
Kini Caca sekeluarga sudah berada di bandara. Brayen mengantar istri nya tersebut. Walaupun hati Brayen merasa sedih,dia harus terlihat bersemangat. Sedangkan Caca dia kini sedang menahan air matanya. Caca sangat sedih saat ingin berpisah dengan Brayen. Caca dari tadi tidak menatap Brayen. Karena pada saat dia menatap Brayen pasti air mata akan mengalir.
Brayen memegang tangan Caca. Brayen berkata,"Aku sayang kamu," ucap Brayen sambil memeluk Caca. Sontak air mata yang ditahan Caca mengalir deras. Kini,Caca menangis di pundak Brayen. Kemudian Rosa dan Deni menghampiri mereka. Rosa melihat kedua sahabatnya itu sangat sedih. Kemudian Deni berkata,"Caca tenang saja gua akan menjaga suami lo ini," ucap Deni. Sontak Caca langsung melepaskan pelukan Brayen.
Rosa berkata,"Caca pesawat kita sudah ingin berangkat," ucap Rosa. Sontak Brayen memberikan ciuman di pipi Caca. Brayen berkata,"Hati hati sayang," ucap Brayen. Kemudian dengan berat hati Caca peri meninggalkan Brayen. Mereka akan bertemu saat waktu nya tiba.
Melihat Caca telah pergi Brayen berbalik badan nya dan menuju pundak Deni. Brayen berkata,"Den cowok boleh nangis gak?" tanya Brayen. Sontak Deni hanya mengangguk dan membiarkan Brayen menangis di pundak nya.
Deni tahu jika Brayen hati nya sangat sedih saat melihat Caca pergi. Setelah itu Deni mengajak Brayen masuk kedalam mobil. Sedangkan Milen dan Kenzo sudah berada di dalam mobil mereka.
Karena hati Brayen sedang tidak baik. Akhirnya yang mengemudikan mobil adalah Deni. Di sepanjang jalan Brayen hanya melamun saja dan hanya diam. Kemudian Deni berkata,"Mau kemana kita?" tanya Deni. Deni bertanya kepada Brayen namun pertanyaan Deni tidak di jawab oleh Brayen.
Akhirnya Deni memutuskan untuk pergi ke tempat taman. Di sana mereka melihat banyak makanan yang di jual. Deni berkata,"Ayo jajanin gua, gua laper nih," ucap Deni. Karena Brayen tertarik dengan makanan yang ada di depan mereka akhirnya Brayen turun dan menuruti apa yang Deni katakan.
Setelah itu dia banyak sekali melihat kuliner kuliner makanan. Brayen berkata,"Lo sudah berapa kali kesini?" tanya Brayen. Saat Deni mendengar pertanyaan Brayen Deni menjawab. Kemudian Deni berkata,"Sudah sering," ucap Deni.
__ADS_1
Setelah itu Brayen menelusuri setiap jalan yang ada makanan unik. Dia akhirnya melihat bandrek. Karena cuaca dingin akhirnya Brayen memesan bandrek. Deni tidak habis pikir sahabat nya itu hanya mencari bandrek. Brayen akhirnya memesan dua bandrek untuk dirinya dan juga untuk Deni.
Mereka sangat suka dengan Bandrek. Rasa manis, hangat,gurih menjadi satu di dalam minuman yang satu ini. Setelah selesai meminum bandrek akhirnya mereka menuju ke tempat abang abang sate. Mereka melihat terdapat sate biawak, kambing dan ayam.
Karena Brayen penasaran dengan rasa sate biawak akhirnya Brayen memesan sate tersebut. Deni memesan sate kambing dan ayam. Beberapa lama kemudian sate yang mereka pesan telah tiba. Kini di hadapan Brayen dan Deni terdapat tiga puluh tusuk sate yang berbeda.
Kemudian Brayen memakan sate biawak terlebih dahulu. Dia merasakan gurih dan manis saat memakan sate tersebut. Rasanya seperti hati ayam. Deni yang melihat Brayen sangat asik makan akhirnya Deni ikut mencicipi nya juga. Namun berbeda dengan lidah Brayen. Deni merasakan seperti ampela ayam namun enak.
