlalu lelah bu jadi nya dia tidur," ucap brayen pelan.


"Hmm baik lah gak papa lagian dia juga sudah menyelesaikan tugas nya dengan sangat baik," ucap ibu itu.


Brayen langsung kembali ke tempat duduk nya dan dia tidak ingin pulang terlebih dahulu sampai Caca terbangun.


Saat siswa lain sudah mulai mengumpulkan soal mereka begitu juga Deni yang sedari melihat Brayen.


Dia paham bahwa brayen sedang menunggu Caca.Jadi Deni duduk kembali di bangku nya.


Beberapa jam kemudian saat semua siswa sudah mengumpulkan semua soal mereka Caca pun belum terbangun.


Ibu pengawas dan bapak pengawas melihat Caca.


"Pak ,bu, Caca biar sama saya aja soal nya ayah sama ibu Caca sudah menitipkan Caca bu kami juga semobil"ucap bohong Brayen.


"Apa kamu bisa di percaya?" tanya ibu pengawas.


"Iya bu, janji kalo ada apa apa saya yang bertanggung jawab," ucap tegas Brayen dengan wajah yang meyakinkan.


Taklama mereka berbicara Linda,Rosa,dan Syifa ke ruangan Caca.

__ADS_1


Karena mereka sudah menunggu cukup lama di tempat biasa mereka berkumpul dan batang hidung Caca tidak terlihat.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk keruangan Caca.


"Nah itu Bu ada sahabat nya!" tunjuk Deni.


"Baiklah, ibu percayakan Caca sama kalian," ucap ibu pengawas.


"Baik bu."


Akhirnya ibu dan bapak pengawas pun sudah pergi meninggalkan mereka di ruangan.


Kini hanya ada Caca, Brayen Linda Deni Rosa,dan syifa.


Mereka pun hanya saling memandang satu sama lain.


"Bangunin gak?" tanya Linda


"Jangan woy kasian," ucap Deni.


"Iya sepertinya cape bener ini anak," ucap Rosa.


Dan tiba tiba handphone Brayen pun berdering Brayen melihat bahwa yang menelpon ia pak pak Rodi supir Brayen


"Halo," ucap Brayen.


"Den sudah pulang belum?"tanya pak supir.


"Eh iya pak sudah ini pak Brayen lagi di kelas ada urusan bentar, " ucap Brayen.


"Oke den," ucap pak supir.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk menunggu Caca bangun mereka sambil memainkan handphone mereka masing masing sedangkan Brayen hanya bengong dan melihat Caca.


Caca terkejut di samping nya ada Rosa dan yang lain nya sedang asik memainkan handphone mereka.


Caca mengucek mata nya dia melihat sudah pukul jam dua belas.


"Enak cuy tidur nya," ledek Rosa yang menyadari caca sudah bangun.


"Kalian nungguin gua?" tanya Caca.


"Yah ini anak nyawa nya belum ke kumpul kali, ya," ucap Deni.


"Udah udah, ca kek mana sekarang badan Lo?" tanya Syifa.


"Lumayan mendingan," ucap Caca.


"Woy kalian gak ada jam di luar kan?" tanya Caca lagi.


"Gak ada,ca."


"Gua laper, yok gua traktir kalian makan di McD," ajak Caca.


"Nah kalo itu ayok gua juga laper," ucap mereka.


"Ray lo naik mobil sendiri apa naik mobil gua?" tanya Caca.


"Naik mobil gua sendiri,ca."


Kemudian, Caca pun bangun dan mereka semua pergi meninggalkan kelas itu.


Brayen dan Deni menghampiri mobil mereka dan begitu juga Caca and the geng.

__ADS_1


di mobil Caca.


"Pak maaf, tadi Caca gak angkat telepon nya karena tadi Caca ketiduran pak dikelas," ucap Caca.


"Eh iya non gak papa,eh ada neng Linda, Rosa sama neng Syifa," ucap pak Rodi.


"Ehehe iya,pak."


"Pak kita ke mcd ya,pak," ucap Caca.


"Oke non siap," ucap pak Rodi.


Mobil Brayen pun sudah mengikuti mereka di belakang.


"Non maaf, kok mobil belakang dari tadi ngikutin kita ?" tanya pak Rodi.


"Oh itu pak itu mobil temen Caca dia juga mau ikut makan," ucap Caca.


"Ooo," ucap pak Rodi.


Tak lama dari itu pun mereka akhirnya sampai di McD.


Mereka pun turun dari mobil.


"Pak ini pak, bapak makan juga ya pak biar gak sakit," ucap Caca.


"Eh iya non,makasih banyak," ucap pak Rodi.


Begitu juga dengan Brayen, Brayen juga memberi duit untuk supir nya nya itu untuk makan.


Mereka bertemu di parkiran dan kemudian masuk ke dalam.


Caca and the geng memilih tempat duduk di dalam.


"Cuy, kalian mau pesen menu yang mana?" tanya Caca.


"Gua mah terserah lo,ca," jawab Rosa.


"Ya ca,basing lo aja," ucap Brayen.


Kalo begitu ok kalian tunggu disini.Caca pun akhirnya pergi memesan makanan yang ingin mereka makan.


"Mbak, saya pesen paket ini yang super ya mbak sama minum nya diganti float aja mbak sama jangan lupa extra kentang,saya pesen enam mbak tolong antarkan di situ ya mba,eh iya mba satu lagi ice cream nya ya enam," ucap Caca.


"Oke dek, jadi seluruh total pesanan nya 400.000, dek."


"Oke mba, ini mba duit nya," ucap Caca.


Caca pun langsung pergi dan kembali ke meja.


Taklama dari itu pun ada tiga pelayan yang menghantarkan makanan mereka.


"Ah akhirnya dateng," gumam Caca.


pelayan itu pun meletakan pesanan yang di pesan oleh Caca itu di meja mereka.


"Gila ini anak makan nya banyak juga," ucap Deni.


"Ya begitulah Caca,banyak makan tapi badan nya tetap langsing,"ucap Linda.


"Udah udah makan lagi, kalo gak gua abisin makanan kalian," ucap Caca.


Mereka akhirnya makan bersama.

__ADS_1


__ADS_2