Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Istri dan ketiga sahabatku dibawa Reno!


__ADS_3

Namun apa daya kini bukan hanya Caca saja yang dibawa oleh Reno, namun Rosa,Rendi dan Deni juga ikut dibawa oleh Reno. Mereka akan diasingkan di suatu kota yang berada diluar negeri


Flashback on.


"Ambil Caca!" teriak Brayen.


Sontak Guntur beserta orang suruhannya kini berusaha melawan ajudan Reno. Rosa,Deni,dan Brayen kita menyalip untuk mengambil Caca.


"Rosa dan Rendi sebaiknya kalian sebelah kiri biar gua sama Deni kesebelah kanan!"


"Oke ray siap!"


Rosa kemudian langsung menarik tangan Caca lagi dan berusaha membawa tubuh Caca pergi dari situ. Sudah hampir berhasil mereka membawa Caca kabur dari kejaran Reno. Namun Zekri beserta orang suruhannya telah menghadang didepan.


"Tangkap perempuan yang pingsan itu!"


Seluruh orang suruhan Zekri kini menuruti apa yang Zekri bilang. Sedangkan Brayen dan Deni kini sedang dihadang beberapa orang suruhan dari Zekri.


"Brayen tolong gua!" teriak Rosa.


"Tangkap perempuan yang berteriak itu juga dan segera bawa kehadapan Reno!"


Mendengar ucapan Zekri sontak Brayen dan Deni kini semakin khawatir karena akan terdapat dua korban yang akan dibawa oleh Reno.


"Deni tolong gua!" teriak Rosa lagi.


"Agh sial lepaskan mereka berdua!"


"Ahaha sudahlah mereka berdua akan hidup senang di luar sana."


Kemudian tiba-tiba saja Brayen,Rendi dan Deni tekena pukulan dari arah belakang. Sontak kini ketiganya jatuh dan dapat ditangkap oleh Zekri dan Reno.


"Zek kenapa tidak membawa semuanya?"


"Jangan sebaiknya kita tinggalkan satu saja."


"Siapa itu,Zek?"


"Sepertinya Brayen Lavendra saja!"


Brayen terus memberontak agar seluruhnya dapat selamat dari Zekri dan Reno. Setelah itu kedua orang tua mereka melihat anak-anak mereka kini dalam bahaya.


"Zekri lepaskan mereka!"


Zekri melihat Justin yang berteriak kini Zekri dan Reno saling menatap jahat. Kemudian Milen dan Renata kini telah memakai jas pelindung agar saat ada serangan mereka dapat melawan dan melindungi diri.


"Papi jangan kesini kalian akan terluka!"


"Tidak kami akan kesana agar kalian selamat!"


Zekri langsung menjentikkan jarinya dan seketika saja ada beberapa orang suruhan Zekri lagi yang dapat menangkap seluruh keluarga mereka.

__ADS_1


Dengan ilmu beladiri yang dipelajari oleh mereka kini kedua orang tua Caca mereka sedang berusaha melawan. Dengan begitu Reno tiba-tiba saja langsung mengambil Caca dan Rosa untuk dibawa.


"Ayo pergi dan tinggalkan Brayen saja bawa mereka berempat!"


"Baik tuan!"


Sontak Milen yang melihat keempat anaknya itu dibawa oleh Reno kini sontak Milen kehilangan kendali dan kini terjatuh akibat lawanan dari ajudan Zekri.


Kini keluarga Lavendra serta keluarga Justin kalah dan mereka kini telah banyak disorot oleh pemberitaan atas kekalahan mereka dan kini anak-anak mereka serta mantu mereka dibawa oleh Reno.


"Sekarang serahkan data perusahaan kalian!"


"Jangan papi jangan mami!"


Setelah itu mereka dibawa kesuatu perusahaan Zekri yang tidak seberapa besar itu. Kemudian Brayen tidak memikirkan keadaan dirinya namun kini dia memikirkan istrinya serta kedua sahabatnya itu.


Namun lamunan Brayen kini dibuyarkan oleh suara Zekri yang membentak kedua orangtuanya itu.


"Dasar laki-laki pengecut!"


"Ahaha ini balasan kalian bagi yang sudah telah ingin menuruni tingkat perusahaan kami!"


"Perusahaan kalian yang sudah menipu data palsu dan banyak sekali berhutang dasar orang-orang pengecut semua kalian."


Kemudian tanpa berbicara lagi kini Zekri menuju layar yang memunculkan keadaan Caca, Rosa,Deni, dan Rendi. Mereka kini terlihat lesu dan tidak bersemangat.


