Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Terkena Racun


__ADS_3

Caca dan Rosa sudah sampai di sekolah kini mereka melihat banyak sekali murid yang memperhatikan mereka. Caca tahu jika dirinya dan Rosa sudah lama tidak masuk ke sekolah. pada saat Caca dan Rosa datang banyak yang membicarakan mereka berdua. Namun Caca tidak memperdulikan mereka kini didalam pikiran Caca hanya ada Brayen saja.


Rosa melihat Caca yang dari tadi melamun hanya dapat diam karena dia tidak ingin salah ngomong. Mereka kini sudah di kelas seperti biasanya. Saat ingin duduk tiba tiba handphone Rosa berdering. Rosa melihat yang menelepon Deni. Akhirnya Rosa mengangkat telepon tersebut dan dia berbicara dengan Deni.


Saat Deni bilang telepon nya kasih ke Caca sontak Rosa langsung memberikan nya. Pada saat Caca membuka suaranya terdengar suara Brayen dari dalam handphone tersebut. Hati Caca kini sangat senang. Wajah Caca kembali ceria tidak seperti tadi lesu dan cemberut.


Rosa membiarkan mereka berdua mengobrol. Pada saat bel masuk telah berbunyi akhirnya mereka menyudahi pembicaraan mereka. Caca kini merasa sedikit tenang karena sudah dapat mendengar suara Brayen. Pada saat jam pelajaran dimulai terlihat guru sedang membawa piala dan mendali.


Rosa sudah tahu jika itu piala dan mendali Caca yang belum diambil. Pada saat guru tersebut memanggil Caca sontak Caca bangun dan menghampiri guru tersebut. namun tiba tiba saja Caca tersandung jatuh.


"Bruk!"


Caca melihat kaki teman nya itu berada di luar. namun Caca berfikir itu tidak di sengaja. Pasalnya teman nya meminta maaf kepada nya. Saat Caca jatuh sontak seluruh kelas menertawakan Caca. Walaupun badan Caca kini sakit dia harus bangun dan menghampiri guru tersebut.


Kemudian Caca mengambil piala dan mendali dengan badan yang sakit. Setelah itu Caca akhirnya kembali lagi ke meja nya. Rosa yang melihat Caca jatuh walaupun dia juga ikut tertawa dia juga merasa kasihan terhadap Caca.


Kemudian Caca pergi kearah bangku nya. Caca berkata,"Sialan Lo sa," ucap Caca kesal. Jam pelajaran akhirnya dimulai kini Caca dan Rosa sedang belajar di kelas nya.

__ADS_1


Sedangkan Brayen lama tidak masuk di meja nya sudah banyak bunga dan coklat. Deni sedikit tertawa karena di laci Brayen banyak sekali bunga. Brayen berkata,"Sialan emang gua udah meninggal apa dikasih banyak banget bunga kek gini," ucap Brayen kesal.


Setelah itu mereka memulai pelajaran seperti biasanya. Sampai akhirnya jam istirahat sekolah tiba Brayen sangat malas untuk pergi ke kantin. Brayen lebih baik makan makanan yang diberikan oleh fans fans nya.


Deni berkata,"Ray kalo mereka sudah tahu lo sudah menikah bisa habis Caca," ucap Deni. Sontak Brayen tersenyum nakal kepada Deni. Kemudian Brayen berkata,"Mendingan gua yang ngabisin Caca dari pada diorang," ucap Brayen.


Sontak Deni langsung nyambung dengan apa yang Brayen bicarakan. Deni berkata,"Sialan lo otak mesum," ucap Deni. Mereka berdua tertawa puas. Deni memiliki banyak sekali pertanyaan di dalam otak nya.


Deni mengatakan,"Malem pertama kek mana bro?" tanya Deni. Sontak Brayen yang sedang memakan keripik balado langsung tersedak. Brayen berkata,"Belum Caca belum jadi milik gua seutuhnya," ucap Brayen. Sontak Deni terkejut dan menepuk tangan nya. Deni berkata,"Ray hebat lo bisa nahan nafsu lo. Btw percuma gua ngirim video itu," ucap Deni.


