
Setelah selesai,Caca dan Brayen akhirnya pulang. Di perjalanan pulang, Caca melihat motor yang di belakang dari tadi mengikuti mereka. Caca berkata, "Ray, sepertinya motor belakang mengikuti kita," ucap Caca. Saat Brayen mendengar perkataan Caca, Brayen langsung melihat kaca spion motor nya.
Setelah itu, Brayen mencoba untuk mempercepat kecepatan kendaraan nya. Brayen berkata, "Ca peluk gua," ucap Brayen. Karena Caca panik, Caca mengikuti perintah Brayen. Motor Brayen melaju kencang. sedangkan Caca hanya dapat berdoa dan memejamkan matanya.
Brayen masih melihat motor yang mengikuti mereka. Motor itu sekarang sejajar dengan motor mereka. Tiba tiba motor tersebut menodongkan pistol kearah mereka berdua.
Caca sontak panik. Karena motor mereka berdekatan, jadi Caca menendang motor tersebut menggunakan kaki nya.
Bruk!
__ADS_1
Motor tersebut terjatuh. Sampai kendaraan yang di belakang motor tersebut berhenti. Caca sangat lega saat tidak ada yang mengikuti mereka lagi. Brayen sangat kaget pada saat Caca melakukan aksi nya tadi. Brayen berkata, "Tumben pinter," ucap Brayen meledek Caca. Caca seketika membalas ucapan Brayen. "Eh, emang gua pinter," ucap Caca.
Tidak lama dari itu, mereka akhirnya sampai di rumah Brayen. Caca turun dari motor dan Deni sudah menunggu mereka di teras depan. Deni berkata, "Pacaran terus!" sindir Deni. Kemudian Caca membelai anjing Brayen yang berada di samping Deni. Caca berkata, "Hei, apa kamu tidak kesal dengan orang yang di samping,mu?" tanya Caca. Brayen hanya menggelengkan kepalanya nya melihat tingkah Caca dan Deni.
Malem hari nya, Caca dan keluarga Brayen makan bersama di ruang makan. Caca dapat melihat banyak sekali pelayan yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka.
Caca tidak sengaja melihat Deni yang sedang memainkan handphone nya itu. Dari raut wajah Deni seperti nya dia sedang terkejut. Tidak lama dari itu Deni membuka suara nya. Deni berkata, " Wow! Brayen dan Caca nilai nya seri," ucap Deni. Sontak Caca dan Brayen kaget mendengar perkataan Deni. Brayen berkata, " Yang bener,den?" tanya Brayen. Lalu Deni langsung menunjukkan hasil nilai mereka.
Caca berkata, "Jadi, kalo nilai nya seri bagaimana?" tanya Caca. Kemudian Deni menjawab pertanyaan Caca. Deni berkata, "Kalian akan di berikan empat pertanyaan lisan di depan panggung sekolah," ucap Deni. Caca dan Brayen kini mata mereka saling bertemu.
__ADS_1
Bunda memecahkan tatapan sinis mereka berdua. Milen berkata, "Sudah-sudah itu hanya perlombaan kalian juga sudah di pastikan pemenang," ucap Milen.
Setelah itu mereka akhirnya makan malam bersama. Di dalam pikiran Caca dia tidak menyangka bahwa nilai nya seri dengan nilai Brayen. Walaupun Caca sudah tahu dia pemenangnya. Tetapi masih ada saja yang menggangu hati nya.
Brayen kini sedang menikmati makan malam nya. Sambil menikmati makan malam, Brayen juga sedang memikirkan bagaimana cara dia dapat mengalahkan Caca.
Setelah selesai makan malam, Brayen dan Caca masuk ke kamar masing masing. Deni berkata, "Bunda, lihatlah mereka berdua seperti sedang perang saja," Ucap Deni.
Milen memaklumi tingkah Brayen dan Caca. Sedangkan Kenzo hanya dapat memperhatikan Brayen dan Caca.
__ADS_1