Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Vila


__ADS_3

Sedangkan Caca.


Caca dan Rosa saat dikamar mereka sedang membereskan baju-baju dari koper milik mereka.


Caca dan Rosa merasa sangat senang.


"Lupakan pelajaran untuk sementara," ucap Caca.


"Ahaha emang lo ini benar-benar sudah gila," ucap Rosa.


"Ahaha dasar lo,ih badan gua cape banget," ucap Caca.


"Ya,itu ada kasur tidurlah sana," ucap Rosa.


"Iyalah gua tidur bentar kali ya ,eh iya besok kita foto-foto yok," ucap Caca sambil mengajak Rosa.


"Iyalah harus kita harus foto-foto,penuhin galeri terus post di media sosial," ucap Rosa dengan nada sedikit sombong.


"Ah sudahlah gua tidur deluan ya sa,kalo mami ke kamar kita bilangin gua tidur," ucap Rosa sambil menuju ke arah kasur.


"Oke siap bos," ucap Rosa.


Tidak lama dari itu Rosa juga merasa lelah akhirnya Caca dan Rosa tidur di kasur yang sama.


Beberapa lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.


"Caca ,Rosa," ucap Renata mami Caca.


Namun tidak ada suara dari kamar. mami Caca akhirnya mencoba membuka pintu kamar mereka.ternyata pintu kamar mereka tidak dikunci.


Mami Caca pun melihat Caca dan Rosa sedang tertidur pulas.


"Hem anak anak ini kelihatan nya lelah sekali," gumam Renata.


Rencananya tadi mereka ingin diajak makan tetapi mereka sudah tidur deluan.Renata keluar dari kamar putri nya itu dan menuju ke meja makan.


"Bagaimana mi?kok tidak ada Caca dan Rosa?" tanya papi.


"Mereka terlalu lelah,jadi mereka tidur lebih awal," ucap Renata.


"Wah sepertinya mereka tahu agar mami makan berdua sama papi," gombal papi.


"Sudahlah Justin makan cepat," ucap mami malu.


Justin hanya tertawa melihat tingkah istrinya nya itu.


Sambil makan,papi dan mami Caca membahas tentang pendidikan Caca.


"Mi,Caca itu bisa di bilang anak yang pintar apa bisa ya dia sekolah SMA dua tahun?" tanya papi ke mami.


"Hmm apa tidak terlalu berat untuk anak kita pi,kasihan Caca," ucap mami.


"Tapi mi Caca lebih cepat lulus SMA lebih baik," ucap papi.


"Iya Pi benar kata papi,mungkin nanti mami akan tanya ke Caca ingin tidak dia sekolah SMA dua tahun," ucap mami.

__ADS_1


"Jika Caca tidak mau papi akan bujuk dia,eh iya mi surprise untuk Caca sudah di siapkan kan?" tanya papi.


"Sudah pi sudah semua tinggal menunggu saja," ucap mami.


"Baguslah jika seperti itu," ucap papi.


Setelah selesai makan mami dan papi Caca akhirnya masuk kedalam kamar mereka.


Semua nya tertidur di vila milik Keluarga Caca itu.


Besok pagi nya, yang bangun pertama adalah Caca.Caca bangun pukul enam pagi saat Caca bangun Caca melihat Rosa di samping nya.


"Ini anak tidur nya kek sapi," gumam Caca dengan nada mengantuk nya.


Setelah itu Caca menuju balkon depan vila nya.


"Hmm seger banget udara nya," gumam Caca.


saat sedang di balkon Caca merasa ada yang sedang memperhatikan nya Caca melihat sekeliling vila nya itu namun tidak ada orang satupun.


Karena Caca merasa takut akhirnya Caca masuk kembali ke dalam vila nya itu.


Kemudian Caca membangunkan Rosa.


"Sa Rosa," ucap caca sambil menggoyangkan tubuh Rosa.


"Hmm apa?kenapa?" tanya Rosa dengan nada mengantuk nya.


