Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Kesal


__ADS_3

Setelah itu, Caca dan Brayen berkeliling untuk menghilangkan pening mereka. Saat di perjalanan, Caca hanya melamun dan tidak berkata apapun. Sampai akhirnya Brayen membuka suaranya. Brayen berkata,"Ca kita mau kemana?" tanya Brayen. Caca masih tetap melamun dan tidak menjawab pertanyaan Brayen.


Kemudian Brayen memutuskan untuk pergi ke cafe yang biasa Brayen dan Deni datangi. Saat Brayen memberhentikan motor nya,Caca baru menyadari sekarang dia dan Brayen sedang berada di sebuah cafe.


Kemudian Brayen menarik tangan Caca. Sontak Caca kaget saat Brayen menarik tangan nya. Kini,mereka sudah berada di tempat duduk. Caca dan Brayen berhadapan dan saling menatap. Caca berkata, "Mau yang manis," ucap Caca. Saat Caca berkata seperti itu Brayen bingung mau memesankan Caca apa.

__ADS_1


Akhirnya, Brayen memutuskan untuk memesan satu mangkok ice cream yang ukurannya besar. Tidak lama dari itu pesanan Brayen sudah datang. Ketika pesanan yang di pesan Brayen datang Caca terkejut melihat pesanan nya. Pasalnya, Caca melihat semangkok ice cream yang sangat banyak sekali variasi rasanya. Caca berkata,"Ray, makasih banget" ucap Caca senang. Saat melihat wajah Caca yang berseri seri, Brayen terlihat sangat lega.


Brayen melihat Caca makan Ice cream yang dipesankan nya itu sangat lahap. Tadi nya, Brayen ingin makan bareng dengan Caca. Namun melihat Caca yang sangat lahap makan Brayen tidak tega. Akhirnya Brayen memesan kembali pesanan yang berbeda.


Setelah itu tiba-tiba tangan Caca mengarah ke Brayen. "Brayen buka mulut nya,"ucap Caca. Sontak Brayen mengikuti perintah yang di ucapkan Caca. Setelah itu Caca memasukkan satu sendok ice cream ke mulut Brayen. "Enak,kan?" tanya Caca. Brayen hanya mengangguk saja karena kini dia merasakan ngilu di gigi nya.

__ADS_1


Kemudian Caca langsung mencium perut ibu itu. "Makasih neng," ucap Ibu itu. Kemudian, Caca tersenyum hangat kepada ibu itu. Caca berkata, " Iya bu sama sama" ucap Caca. Kemudian ibu itu pergi meninggalkan Caca dan Brayen.


Tepat setelah ibu itu pergi, roti bakar yang di pesan Brayen datang. Brayen akhirnya memakan pesanan nya itu. Caca merasa ingin membuang air kecil. Akhirnya Caca memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan menitipkan handphone nya ke Brayen.


Saat Caca sedang ke kamar mandi tiba tiba saja handphone Caca berdering. Brayen melihat yang menelepon adalah mami Caca. Kemudian, Brayen mengangkat telepon dari mami Caca. Brayen berkata, "Halo" ucap Brayen. Renata mendengar suara yang mengangkat telepon anak nya itu bukanlah Caca. Renta sudah menebak pasti yang bersama Caca Brayen kemudian Renta mematikan handphone nya tanpa berkata apapun kepada Brayen.

__ADS_1


Brayen heran karena telepon nya langsung di patikan oleh mami Caca. Brayen berkata, "Mungkin mami Caca heran," ucap Brayen sambil memakan roti bakar yang dia pesan.


__ADS_2