Sontak Brayen langsung menggeleng gelengkan kepala nya dan langsung mencubit Deni. Tidak lama kemudian datanglah Nesa menghampiri mereka berdua. Nesa berkata,"Hai ini gua sudah bawain nasi goreng untuk kalian," ucap Nesa. Karena Brayen sudah lapar dan males melangkahkan kakinya ke kantin akhirnya dia mengambil nasi goreng yang telah Nesa buat.


Nesa merasa senang karena bekal nya telah di makan habis oleh Brayen. Nesa berkata,"Caca pacar lo ya ray?" tanya Nesa. Sontak mendengar pertanyaan Nesa, Deni tersedak. Brayen menjawab dengan santai. Brayen berkata,"Caca istri gua baru nikah kemarin," ucap Brayen. Sontak mata Nesa kini melotot. Sedangkan Deni terkejut mendengar Brayen berbicara seperti itu.


Deni kemudian langsung berkata kepada Nesa. Deni berkata,"Bohong nes, Brayen kan gila orang nya jangan percaya sama dia," ucap Deni. Sontak Nesa langsung tersenyum. Kemudian Brayen melanjutkan memakan cemilan nya.


Tidak lama kemudian akhirnya bel masuk berbunyi. Brayen dan Deni kembali melakukan pembelajaran.

__ADS_1


Rosa kini panik karena Caca keracunan makanan. Rosa tidak melihat apa yang Caca beli tadi. Mulut Caca mulai membiru dan mulai mengeluarkan busa. Rosa menelpon pak Guntur agar dia dapat menghampiri mereka.


Rosa sudah menyuruh pengawal Caca agar memastikan tidak ada yang keluar dari wilayah sekolah. Rosa kini bada nya gemetar karena tubuh Caca sudah tidak bergerak. Seketika mobil ambulance datang dan langsung membawa Caca dengan cepat.


Rosa mencoba menelpon Deni dan Brayen namun handphone mereka tidak aktif. Rosa hanya dapat berdoa agar Caca selamat. Setelah itu mobil yang membawa Caca akhirnya tiba di rumah sakit dan Caca langsung dibawa keruang UGD. Renata dan Justin telah sampai dan mereka telah menunggu Caca. Mereka melihat tubuh Caca yang sudah tidak bergerak lagi mereka sangat khawatir.


Rosa lari dan langsung memeluk Renata. Justin hanya dapat menahan air mata. Kemudian Rosa berkata,"Mami maafin Rosa sudah lalai menjaga Caca," ucap Rosa.Renata hanya mengangguk tidak berkata apapun.


Rosa mencoba kembali untuk menelpon Brayen dan Deni. Kali ini Brayen mengangkat handphone yang berdering dan Brayen mendengar Rosa menjerit. Rosa berkata,"Brayen Caca keracunan sekarang dia di ruang UGD!" teriak Rosa. Brayen mendengar ucapan Rosa kini tubuh nya terasa lemas. Brayen sekarang sedang menolong Cantika karena tadi Cantika ketimpah meja.


Flashback on


Brayen dan Deni di panggil oleh pak Agus untuk memindahkan meja guru. Pada saat Brayen memindahkan meja guru Brayen melihat Cantika yang sedang duduk di pinggir tumpukan meja. Karena salah satu kaki meja tersebut rapuh akhirnya meja tersebut menimpah Cantika dan menyebabkan kaki Cantika luka parah.


Terpaksa Brayen dan Deni bergegas membawa Cantika ke rumah sakit. Kejadian tersebut dilihat oleh satu sekolah dan dilihat juga oleh Nesa. Saat mereka sudah di rumah sakit handphone Brayen berdering terus. Brayen melihat Rosa yang menelepon Brayen.


Akhirnya Brayen mengangkat telepon dari Rosa. Dan mendengar Rosa menjerit dan mengatakan Caca keracunan makanan disitulah seluruh badan Brayen gemetar.

__ADS_1


Flashback off.


Hai readers jangan lupa like dan komen aku tunggu jejak kalian di novel ku thank you guys 💕


__ADS_2