Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Peliharaan


__ADS_3

Setelah itu mereka akhirnya sampai di vila.


Caca melihat barang barang mereka sudah ada di ruang tamu semua.


"Eh buset jadi ini yang mami telepon tadi," gumam Caca.


"Nah anak anak jangan begadang jam tiga kita sudah ada di bandara," ucap Justin.


"Hmm baik pi," ucap Caca dan Rosa.


Setelah itu Caca dan Rosa masuk ke dalam Kamar.


"Masker gua kek nya udah di beresin deh," ucap Rosa.


"Sudahlah sa kita hari ini gak usah cuci muka langsung tidur saja ah gila badan gua cape banget," ucap Caca.


"Ya sudahlah badan gua juga sudah mau copot seperti nya," ucap Rosa.


Mereka akhirnya tidur menuju mimpi yang indah.


Setelah beberapa lama kemudian.


"Caca Rosa bangun sayang," ucap Renata.


"Hmm nanti ya mi bentar lagi," ucap Rosa.


"Iya mi sebentar lagi ya mi," ucap Caca.


"Mami tinggal ya," ucap Renata.


Sontak kedua nya langsung bangun dan mereka berdua bertabrakan.


"Aduh,ah Caca," ucap Rosa.


"Dasar ini anak gua juga sakit dodol," ucap Caca.


"Sudah cepat papi sudah menunggu di mobil nanti papi marah," ucap Renata.


Mereka akhirnya segera berangkat dengan pakaian yang mereka pakai tadi malam.


"Ih sa pakaian gua bau gak," ucap Caca.


"Enggak ca sudah tidak papa juga bau, di pesawat sendiri juga," ucap Rosa


"Ya sudahlah," ucap Caca.


Akhirnya Caca sekeluarga pergi ke bandara.


***


Pagi hari nya di rumah Brayen.


Brayen sudah bangun. Dia sudah bersiap siap ingin berjalan pagi di halaman rumah nya yang luas itu.


Namun ada yang aneh,hari ini tidak biasa ayah dan bunda nya pergi sepagi ini .


"Kira kira mereka berangkat jam berapa ya gua saja bangun jam Setengah enam," gumam Brayen.

__ADS_1


Brayen sambil berlari dia juga mengitari taman yang ada di dalam rumah nya itu.


Saat dia sedang berjalan santai ada yang membuka gerbang milik nya.


Dia melihat ternyata ayah dan bunda nya.Brayen terkejut saat ayah dan bunda nya itu tiba dan mereka membawa sesuatu.


"Ayah bunda ray pikir kalian sudah berangkat bekerja," ucap Brayen.


"Hari ini bunda sama ayah di rumah sayang," ucap Kenzo.


"Oooo mm baiklah," ucap Brayen sambil ingin melanjutkan kegiatan nya.


"Hei kamu gak mau lihat apa yang kami bawa," ucap Milen sambil menyuruh penjaga mendorong sebuah kandang.


Brayen langsung membalikkan badannya tersebut.


"Hmm itu sebuah kandang bun," ucap Brayen yang kebingungan.


"Ya ampun zo lihatlah anak mu itu ternyata dia sedikit kurang peka zo sama seperti mu," ucap Milen.


Kemudian terdengar suara yang menggonggong dari dalam kandang yang tersusun banyak itu.


Sontak Brayen langsung melihat apa yang ada didalam kandang tersebut.


Brayen melihat ada banyak anjing didalam nya yang sepertinya brayen pikir itu adalah anjing penjaga rumah nya.Pasal nya dia melihat wajah anjing tersebut sangat lah seram.


"Bunda sama ayah kenapa membeli banyak sekali anjing Bun?" tanya Brayen.


"Ya itu untuk penjagaan rumah kita sayang," ucap Kenzo.


"Kalo yang ini apa kamu tidak tertarik," ucap Kenzo sambil memasukkan kandang yang satu lagi.


Didalam kandang itu terlihat sebuah anjing serigala yang masih kecil.anjing itu imut sekali.


