
Malem pun telah tiba.
Keadaan Caca.
Caca bersama papi mami nya pulang jam enam .Dan saat sampai di rumah Caca pun langsung bergegas mandi ,dia merasa sangat lelah tetapi dia harus kuat karena besok harus menghadapi ujian lagi.
Caca pun berendam di bathtub nya dia menyenderkan kepala nya itu di bathtub nya itu.
"Agh,kenapa sih badan gua jadi lemes gini kalo papi mami tau bisa bisa besok gua gak ujian kalo gini," gumam nya kesal.
Setelah beberapa lama Caca akhirnya selesai mandi setelah selesai mandi Caca langsung memakai pakaian yang ada di lemari nya tersebut.
Dia merebahkan tubuh nya di atas kasur dan tak terasa Caca tertidur di kasur nya tersebut.
Mami dan papi sudah siap di meja makan untuk makan malam.Tetapi mami heran kenapa Caca tidak turun turun untuk makan malam.
Mami akhirnya memutuskan untuk ke atas yaitu ke kamar Caca.
"Caca," ucap mami.
Tidak ada sahutan di dalam kamar.dan mami membuka pintu caca yang tidak terkunci
dan melihat Caca tertidur.
"Hmm anak ini kelihatan nya cape sekali sudah dia biarkan saja nanti dia bangun dan makan di meja makan," gumam mami nya.
Mami langsung turun dan mami langsung menuju ke meja makan.
"Mana Caca mi?" tanya papi.
"Caca sudah tidur,pi."
"Hmm ya sudah ayo mi kita makan," ajak papi.
"Iya,pi."
Sedangkan di rumah Brayen.
Deni akhirnya minep dirumah Brayen perlengkapan deni pun sudah sampai dirumah Brayen.
"Woy ray ajarin gua," ucap Deni.
"Yang mana?" tanya Brayen.
"Ini," ucap Deni.
Deni dan brayen belajar bersama mereka sangat serius belajar.apa lagi Brayen dia sangat serius.
Deni pun melihat sudah jam sembilan dia merasa sangat pening pala nya kerena penuh dengan kata kata.
"Agh,gila pala gua mau pecah," gumam Deni.
Deni pun hanya melihat Brayen yang sedang sibuk belajar.
"Woy ray, lo masi betah aja sama buku," ucap Deni.
"Agh diem ******," ucap Brayen.
Deni memutuskan untuk menonton tv dan meninggalkan buku nya itu.
Taklama kemudian brayen beranjak dari tempat tidur dan menuju pintu.
"Woy lo mau kemana?" tanya Deni.
"Gua mau kebelakang," ucap Brayen.
"Tunggu gua mau ikut," ucap Deni sambil beranjak terburu buru.
Brayen dan Deni keluar kamar mereka menuju belakang .
"Hmm ray, gua laper."
"Perut lo elastis ya, den."
__ADS_1
"Mmm kalo gitu gua minta handphone," ucap Brayen.
"Wait wait, handphone lo mana?" tanya Deni.
"Lo ini kek barusan sahabatan sama gua aja," ucap Brayen.
Deni pun seketika diam sejenak sambil mengingat ngingat.
Brayen pun langsung mengambil handphone milik Deni dan kemudian ia langsung memesan makanan di suatu aplikasi Brayen memesan makanan roti bakar dan minuman boba.
Deni langsung ingat kalo setiap Brayen ujian pasti handphone nya ia simpen asal.
"Ehehe iya ray gua baru inget pasti handphone lo di simpen asal kan?" tanya Deni sambil bertanya.
"Yoi," ucap Brayen.
Sambil menunggu abang gojek Deni dan Brayen pun duduk di kursi santai di pinggir kolam renang.
Saat mereka asik mengobrol tiba tiba bunda pun datang menghampiri mereka.
"Hei Brayen, Deni sini!" panggil bunda.
"Ray,ray bunda manggil tuh," ajak Deni.
Akhirnya mereka pun menghampiri bunda yang menunggu mereka di pintu belakang.
"Iya bun ada yang apa?" tanya Brayen.
"Itu jangan lama lama duduk di luar angin malem gak bagus untuk kalian," ucap bunda nya sambil mengingatkan mereka berdua.
"Iya bund soal nya bosen bun dikamar," ucap Brayen.
"Iya ya sudah bunda tinggal ya,nak."
"Iya, bun."
Tak lama dari itu bel rumah Brayen bunyi.
Bibi pun langsung ingin membukakan pintu namun di berhentikan oleh Brayen.
"Bi udah bi biar Brayen aja soal nya itu pesenan Brayen sama Deni," ucap Brayen.
