
Suasana sekolah kini sangatlah ramai. Guru-guru dan seluruh warga sekolah mempersiapkan dengan matang acara perpisahan ini. Rosa dan Caca kini sedang memakai baju berwarna silver serta rambut yang dibuat dengan bergelombang.
Saat mereka berdua turun dari mobil banyak mata yang menuju kearah Rosa dan Caca. Terutama pada kaum laki-laki. Setelah itu Caca dihampiri oleh Rendi yang membawa cokelat dan bunga sebagai tanda rasa terimakasih.
"Woy ini ada hadiah untuk lo."
Caca hanya tersenyum gembira. Sedangkan Rosa menahan tawanya saat mengingat wajah Rendi yang terkena muntahan Caca kemarin. Sedangkan Caca yang kebingungan melihat wajah Rosa yang dari tadi seperti menahan tawa kini menyenggol tubuh Rosa.
"Lo kenapa woy kalo mau ketawa ya ketawa aja."
"Ini anak lo gak inget geh waktu lo muntahin baju Rendi."
Sontak wajah Caca sangatlah terkejut. Sedangkan Rendi hanya menatap dua sahabat tersebut.
"Sudah-sudah namanya orang mabuk jadi tidak tahu kejadiannya."
"Eh lo ngatain gua!"
"Ini anak sudah muntahin baju orang malahan dia marah-marah."
Kemudian setelah perdebatan yang panjang akhirnya Caca dan kawan-kawan menuju panggung sekolah. Mereka duduk manis ditempat tersebut.
"Eh Caca foto yuk."
Begitulah banyak sekali cowo sekolah yang meminta foto Caca dan Rosa. Kini mereka sedang asik berfoto dan Caca dan Rosa kini tubuh mereka sedikit menjauh.
Namun tiba-tiba ada yang membekap Caca dari belakang tanpa sepengetahuan Rosa. Sedangkan Rendi yang menyadari tidak ada kehadiran Caca kini mata Rendi mulai mencari Caca.
"Ini anak Kemana Coba!" ucap Rendi kesal.
Setelah itu Rendi mengira bahwa Caca sedang berada dikamar mandi sekolah. Akhirnya Rendi memutuskan untuk kembali duduk dan menunggu acara sekolah dimulai.
Setelah beberapa lama akhirnya Rosa kembali ketempat duduk yang berada disampingnya Rendi. Rosa baru menyadari jika Caca tidak kunjung datang. "Wah ada yang gak beres," gumam Rosa.
Kemudian Rendi menarik tangan Rosa dan menanyakan keberadaan Caca. Namun Rosa yang jua terkejut karena kini mereka sama-sama tidak tahu Caca berada dimana.
Kini keadaan Caca sedang berada dimobil. Sekarang Caca sedang pingsan. Disamping terdapat Zekri yaitu musuh Caca. Tidak tahu mengapa Zekri dapat memasuki area sekolah Caca.
Zekri yang sedang menelepon seseorang kini dia menyuruh orang untuk membawa Caca keluar negeri. Zekri yang sudah mempersiapkan rencana ini dengan matang-matang bersama adiknya yaitu Cantika.
__ADS_1
Cantika juga terlibat dalam permasalahan ini. Kini kondisi Caca sudah sedikit sadar. Dia merasa tubuhnya pening dan pusing. Dia melihat sekeliling kini dirinya berada disebuah hotel.
"Siapa yang sudah melakukan ini!" teriak Caca.
Zekri keluar dengan membawa beberapa makanan untuk disuapi ke Caca. Caca berkata melihat Zekri yang membawa jus nanas dan sebuah pil yang Caca tidak tahu itu untuk apa.
Zekri menarik rambut Caca dan memaksa Caca untuk memakannya.
"Lo makan ini kalo gak lo mati!"
"Dasar bajingan lepasin gua,gua mau pulang, Zekri!"
"Lo makan ini sekarang!"
Karena Caca tidak ingin memakannya akhirnya Zekri cepat-cepat meminumkan Caca pil tersebut dan memaksa Caca meminum jus nanas bersamaan dengan pil tersebut.
Karena Caca tidak tahan menahan sakit akhirnya Caca memutuskan untuk meminum dan menuruti apa yang Zekri perintah.
"Ini semua untuk apa?"
