Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Racun


__ADS_3

Kemudian saat Caca sedang ada di kamar nya ada seseorang yang menelpon.


"Hah nomor yang tidak di kenal?" tanya Caca.


Caca tidak menghiraukan telepon tersebut dia menuju ke arah kasur lalu dia menidurkan diri nya di atas kasur.


Saat Caca sudah mulai terlelap handphone Caca bunyi kembali.


"Ah gila ya ini nomor," gumam Caca.


Kemudian Caca mengangkat telepon tersebut.


"Halo ini siapa sih gak tau gua lagi mau tidur ya, ganggu aja," ucap Caca kesal.


"Halo nak ini ibu guru nak," ucap walikelas Caca.


Caca sontak terkejut mendengar suara walikelas nya itu.


"Eh ibu maaf bu kirain tadi siapa soal nya no nya tidak dikenal ibu ganti nomor handphone ya?" tanya Caca.


"Iya nak tidak apa apa iya ibu ganti nomor handphone," ucap Ibu guru.


"Maaf bu ada apa ya?" tanya Caca.


"Itu nak besok jangan lupa dateng pagi pagi karena besok ada tamu dari sekolah lain nah bintang di sekolah kan kamu jadi kamu yang kepilih untuk mewakilkan seluruh siswa," ucap walikelas Caca.


"Eh iya bu saya usahakan besok saya datang lebih pagi," ucap Caca.


"Baik nak jika seperti itu ibu tutup ya telepon nya," ucap walikelas Caca.


"Iya bu," ucap Caca.


"Ih males banget di suruh dateng pagi pagi terus nanti di suruh memberi sambutan ah tapi untung nya gua hanya panas sedikit saja"gumam Caca.


Setelah itu Caca akhirnya tertidur Akibat lelah.


**


Sedangkan Brayen.


Brayen dia sudah pulang kerumah bersama Deni .


Brayen dari tadi melihat berkas yang ayah nya berikan itu.da melihat satu satu nama yang dianggap curiga oleh ayah nya.


Saat Brayen sedang membaca serius handphone Brayen berdering.

__ADS_1


"Ray angkat telepon itu," ucap Deni.


"Siapa emang nya yang telepon?" tanya Brayen.


"Sebentar gua liat dulu," ucap Deni.


Saat Deni melihat siapa yang menelepon Brayen deni terkejut.


"Ray Nesa ray," ucap Deni.


Brayen hanya menoleh kearah Deni.yang artinya dia menyuruh Deni mengangkat Telepon tersebut.


"Halo," ucap Deni.


"Deni mana Ray?" tanya Nesa.


"Ray sedang ada pekerjaan," ucap Deni.


"Aku mau ngomong sama dia please," ucap Nesa.


Mendengar perkataan itu Brayen langsung mengambil telepon tersebut dari Deni.


"Ada apa nes?" tanya Brayen.


"Sayang kenapa kamu gak mau ngomong sama aku?" tanya Nesa.


"Ahaha iya iya tau," ucap Nesa.


Brayen langsung mematikan telepon tersebut.


"Den lain kali jangan di angkat lagi ah males gua ngeladenin nya," ucap Brayen.


"Yaya terserah lo," ucap Deni.


Nesa merupakan teman Brayen dia juga termasuk orang yang suka dengan Brayen satu kelas tahu bahwa Nesa suka dengan Brayen.


Namun perasaan Nesa tidak pernah di balas oleh Brayen dengan segala cara apapun itu.


Flashback on


"Brayen gua suka sama lo," ucap Nesa di depan kelas.


Satu kelas itu langsung meneriaki Nesa.


"Huuu orang gila dasar orang gila," ucap satu kelas itu.

__ADS_1


Tapi gua gak suka sama lo," ucap Brayen dengan wajah datar.


"Ahahaa kasian banget sih lo nes ditolak langsung sama Brayen," ucap satu kelas.


Wajah Nesa langsung menunduk malu.


Karena Brayen melihat Nesa membawa bingkisan dan kebetulan saat itu dia sedang lapar Brayen akhirnya berdiri dan mengambil bingkisan yang di pegang Nesa.


"Ahh lo nerima gua?" tanya Nesa terkejut.


"Enggak gua kasian aja sama bingkisan yang lo bawa sayang kalo gak di makan," ucap Brayen.


Nesa pun menjadi salah tingkah melihat bingkisan nya itu di makan Brayen.


Dari situ Nesa sudah salah arti dengan Brayen.


Flashback off.


Setelah itu Brayen melanjutkan membaca berkas nya.


Setelah membaca cukup lama Brayen akhirnya bosan dan melihat Deni bermain Ps sendirian Brayen akhirnya ikut bermain bersama Deni.


Tiba tiba anjing peliharaan Brayen yang sudah tumbuh besar itu menggonggong dan menghampiri Brayen.


"Apa sayang?" tanya Brayen dengan anjing tersebut sambil mengelus lembut anjing nya.


"Ray seperti nya dia sedang ada yang ingin dia tunjukkan," ucap Deni.


"Hmm baiklah ayo kita ikutin dia," ucap Brayen.


Saat mengikuti anjing tersebut Brayen terheran heran anjing tersebut mengarah ke arah makanan milik nya.


"Kenapa sayang?apa makanan nya kurang enak?" tanya Brayen.


"Ray coba kamu perhatikan warna makanan itu dan bau nya air nya juga coba perhatikan," ucap Deni.


Sebelum itu Brayen menyingkirkan makanan yang sudah ada di mangkuk anjing tersebut dan mengganti nya dengan yang baru.


Setelah itu Brayen memberikan kedua makanan dan minuman yang sudah di siapkan dan yang baru disiapkan.


Brayen dan Deni melihat anjing tersebut mengendus makanan yang sudah disediakan namun anjing tersebut malah menjauh dari makanan itu.


Dan setelah nya dia mengendus lagi makanan yang baru Brayen sediakan, anjing milik Brayen itu makan dengan lahap.


"Wahwah den seperti nya ada yang berusaha ngeracun anjing gua," ucap pelan Brayen.

__ADS_1


"Ahaha benar bro kita ke ruangan lo aja bro kita lihat dari kamera pengintai yang tersembunyi," ucap Deni.


"Oke kita kesana," ucap Brayen.


__ADS_2