
Brayen sedang berada di rumah salah satu provesor kenalan nya. Dia kini sedang menyerahkan data data untuk di teliti. Saat melihat data tersebut provesor tersebut tahu jika Caca sudah terkena racun yang sulit terdeteksi.
Akhirnya mereka berdua masuk ke ruang laboratorium provesor tersebut dan mengambil beberapa obat penawar racun untuk Caca. Brayen merasa lega karena kenalan nya dapat membantu diri nya.
Setelah itu Brayen meneliti dengan profesor tersebut. Profesor tersebut mengatakan kepada Brayen bahwa obat yang diberikan kepada Tania akan jadi esok hari karena racun yang diberikan kepada Tania itu merupakan racun yang sulit diidentifikasi.
Hati Brayen sangat khawatir saat tahu obat yang akan diberikan kepada Tania jadi nya besok. Mau tidak mau Brayen harus menuruti nya dan membantu menelitinya. Setelah itu tidak lama kemudian Deni menelepon Brayen. Brayen mendengar nada Deni sangat tergesa-gesa.
Kemudian terdengar dari telepon Deni mengatakan jika Caca hampir saja celaka.Sontak hati Brayen semakin tidak karuan. Kini Brayen semakin cepat melakukan observasi nya. Provesor tersebut tahu jika Brayen dapat melakukan nya. Karena Brayen adalah orang yang jenius.
Keadaan Caca kini menunjukkan sedikit kemajuan. Detak jantungnya kembali normal. Sedangkan Rosa dan Deni mereka menjaga Caca terus menerus. Renata dan Justin disuruh mamah Rosa pulang agar mereka dapat membersihkan diri mereka.
Kini handphone Caca dipegang oleh Rosa. Caca tidak menunjukkan sikap pergerakan apapun. Kemudian tiba tiba handphone Caca berdering. Rosa melihat Rendi menelpon Caca. Rosa mengangkat telepon tersebut. Deni kini hanya menatap dan mendengarkan apa yang Rosa bicarakan.
Setelahnya Deni langsung berkata,"Hati hati jika menerima tamu yang ingin menjenguk Caca," ucap Deni. Mendengar perkataan Deni Rosa berkata hanya mengangguk. Kemudian Rosa mendengar suara ketukan dari pintu depan. Deni langsung bangkit dari duduk nya dan langsung membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
__ADS_1
Deni melihat driver makanan yang datang. Deni langsung mengambil makanan yang sudah dibayar tersebut. Kemudian Deni langsung masuk dan menutup pintu ruangan tersebut. Saat didalam Rosa melihat makanan yang dia pesan ternyata sudah datang. Rosa langsung bangkit dan dia langsung membuka bungkusan makanan tersebut.
Rosa juga membelikan untuk Deni. Karena Deni juga merasa lapar akhirnya Deni langsung makan bersama Rosa. Kini mereka berdua makan bersama di bawah. Mereka sudah sangat lapar karena dari tadi belum ada makanan yang masuk didalam perut mereka.
Setelah itu Rosa berkata,"Caca gua makan ya," ucap Rosa. Setelah itu Deni juga meminta izin kepada Caca untuk makan. Tidak lama kemudian Deni melihat seperti ada yang mengintip dari jendela di ruangan Caca. Deni berkata,"Gua baru mau makan sudah ada gangguan lagi," ucap Deni.
Mendengar perkataan Deni, Rosa langsung bangkit dan siap melindungi Caca. Kini mereka berdua sudah memanggil lagi pak Guntur. Pak Guntur adalah orang yang paling dipercaya oleh keluarga Caca. Akhirnya pesan yang dikirimkan oleh Rosa dibaca oleh pak Guntur.
Setelah itu Deni diam diam mengecek kembali dan membuka pintu ruangan Caca. Tidak lama kemudian betul saja orang itu ingin kembali dan kembali menyerang Caca. Deni sekarang sedang melawan orang tersebut. Tepat pada saat nya pak Guntur dengan orang orang nya sudah datang. Mereka langsung membereskan orang tersebut.