"Oh ini semua untuk agar kandungan lo itu gak bertahan!
"Gua lagi gak hamil dasar orang gila!"
Kemudian Zekri meninggalkan Caca dan kembali mengunci pintu kamar tersebut. Caca tidak tahu kini handphone nya sekarang berada dimana. Kini dia hanya bersyukur sekali saat kini dia masih memakai pakaian yang lengkap.
Tiba-tiba saja Caca merasakan perutnya sangat sakit seperti sedang diperas. Caca berusaha berdiri namun tetap tidak bisa. Kini perut Caca kek benar benar sakit sangatlah sakit sekali.
"Ah sakit banget apa benar gua hamil?"
Kemudian Caca baru menyadari jika bulan kemarin dan bulan ini dia memang tidak datang bulan. Kini yang Caca rasakan sangatlah sakit. Sampai akhirnya keluar darah yang mengucur dari bawah.
"Ah tidak! ternyata benar gua hamil namun sekarang gara-gara Zekri anak gua sudah tidak ada!"
Begitulah Caca yang sambil menahan sakitnya. Karena tidak tahan menahan sakitnya akhirnya Caca pingsan dengan darah yang mengalir dari bawah.
Sedangkan Rosa yang dari tadi kuwalahan mencari Caca kini sedang menelepon Brayen. Brayen yang sedang bersama Cantika kini mereka sedang asik berfoto. Deni yang melihat Brayen langsung menarik tangan Brayen karena kini ada yang ingin disampaikan oleh Deni.
"Ray Caca hilang!"
__ADS_1
"Jangan becanda lo bro!"
"Sumpah Caca ilang Rosa tadi nangis-nangis ngelapor Caca sekarang hilang!"
Cantika hanya tersenyum saja saat mendengar berita tersebut Cantika kini sangatlah senang jika usaha kakaknya dan dirinya kini berhasil.
"Bukan Caca saja yang hilang namun calon bayi kalian juga hilang," ucap kecil Cantika.
Kemudian Brayen menghampiri Cantika dan dia mengatakan kini istrinya sedang hilang sontak Cantika memasang wajah yang berpura pura kaget.
"Ah apa Caca hilang astaga kasihan banget Caca!"
"Sudahlah Can aku minta izin karena tidak dapat mengikuti acara ini sampai selesai."
Cantika menghampiri Brayen dan langsung memeluk Brayen. Sontak Brayen terkejut saat melihat tingkah Cantika.
"Ray sudah pasti Caca ketemu yang sabar ya."
Parfume yang wangi yang dipakai Cantika kini memikat Brayen. Brayen menahannya karena kini dia sudah memiliki istri.
Nesa yang sudah melihat tingkah Cantika kini dia menghampiri Cantika dengan membawa segelas kopi dan sirup.
Nesa yang berlari kencang menuju arah Cantika kini sengaja tersandung agar baju yang dipakai Cantika menjadi kotor.
"Aduh sakit banget!"
Kopi dan sirup melambung tinggi dan mengenai baju Cantika. Karena pada dasarnya saat itu dihadapan Brayen dan Deni kini Cantika menahan amarahnya.
"Haduh Nesa kalo jalan hati-hati dong!"
Walaupun merasa sakit kini Nesa menahan rasa sakitnya dan menyebabkan segera bangkit dari jatuhnya.
"Eh maaf Cantika tidak sengaja maaf banget!"
"Sudah sudah Nesa tidak bersalah jangan marahin Nesa dia tidak sengaja melakukan itu," ucap Deni yang senang melihat baju Cantika.
Cantika langsung pergi meninggalkan mereka dan Brayen langsung menuju kearah mobilnya. Deni yang mengucapkan terimakasih kepada Nesa. Sedangkan Nesa kebingungan akibat ulah Deni.
Brayen segera menelepon bunda dan ayah dan langsung mengabari jika Caca hilang. Bunda dan ayah yang sudah mengetahuinya akhirnya kini mereka sudah bersiap-siap dibandara dan kini mereka sedang menunggu Brayen dan Deni.
__ADS_1
"Ayah bagaimana ini mantu kita hilang aku takut jika Caca terjadi apa-apa padanya."
"Sudahlah bun kita berdoa saja agar Caca selalu dilindungi."