Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Hal yang baru


__ADS_3

Melihat Caca and the geng di kantin duduk bersamaan dan di situ ada Brayen dan Deni anak anak lain pun ada yang bergosip dan ada yang tidak peduli .Ya walaupun mereka sudah biasa melihat hal itu tapi mereka juga kadang risih.


Dan tak lama dari itu pun bel sudah berbunyi tetapi bel itu hanya bunyi sekali dan ya itu bel a'pel dadakan.


"Anah apel," ucap Deni.


"Pasti ini kepala sekolah ingin mengumumkan ujian," ucap Brayen.


"Iya ya pasti sih gua mendengar obrolan guru kata nya minggu depan kita udah ujian nasional," ucap Syifa.


"Gila dosa lo mendengar obrolan orang," ucap Caca.


"Hahahaha kek mana lah gua kan punya kuping jadi untuk apa kuping di ciptain kalo gak untuk mendengar," ucap Syifa.


"Ahaha bener juga," ucap Linda.


Akhirnya mereka pun sudah berada di lapangan dan sudah berbaris di barisan masing masing kelas mereka.


Kepala sekolah pun sudah berada di tengah tengah lapangan dan begitu guru guru pun sudah berbaris rapih.


"Assalamu'alaikum"ucap kepala sekolah.


"Waalaikumsalam,pak."


"Ya karena sudah siang bapak juga kepanasan jadi bapak mencoba untuk berbicara sependek mungkin," ucap kepala sekolah.


"Jadi mulai senin besok anak kelas 7 dan kelas 8 diliburkan dulu karena menyangkut kakak kelas kalian yang kelas sembilan akan. melaksanakan ujian," ucap bapak kepala sekolah.


"Yes libur!" teriak anak anak kelas 7 dan 8.


"Jangan senang dulu selama libur tugas kalian akan di share di grup kelas masing masing dan hari ini seluruh siswa akan di pulang cepat kan karena kami para guru akan mempersiapkan untuk senin besok," ucap bapak kepala sekolah.


"Sudah sekian informasi bapak dan jangan lupa bagi anak kelas sembilan jangan lupa di persiapkan dengan benar sekian terimakasih," ucap kepala sekolah lagi.


"Wah wah enak bener anak kelas tujuh sama kelas delapan udah libur seminggu eh hari ini mereka pulang cepat,"gumam Rosa.


Akhirnya anak anak pun menuju kelas mereka dan mereka bersiap pulang.


Didalam kelas.


"Ih kok gua deg degan ya senin besok," ucap Caca.


"Ahaha iya gua jua ca sama," ucap Rosa.


Akhirnya mereka pun pulang dan tiba tiba handphone Caca pun bergetar dan Caca melihat ada pesan dari Brayen.


"Ca," ketik Brayen.


"kenapa?" tanya Caca.


"Nanti sore jalan,yok."


"Sama diorang,kan?" tanya Caca.


"Gak kita berdua aja," ketik Brayen.


"Hmmm di mana?" tanya Caca.


"Ketemuan di gang depan aja," ketik Brayen.


"Mm okok," ketik Caca.

__ADS_1


Caca pun hanya tersenyum kecil ada rasa senang di hati nya dan begitu juga Brayen.


Caca, Linda,Rosa,dan Syifa pun akhirnya sudah di depan gerbang sekolah .dan Caca sudah melihat mobil nya ada di pinggir jalan.


"Guys gua deluan ya semua," ucap Caca sambil melambaikan tangannya.


"Yo ca hati hati," ucap ketiga sahabat nya itu.


Caca pun sudah ada di dalam mobil nya.Akhirnya mobil Caca menuju ke rumah Caca.


Diperjalanan ia melihat Brayen mengirimkan pesan lagi untuk nya.


"Ca jangan lupa nanti jam tiga sore di depan gang," ketik Brayen.


"Iya woy gua gak pikun," ketik Caca


"Sekedar mengingatkan ahaha," ketik Brayen


"💩💩," ketik Caca.


Taklama dari itu pun caca pun sudah sampai di rumahnya nya dan bibi nya pun langsung menghampiri nya.


