Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Cantik


__ADS_3

Tidak lama dari itu mereka akhirnya sampai di rumah Brayen Caca,Brayen,dan Deni kini sudah berada di halaman rumah.


Kini Caca kebingungan Caca tidak menyangka jika Brayen ternyata memiliki kehidupan yang sangat mencukupi. Caca melihat banyak pelayan yang menyambut Brayen dan Deni.


Akhirnya Caca membuka suara nya karena dia kesusahan membawa koper milik nya itu "Hei, di sini tidak ada yang ingin membantuku?" tanya Caca sambil menggeret koper nya tersebut.


Seketika Brayen dan Deni baru menyadari nya. Dan mereka langsung menghampiri Caca. "Eh maaf ca maaf," ucap Brayen sambil menggaruk kepalanya nya yang tidak gatal itu.


Kemudian Brayen langsung menyuruh pelayan untuk mengangkat koper Caca. Kenzo sudah tahu bahwa itu Brayen karena terdengar dari suara mereka yang berisik.


Kemudian Milen sudah menyambut deluan Caca,Brayen dan juga Deni."Sayang akhirnya kalian sampai juga," ucap Milen yang menyambut mereka bertiga dengan nada yang sangat senang.

__ADS_1


Wajah Caca kini terlihat malu karena baru pertama kali bertemu dengan orang tua Brayen.Caca akhirnya menyapa Milen dengan nada yang lembut."Tante apa kabar?" tanya Caca dengan nada yang gugup.


Sontak Milen tertawa melihat tingkah Caca.Kemudian Milen berbicara, "sayang mengapa wajah mu merah?" tanya Milen kepada Caca. Belum sempat Caca menjawab Kenzo akhirnya menghampiri mereka berempat.


Kemudian Kenzo bertanya kepada mereka,"Kalian tidak ingin menyuruh Caca masuk?" tanya Kenzo yang merangkul istri nya itu.


Milen berkata, "Ah iya ayo nak masuk ini rumah nya Brayen," ucap Milen. Kemudian mereka masuk. Caca melihat banyak sekali pelayan yang telah menunggu.


Tiba tiba Caca melihat anjing yang menghampiri kearah nya. Caca tidak takut dengan anjing itu. Saat anjing itu menghampiri nya Caca memeluk anjing tersebut.kemudian Caca berkata,"anjing manis tebal sekali rambut kamu," ucap Caca ke anjing Brayen.


Caca belum menyadari bahwa orangtua Brayen pernah bertemu dengan nya saat di pesta tahun lalu.

__ADS_1


Kemudian Caca di tunjukkan kamar yang berada di samping kamar Brayen. Saat di tunjukkan kamarnya Caca terkejut melihat isi kamar nya,Caca berfikir sepertinya kamar itu sudah di siapkan oleh orang tua Brayen.


Pasalnya kamar tersebut memiliki nuansa yang dia sukai. Dikamar itu juga, terdapat lemari makanan.


Caca berkata,"Wah bisa gendut gua di sini,"ucap Caca sambil menaruh barang nya itu. Kemudian handphone Caca berdering. Caca melihat yang menelepon adalah mami nya. akhirnya Caca mengangkat telepon dari mami nya tersebut.


Belum sempat mengangkat telepon dari mami nya tiba tiba telepon Caca handphone nya mati. Lalu Caca mengisi daya handphone nya tersebut.


Beberapa lama kemudian Caca akhirnya menidurkan diri nya di atas kasur dan tidak lama dari itu Caca tertidur.


Kemudian Brayen memanggil Caca untuk mengajak makan bersama. Namun pada saat Brayen memanggil Caca tidak ada sahutan dari kamar nya.

__ADS_1


Akhirnya Brayen terpaksa untuk membuka pintu kamar yang di tempati Caca secara paksa. Saat Brayen membuka pintu nya ternyata pintu kamar Caca tidak di kunci. Brayen melihat Caca sedang tertidur pulas di kasur nya.


Brayen mendekati Caca dan dia melihat wajah Caca. Kemudian Brayen berkata,"Cantik banget,ca" ucap Brayen yang memandangi wajah Caca.


__ADS_2