"Sa gua takut,masa tadi gua pergi ke balkon gua ngerasa ada yang ngeliatin gua.eh pas gua liat lagi enggak ada orang," cerita Caca ke Rosa.


Namun karena Rosa terlalu lelah Rosa tidak mendengarkan cerita Caca.


***


Sedangkan Brayen.


Brayen kali ini bangun nya siang dia lelah karena perjalanan panjang kemarin.


Sedangkan di rumah Brayen pelayan-pelayan sedang mempersiapkan sarapan untuk keluarga Lavendra .


Walaupun di rumah Brayen banyak pelayan tetapi bunda Brayen ikut juga memasak untuk keluarga nya.


Saat sudah siap bunda Brayen membangunkan anak tunggal nya itu.


"Brayen," ucap bunda nya sambil membuka pintu kamar Brayen.


Bunda Brayen melihat putra semata wayangnya itu masih tertidur dia hanya menggelengkan kepalanya.


"Ray, bangun nak sudah siang," ucap bunda sambil mengusap kepala Brayen.


"Hmm bunda bentar lagi ya, Bun."


"Bangun nak, ayah sudah menunggu di meja makan," ucap Brayen.


Saat mendengar kata ayah Brayen sontak membuka mata nya dan dia langsung bangun dari tempat tidur.

__ADS_1


Bunda terkejut melihat Brayen.Akhirnya Brayen menuju ke kamar mandi dan Brayen langsung mandi.


Bunda keluar dari kamar Brayen,bunda melihat ayah sudah ada di meja makan.


"Dimana ray?" tanya ayah.


"Sedang mandi," ucap bunda.


Taklama dari itu Brayen akhirnya datang ke meja makan.


"Nak nanti jangan seperti ini lagi, sekarang ayah maklumi karena kamu lelah tapi besok jangan bangun siang lagi oke," ucap ayah.


"Iya yah ray gak bangun siang lagi," ucap Brayen.


"Ayah kenapa di rumah banyak pelayan?kemarin hanya ada bibi Siti," ucap Brayen heran.


"Kasihan bibi Siti nya sudah tua jadi perlu bantuan untuk mengurus rumah," ucap ayah sambil menjelaskan.


"Ray bagaimana hubungan kamu sama sahabat yang kamu aja pergi waktu itu," tanya bunda.


"Ray gak sahabatan lagi sama dia bunda,dia hanya ingin cowo yang ganteng bunda," ucap Brayen.


"Memang nya kamu tidak ganteng?" tanya bunda lagi.


"Hum waktu itu ray masi berpenampilan seperti ya bunda taulah,"ucap Brayen.


"Hmm kenapa firasat bunda,anak itu tidak seperti yang kamu bayangkan ya,Ray."


"Sudah lebih baik kamu maafin saja dia," ucap ayah.


"Hmm mungkin nanti," ucap Brayen.


Setelah sarapan Brayen memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar taman yang ada di rumah nya itu.


Saat dia berada di dekat pancuran air, terdengar ada suara samar samar yang menyebut nama Caca.


Brayen penasaran siapa yang menyebut nama sahabat nya itu.


Brayen berjalan seperti seorang pencuri menuju sebuah post satpam yang tidak jauh dari diri nya itu.


Brayen mendengar percakapan seseorang yang sedang berbicara melalui telepon.


Brayen terus mendengar percakapan orang itu, Brayen tidak mengenali suara yang sedang berbicara.


"Hmm seperti nya pelayan baru," ucap Brayen dalam hati.


Saat orang tersebut sudah selesai menelpon Brayen langsung cepat lari kearah taman yang dipenuhi dengan pohon.


Brayen bersembunyi di belakang pohon-pohon.


"Hmm kenapa dia menyebut nama Justin dan renata ya?siap renata dan Justin?" tanya Brayen di hati nya.


"Apa ini ada hubungan nya juga sama keluarga gua," gumam Brayen.


Brayen diam sejenak dan berfikir apa yang dia harus lakukan.

__ADS_1


"Hmm di rumah gua kan banyak kamera pengintai,apa gua liat aja," gumam Brayen.


......................


__ADS_2