Terlihat dari kedua mata mereka kini menahan tangis. Kemudian akhirnya Brayen mengalah dan kini Brayen hanya diam saja.


"Sudahlah serahkan perusahaan kalian saja dan berkerja sebagai pegawai di perusahaan kami!"


Kemudian Justin dan Kenzo kini hanya mengangguk saja. Sedangkan Brayen kini hanya dapat menuruti apa yang Zekri minta.


Cantika yang mendengar semua rencananya berhasil kini hanya tersenyum senang sekarang dia tinggal mendapatkan hati Brayen dan menikahi dirinya.


"Ahaha baiklah tinggal sedikit lagi aku akan mendapatkan semuanya!"


Kemudian Cantika akan pindah ke Jakarta setelah kelulusan ini.


Flashback off.


Malam harinya Milen yang melihat anaknya tidak keluar-keluar kamar kini merasa kasihan dan orangtua Rendi dan Rosa kini hati mereka sangatlah sedih dan tertekan.


Dikediaman Justin seluruh penjaga dan orang-orang yang berkerja dirumah mereka kini dikumpulkan.


"Baiklah kalian sudah mendengar kekalahan kami dan sebaiknya kalian lebih menjaga keamanan rumah aku dan Kenzo akan menjalani renca untuk merencanakan anak-anak itu."


"Baiklah tuan kami mengerti."


"Santi kita sebaiknya mengikuti saja apa yang Kenzo dan Justin akan lakukan."


Santi hanya mengangguk saja dan kini mereka akan mengikuti alur yang dimainkan oleh Kenzo dan Justin.

__ADS_1


Brayen hanya dapat diam dan tidak ingin melakukan apapun. Kini setiap hari dia berada didalam kamarnya.


Tiba-tiba terdengar suara seperti suara Cantika. Kemudian pintu kamar Brayen terbuka Brayen melihat Cantika kini menghampiri dirinya.


"Brayen!"


Kemudian Brayen langsung berdiri dan menyambut Cantika. Seolah tidak tahu apa yang sedang terjadi kini Cantika pura-pura menanyakan permasalahannya.


"Brayen kenapa seperti itu wajahnya?"


"Caca can Caca diculik dengan Zekri!"


"Hah apa gila Caca diculik dan Deni sekarang dimana?"


"Deni beserta Rosa dan juga Rendi dibawa oleh Reno," ucap Brayen histeris.


Kemudian Cantika didalam hatinya hanya tersenyum namun kini wajahnya terlihat sangat sedih. Cantika kini benar-benar memainkan peran yang sangatlah bagus.


"Aku turut bersedih ray eh iya kita sudah lulus bagaimana kau berkerja di perusahaan ayahku?"


"Mungkin iya can nanti pasti aku akan berkerja di perusahaan ayahmu karena kini perusahaan ayah telah diambil oleh Zekri."


"Tenang saja ray untuk apa kau ada sahabat seperti aku pasti aku akan menempatkan dirimu diposisi yang sangat tinggi."


Brayen hanya diam saja. Kemudian Milen tiba-tiba masuk dan kini dirinya melihat Cantika didalam kamar Brayen.


"Eh Cantika!"


"Eh Tante eh iya tante ini ada oleh-oleh dari ayah dan mama," ucap Cantika yang mengeluarkan perhiasan dari tasnya.


Melihat hadiah pemberian Cantika kini wajah Milen menjadi terlihat senang. Kemudian Brayen mengajak mereka berdua keluar dari kamarnya.


Kenzo yang melihat kedatangan Cantika dihatinya sedikit tidak suka. Karena dia melihat Cantika seperti wanita penjilat. Kemudian Cantika yang melihat Kenzo langsung memberikan beberapa makanan yang disukai oleh Kenzo.


"Om ini ada makanan kesukaan om loh!"


"Baik terimakasih."


Kemudian Kenzo langsung kekamarnya dan tidak ikut bergabung dengam Brayen dan Milen. Kemudian tiba-tiba handphone Cantika berdering dan melihat Zekri menelpon dirinya.


"Halo dik?"


"Apa kakak sayang?"


"Sudah sampai di Jakarta?"


"Sudah kakak kerja keras dirimu kini sangatlah membuat hatiku senang!"


"Ahahaha sudahlah jangan sampai mereka tahu jika aku ini kakak kandung dirimu."


"Baik kakak ganteng."

__ADS_1


Kemudian Cantika langsung kembali kedalam dan langsung menghibur Brayen lagi.


__ADS_2