Setelah itu mereka akhirnya Kenyang dan pulang kerumah. Sedangkan Caca kini dia sudah berada di pesawat. Dia sedang memakan cemilan yang di bawa Rosa. Caca sangat lapar karena dia sedang kesal. Belum tiba di Jakarta Caca dari tadi memikirkan Brayen terus menerus.
Sedangkan Brayen kini dia sedang berada di kamar Deni. Brayen tidak ingin tidur dikamar milik nya. Jika dia tidur disitu dia akan selalu menghawatirkan Caca. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam Brayen dan Deni sedang bersiap siap untuk tidur.
Setelah itu Deni memberikan selimut kepada Brayen dan mematikan lampu kamar nya. Tidak lama kemudian akhirnya Brayen tidur dengan lelap.
***
__ADS_1
Pagi telah tiba kini Brayen dan Deni sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Brayen sedang makan bersama di meja makan seperti biasanya. Namun ada yang mengganjal di hati Brayen. Caca tidak ada di sampingnya.
Deni yang melihat Brayen tidak nafsu makan hati nya sangat sedih. Brayen hanya mengambil sedikit nasi dan lauk. Sedangkan Milen yang melihat anak nya itu tidak seperti biasanya. Milen akhirnya membuka suara. Milen berkata,"Ayolah sayang makan yang banyak nanti jika kamu sakit Caca akan khawatir," ucap Milen.
Mendengar ucapan Milen ada benarnya juga. Akhirnya Brayen memutuskan untuk menambah lauk saja. Setelah itu Brayen dan Deni akhirnya pergi kesekolah mereka. Diperjalanan Deni sedang mendengarkan lagu yang berada di handphone nya. Sedangkan Brayen fokus menyetir mobil milik nya.
Sedangkan Caca,Rosa, Syifa,dan Linda mereka sudah sampai. Linda sudah sampai di kota nya begitu juga dengan Syifa. Sedangkan Caca dan Rosa mereka sudah berada di kamar Caca. Rosa di perintahkan mami untuk minep di rumah Caca. Caca karena kelelahan setelah sampai dia tertidur pulas. Pagi itu Caca sudah harus pergi ke sekolah.
Walaupun mata panda menggantung di mata nya dia tetap harus kesekolah. Bibi kini sedang menyiapkan sarapan untuk mereka semuanya. Sedangkan Caca sedang menunggu Rosa dikamar. Setelah Rosa selesai akhirnya mereka beruda turun menuju ke ruang makan.
Caca sudah mengabari Brayen bahwa dirinya sudah sampai di Jakarta dengan selamat. Saat Caca menelpon Brayen bukan Deni yang mengangkat melainkan Deni. Saat Caca bertanya kemana Brayen,Deni bilang ke Caca bahwa Brayen sedang menyetir.
Setelah itu terdengar suara Brayen. Brayen berkata,"Halo pagi sayang," ucap Brayen. Saat Caca mendengar ucapan dari Brayen sontak hati Caca merasa senang. Caca berkata,"Pagi juga sayang," ucap Caca. Kini Deni memegang handphone Brayen sambil berkata,"Jomblo hanya dapat diam," ucap Deni.
Saat mendengar ucapan Deni Caca tertawa. Kemudian mendengar Caca tertawa sangat senang Renata dan Justin hanya melihat Caca dengan tatapan hangat. Kemudian Caca menyudahi pembicaraan mereka karena sarapan akan di mulai. Rosa yang dari tadi sedang mengurusi pacar nya yang menelepon kini sudah duduk di samping Caca.
__ADS_1
Saat sarapan Caca mengingat Brayen berada di samping nya namun kini tidak ada. Caca hanya berharap semoga Brayen selalu dilindungi oleh tuhan. Setelah itu Caca cepat cepat makan karena jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Setelah makan akhirnya Caca berangkat ke sekolah dengan Rosa menggunakan mobil milik nya.
Hai readers jangan lupa like and komen aku tunggu jejak kalian di novel Caca dan Brayen thank you guys 💕.