"Non hari ini mau makan siang pakai apa?" tanya bibi.


"Mmm roti aja bi sama tolong potong potongin buah buahan."


"Baik non segera," ucap bibi yang langsung menuju dapur.


Mengingat Brayen mengajak jalan nanti sore Caca pun mengabari mami sama papi nya itu di grup keluarga.


"Mi,pi."


"Kenapa,nak?" tanya papi.


"Caca minta izin mi nanti sore caca mau keluar di ajak sama temen Caca boleh gak mi,pi?" tanya Caca.


"Iya boleh nak tapi jangan malem malem pulang nya ya nak kan kamu senin udah mulai ujian," ketik mami.


"Iya nak jangan malem malem kamu cewe gak baik pulang malem," ketik papi.


"Ok siap mi,pi."


Akhirnya Caca pun langsung membersihkan dirinya di kamar mandi dan setelah mandi ia mengambil baju di lemari nya.Setelah itu Caca pun memakai masker organik yang di belikan oleh mami nya.


Dan tak lama dari itu Caca pun mendengar ketukan pintu.


"Non,non."


"Mm masuk,bi."


Bibi pun langsung menaruh makanan caca di kasur nya dan ia langsung segera keluar.


Setelah memakai masker Caca pun memakan roti dan buah buahan yang dia makan itu. dan setelah itu ia merebahkan dirinya di kasur dan dia memasang alaram agar tidak telat.


Akhirnya Caca pun tertidur dengan masker nya itu.


Setelah jam menunjukan pukul dua alaram Caca pun berbunyi.sontak Caca pun terbangun.


Dan dia langsung mencuci masker yang ada di wajah nya itu.Setelah membersihkan wajah Caca pun langsung mencari baju yang akan dia pakai.


Sia menarik gaun yang berwarna biru langit.Dan dia memilih sepatu simpel yang saat di pakai langsung masuk.

__ADS_1


Caca pun memakai baju nya itu dan kemudian dia memoles wajah nya sedikit agar tidak terlihat pucat.Dan rambut Caca di catok sehingga bergelombang.


Caca pun terlihat sangat anggun rambut bergelombang kaki jenjang tubuh ramping ah manis sekali.


Setelah itu Caca pun langsung keluar kamar nya.


"Bi caca pergi dulu,"vucap Caca.


"Non udah izin sama tuan dan nyonya non?" tanya bibi.


"Sudah,bi"


Caca pun keluar dan menghampiri pak satpam nya itu


"Pak anterin caca ke depan gang pak."


"Oke siapa," ucap pak satpam.


Akhirnya Caca pun pergi bersama pak satpam dengan menggunakan motor.


Setelah beberapa lama Caca pun sudah melihat Brayen ia terlihat tampan dan sangat berwibawa.


"Sudah pak disini aja," ucap Caca.


"Hmm ok," ucap pak satpam.


Caca pun langsung menghampiri Brayen.


"Ca," ucap Brayen.


"Yo," ucap Caca canggung.


Akhirnya brayen pun mengajak Caca ke mobil nya.Caca pun bingung Brayen mengajak ke sebuah mobil seinget dia Brayen itu anak yang sederhana.


"Masuk,ca."


"Mmm ok," ucap Caca.


Brayen pun ikut masuk bersama Caca.dan supir Brayen pun bertanya kepada Brayen.


"Den kita mau ke mana?" tanya pak supir.


"Mm sudah saya share ya,pak."


Caca pun sontak kaget.


Batin Caca.


Den perasaan gua selama gua jadi sahabat nya Brayen yang gua kenal dia orang nya sederhana auah bingung gua.


"Mmm ray ini supir Lo?" tanya Caca ragu.


"Iya kenapa ca?" tanya Brayen.


"Mmm lo itu sebenar nya siapa sih ray?" tanya Caca lagi.


"Mmm pertanyaan itu gua belum bisa jawab," ucap brayen.


"Mmm ok," ucap Caca.


Ya karena Caca menghargai privasi Sahabat nya itu caca pun menyudahi pembicaraan mereka.

__ADS_1


__ADS_2