"Waw," ucap Brayen yang langsung tertarik dengan anjing tersebut.


Brayen membuka kandang anjing tersebut dan anjing tersebut langsung menghampiri Brayen.


"Hai anjing kecil kamu lucu banget," ucap Brayen kagum.


Ayah dan bunda nya tersenyum bahagia melihat wajah putranya tersebut berseri seri.


"Brayen anjing tersebut sudah jinak dan terlatih begitu juga dengan anjing yang lainnya," ucap Milen.


"Baik bun," ucap Brayen.


Brayen langsung mendorong kandang anjing kesayangan nya itu ke ruang tamu.


Anjing tersebut terlihat sangat penurut saat brayen angkat anak anjing tersebut dia hanya mengeluarkan lidah nya saja.


"Anjing lucu jadi anak baik ya," ucap Brayen.


Bibi Siti mendengar ada suara gonggongan anjing dia pun langsung keluar mencari gonggongan tersebut.


Bibi Siti melihat Brayen sedang bermain dengan anak anjing.


"Wah den Brayen sudah punya teman baru ya den," ucap bibi Siti dari belakang

__ADS_1


Brayen terkejut mendengar suara bibi Siti.


"Eh bibi Siti iya bi lihat lucu kan bi anjing nya," ucap Brayen.


"Iya den anjing nya lucu,jagain yang baik ya den anjing nya," ucap bibi Siti sambil mengelus kepala anjing tersebut.


Anjing tersebut tiba tiba mengitari bibi Siti kemudian dia mendengus kaki bibi Siti.


"Wah bi anjing nya suka sama bibi," ucap Brayen.


.


"Ehehe bisa saja den Brayen den bibi kembali ke dapur ya den," ucap bibi Siti.


"Oke bi," ucap Brayen.


Anak anjing itu selalu mengikuti Brayen pergi kecuali saat Brayen di kamar mandi.


Bunda dan ayah hanya melihat anak anjing itu.Terkadang bunda juga suka gemas melihat tingkah laku anak anjing tersebut.


saat Brayen dikamar sedang tertidur anak anjing tersebut ikut tidur bersama dengan Brayen di ujung kaki Brayen.


Brayen saat tidur siang dia merasa kakinya terasa hangat, kemudian dia bangun dan melihat ada seekor anak anjing yang sedang tertidur di ujung kakinya.


"Hmmm anjing ini tingkah nya sangat manis," gumam Brayen.


Brayen menarik kaki nya pelan namun itu membuat anjing tersebut bangun.saat anjing tersebut bangun dia langsung berlari ke arah Brayen dan langsung kearah bawah ketiak Brayen.


Taklama kemudian Brayen mendengar ketukan di pintu kamar.


"Siapa?" tanya Brayen.


"Saya den bi Siti," ucap Bibi.


"Oo bibi silahkan masuk bi," ucap Brayen.


Saat masuk bi Siti membawa makanan cemilan ke kamar Brayen.


"Den ini di suruh bunda aden silahkan makan ini ada buah potong susu dan yogurt dan cemilan cemilan kecil lainnya den," ucap sopan bi Siti.


"Baiklah ni silahkan taruh di meja situ saja," ucap Brayen.


Setelah menaruh makanan bibi Siti keluar dari kamar.


Saat Brayen ingin makan cemilan anjing nya mengikuti nya Brayen tidak tega melihat anjing nya itu tidak makan.


Jadi dia memberi makan anjing nya terlebih dahulu.


"Sini anjing kecil makan yang lahap ya agar cepat besar," ucap Brayen sambil mengelus kepala anjing nya Tersebut.


Anjing tersebut makan dengan lahap, saat anjing itu makan Brayen jua makan di meja nya.


Brayen melihat susu, tetapi Brayen tidak suka susu jadi susu yang di buat bibi nya tersebut dia kasih ke anjing milik nya.


Saat suapan terakhir Brayen melihat anjing itu pergi ke toilet kecil milik nya yang ada di kamar Brayen.


"Anjing pintar," ucap Brayen.

__ADS_1


__ADS_2