Rosa berkata,"Woy ayolah jangan kek gitu nanti gua ngobatin nya gak benar," ucap Rosa. Melihat wajah Rosa yang kesal Deni hanya tertawa karena dia dari tadi tidak dapat membersih luka yang ada di tangan Deni.
Tidak lama kemudian akhirnya Rosa sudah selesai mengobati tangan Deni. Kini Deni meminta disuapi oleh Rosa karena tangan kanan nya terluka. Deni berkata,"Rosa Lo asik banget makan gua juga lapernih suapin ya," ucap Deni. Karena Rosa merasa kasihan akhirnya Rosa menyuapi Deni.
Malam telah tiba mereka hanya berdua dan Rosa sedang mengecek keadaan Caca. Sedangkan Deni berharap Brayen segera datang. Tepat pada saat mereka sedang asik menunggu Rendi kini sudah berada didepan rumah sakit dan menuju ketempat ruangan Caca.
__ADS_1
Setelah itu Rendi tidak sengaja menabrak seseorang yang Rendi lihat mirip Brayen. Namun karena terburu buru akhirnya orang yang menabrak Rendi langsung pergi begitu saja tanpa meminta maaf. Karena sedang dirumah sakit akhirnya Rendi memakluminya karena mungkin dia sedang terburu-buru ataupun dalam keadaan darurat.
Setelah itu Rendi sudah berada ditempat yang Rosa telah beritahu. Rendi mengetuk pintu ruangan Caca dan menunggu seseorang membukakan pintu tersebut. Setelah itu terlihat Deni yang membuka pintu ruangan Caca. Sontak Rendi langsung terkejut saat mengetahui Deni yang membukakan pintunya.
Rendi berkata,"Deni kenapa lo ada disini?" tanya Rendi. Kemudian Deni berkata,"Kalo lo mau masuk cepetan masuk kalo enggak gua tutup lagi," ucap Deni. Mendengar ucapan Deni, Rendi langsung masuk dan pintu ruangan Caca langsung ditutup kembali oleh Deni.
Setelah itu Rendi melihat tubuh Caca tertidur lemas diatas kasur rumah sakit. Sontak Rendi langsung menghampiri Caca. Rendi berkata,"Caca maafin gua sekarang gua tahu siapa yang ngeracunin lo Ca orang suruhan Zekri ca yang ngeracunin lo," ucap Rendi.
Mendengar perkataan Rendi, Rosa dan Deni langsung terkejut. Deni berkata,"Kok lo tahu siapa aja yang sudah meracuni Caca?" tanya Rendi. Mendengar ucapan Deni tiba tiba Rendi menjawab pertanyaan Rendi. Kemudian Rendi berkata,"Orang suruhan ayah gua sudah menyelidiki nya dan ternyata Zekri musuh bebuyutan Caca," ucap Rendi.
Setelah itu Rosa dan Deni langsung bertatapan. Mereka bingung karena papi suruhan Caca saja tidak menemukan orang yang meracuni Caca. Namun Rendi dapat tahu siapa yang meracuni Caca. Kini mereka tidak sepenuhnya percaya kepada Rendi. Setelah itu Rosa meminta data data yang sudah orang suruhan ayah nya Rendi dapatkan.
Rendi langsung mengangguk dan menelpon orang suruhan ayah nya. Sambil menunggu Deni berbincang bincang bersama Rendi. Sedangkan Rosa hanya memikirkan hal yang tidak tidak. Tidak tahu kenapa Rosa curiga terhadap Rendi namun Rosa kembali lagi berfikir jernih. Karena tidak mungkin Rendi melakukan ini kepada Caca.
Perusahaan Rendi saja sudah ditolong oleh orang tua Caca. Sangatlah tega jika Rendi melakukan itu kepada Caca. Namun jika Zekri yang melakukan nya Rosa percaya karena Zekri memang sejak dahulu musuh bebuyutan Caca.
__ADS_1
Karena Rosa merasa pusing akhirnya dia memutuskan untuk memainkan handphone milik nya.