"Eh iya den baik," ucap bibi.
Akhirnya Brayen dan Deni pun menuju ke luar dan membuka pintu. Ia melihat pak satpam membawa bungkus makanan.
"Eh pak satpam," ucap Brayen.
"Ehehehe iya den ini pesanan aden," ucap pak satpam.
"Pak ini pak duit nya dan kembalian nya bapak ambil untuk beli rokok," ucap Brayen.
"Eh Alhamdulillah makasih ya, den."
"Iya pak sama sama," ucap Brayen.
"Hati hati pak!" teriak Deni.
"Woy,sebelah lo masi ada orang bisa kecilin gak sih suara, lo."
"Bodo, yok lah udah laper gua ini," ucap Deni.
"Dasar anak kampret," ucap Brayen.
Brayen dan deni pun langsung kembali ke belakang dan mereka langsung duduk di kursi santai yang ada di pinggir kolam renang .
Sambil menyantap roti bakar dan boba hangat yang mereka pesan mereka sambil ngobrol santuy.Dan tiba tiba handphone Deni pun bergetar.
Deni pun melihat ada notifikasi kasi dari grup sahabat mereka.
"Ca kek mana badan Lo?" tanya Rosa.
"Iya ca kek mana badan Lo?" tanya Syifa.
__ADS_1
"Kek nya dia lagi gak megang handphone deh kalo gak dia lagi tidur kan itu kebiasaan Caca kalo lagi sakit," ucap Linda
"Eh iya ya, ca kalo lo udah bangun kasi tau kabar lo woy," ucap Rosa
Saat Deni membaca pesan dari Rosa, Syifa dan Linda Deni pun terkejut melihat isi pesan nya itu.
Dan Brayen pun heran karena melihat raut wajah deni yang aneh.
"Den kenapa?" tanya Brayen.
"Mm ini ray,Caca sakit kek nya."
"Ah yang bener lo ,masa cewe strong kek dia bisa sakit sih," ucap Brayen sambil meminum minuman milik nya.
"Lah ternyata ada yang lebih pe'a dari gua," gumam Deni.
"Ya bisa lah dodol ,Caca itu manusia juga, woy!" ucap Deni.
Brayen pun hanya diam sejenak.
"Kek mana kabar nya Caca?" tanya Brayen.
"Belum tau ray, kek nya kata Linda Caca lagi tidur," ucap Deni.
"Wah kek nya besok ada yang kantong panda nya gede nih," ucap Brayen.
Deni pun hanya terheran heran karena ucapan sahabat nya itu.
Dan ya pukul setengah sebelas Brayen dan Deni pun akhirnya memutuskan untuk masuk rumah.
Sebelum naik ke kasur mereka berdua memutuskan untuk membersihkan kaki dan gigi mereka terlebih dahulu di kamar mandi milik Brayen.
Setelah itu Brayen pun sudah selesai deluan dan menuju ke kasur kemudian Brayen melihat handphone milik Deni bergetar kembali.
Brayen melihat ada notifikasi dari grup yaitu dari Caca.
"Udah gua tebak pasti ini orang nanti begadang," gumam Brayen.
"Eh sori coy gua tadi ketiduran agh belum belajar lagi gua dahlah malem ini jadi kalong," ketik Caca.
"Typing."
"Kek mana jadi nya badan lo?" tanya Rosa.
"Iya ca kek mana badan lo?" tanya Linda.
"Ya,anget plus lemes badan,gua."
"Ca jangan cape cape dulu makan yang teratur," ketik Syifa.
"Iya ca besok masi ujian," ketik Rosa
"Doain gua ya guys love you sudah lah gua mau belajar dulu dadah," ketik Caca.
"Ya pasti kita orang doa kok,ca."
Brayen pun khawatir dengan keadaan Caca tapi apa daya ia hanya dapat mendoakan Caca.
Deni pun melihat wajah brayen memasang muka cemas.
"Ray kenapa lo?" tanya Deni.
"Itu Caca kata nya badan nya lemes," ucap Brayen.
"Sudah jangan banyak pikiran lo doain Caca biar dia sehat lo kan percaya Caca orang nya strong dah yok tidur nanti besok kesiangan bunda jadi marah nanti"ucap Deni.
"Hmm okelah yuk tidur," ucap Brayen.
Batin Brayen.
"Ca gua percaya lo anak nya strong semoga lo cepet sembuh ca walaupun gua gak bisa ngucapin Secara langsung gua bantu doa ."
Taklama dari itu pun Brayen pun terlelap tidur.
__ADS_1