
Saat bunda mengecek kamar Brayen,tidak ada Brayen ataupun Deni. Kemudian Milen pergi ke kamar Deni yang baru. Milen melihat anak nya tidur bersama Deni. Milen saat melihat putranya sudah tertidur akhirnya dia tidak jadi memarahi Brayen. Milen berkata,"Sudahlah biarkan dia malem ini bersama Deni," ucap Milen.
Setelah itu akhirnya Milen tidur. Karena besok akan ada hari besar yang akan mereka lewati. Caca and the geng belum tertidur mereka masih menonton drama Korea. Pada saat sedang asik menonton,Rosa yang sedang menatap jendela melihat kembali orang yang sama persis yang ada di Cctv waktu itu.
Kemudian Rosa menghampiri Caca dan menyenggol tangan Caca. setelah itu Caca menengok kearah Rosa dengan mengangkat alis nya. Tangan Rosa menunjuk kearah luar jendela. Mata Caca pada saat mengikuti arah tangan Rosa dia melihat orang yang sama persis dengan yang ada di Cctv.
Orang tersebut sedang keluar pagar. Namun saat dia keluar tidak ada satu penjaga pun yang terdapat di pagar ataupun di pos. Karena di situ kebenaran ada Linda dan Syifa, akhirnya Caca memberitahu kepada Linda dan Syifa.
Caca menggedekan Volume tv yang ada di kamar nya itu. Setelah itu Caca menarik Syifa dan Linda ke arah kasur. Caca berkata,"Berkas pengintai papi hilang," ucap Caca. Saat mendengar perkataan Caca sontak Linda dan Syifa tahu Caca membutuhkan bantuan mereka berdua.
Setelah itu Syifa berkata,"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Syifa. Kemudian Rosa dan Caca berfikir keras memikirkan rencana mereka. Caca berkata,"Besok hari pernikahan gua. Di hari pernikahan pelayan di sibukkan dengan tugas masing masing mereka. Kalian dapat menyelinap di kamar para pelayan untuk mencari berkas tersebut," ucap Caca.
Kemudian, Rosa dilihat dari wajah nya ada perasaan tidak yakin. Karena pelayan yang di rumah Brayen lumayan banyak. Rosa berkata,"Nanti gua akan memberikan kalian alat pendengar agar gua dapat mengarahkan kalian dari ruang Cctv," ucap Rosa.
Linda dan Syifa hanya mengangguk dan kemudian mereka akhirnya bergegas tidur. Linda berkata,"Ayo tidur nanti besok yang jadi pengantin ngantuk lagi," ucap Linda. Kemudian Rosa dan Syifa tertawa dan Caca menutupi wajah nya dengan tangan nya.
__ADS_1
Setelah itu akhirnya mereka semua tidur dengan lelap menuju mimpi yang indah.
......................
Pagi hari telah tiba. Seluruh isi rumah telah di sibukkan oleh persiapan pernikahan Caca dan Brayen. Kini sahabat Caca sedang memakai baju yang telah di siapkan oleh keluarga Caca dan Brayen. Sedangkan Caca, sedang berhias.
Kemudian Linda,Rosa,dan Syifa mereka sudah siap. Linda memakai baju yang berwarna biru awan. Begitu juga dengan Rosa dan Syifa. Ketiga sahabat Caca itu sepakat untuk menggerai rambut mereka. Mereka terlihat begitu sangat cantik dan anggun.
Sedangkan Deni dan Brayen, mereka sedang bersiap siap. Deni sudah memakai jas nya dan menunggu Brayen di kamar baru nya. Deni sambil memainkan handphone milik nya Deni sambik melihat sekilas wajah Brayen. Deni berkata,"Bro nanti kalo lo udah nikah kasih gua keponakan yang ganteng," ucap Deni.
Tidak lama dari itu, Rosa mengetuk pintu kamar Deni dan Brayen. Mendengar ketukan pintu akhirnya Deni membuka pintu tersebut. Deni melihat Rosa sangat cantik sekali. Sampai dia melamun. Kemudian Rosa menyampaikan pesannya kepada Deni. Rosa berkata,"Den,ayok kita keruang Cctv," bisik Rosa.
Kemudian Deni mengangguk dan menyetujui apa yang di bicarakan Rosa. Mereka berdua akhirnya pergi secara diam diam menuju ruang Cctv. Saat telah sampai di ruangan Cctv akhirnya Rosa membicarakan rencananya.
"Jadi gua,Linda,dan Syifa akan menyelinap masuk ke kamar pelayan. Dan gua perlu bantuan lo untuk mantau dari kamera Cctv. Gua akan memberikan lo alat komunikasi agar lo bisa terhubung dengan gua,Linda, dan Syifa."
__ADS_1
Mendengar perkataan Rosa. Deni terkejut karena rencana mereka ini dapat dibilang rencana yang nekat. Mereka dapat saja tertangkap oleh salah satu pelayan yang bekerja sama dengan musuh perusahaan ayah Brayen. Kemudian Deni berkata,"Rosa ini dapat membahayakan diri kalian bertiga dan apabila kalian tertangkap oleh salah satu dari pelayan yang bekerja sama dengan musuh ayah atau papi nyawa kalian akan terancam," ucap Deni.
Lalu Rosa menghembuskan nafas kasar nya. Rosa berkata,"Iya gua tahu ini berbahaya,namun tenang saja seluruh nya udah gua persiapkan semuanya. Masalah keamanan sudah gua siapin. Caca juga sudah mengetahui rencana ini," ucap Rosa. Mendengar perkataan Rosa yang sangat meyakinkan akhirnya dengan berat hati Deni mengiyakan rencana Rosa tersebut.
Saat Deni menyetujuinya Rosa terlihat sangat senang. Lalu Rosa tiba tiba memeluk tubub Deni. Rosa berkata,"Gua percaya sama lo den, tolong bantu gua," ucap Rosa. Sontak wajah Deni kelihatan terkejut. Kemudian Deni langsung duduk di kursi kamera Cctv.
Setelah itu Rosa memberikan alat penghubung ke Deni. Rosa sekarang menuju ke kamar Caca lagi. Saat di perjalanan Rosa melihat kursi sudah di rapihkan seluruh pelayan kini sangat sibuk. Di dalam Caca sudah selesai. Rosa melihat Caca sangat cantik. Kaki jenjang, tubuh ramping serta wajah yang putih.kini Caca seperti bidadari.
Linda dan Syifa terpukau oleh kecantikan Caca. Linda berkata,"Astaga Caca gua aja bengong ca ngeliat lo apa lagi Brayen nanti yang ngeliat," ucap Linda. Caca langsung mengambil handphone nya dan mengajak Linda, Syifa, dan taklupa dengan Rosa untuk berselfie.
Setelah itu mereka berpelukan. Syifa berkata,"Kasih gua keponakan yang cantik dan ganteng," ucap Syifa. Saat mendengar ucapan Syifa seketika Caca mencubit tubuh Syifa. Rosa dan Linda hanya tertawa melihat tingkah Caca dan Syifa.
Tidak lama dari itu terdengar suara ketukan di pintu Caca. Syifa membuka pintu tersebut dan melihat mami. Setelah itu Renata masuk dan menghampiri Caca. Air mata hampir keluar dari mata Renata. Namun Renata sekuat tenaganya untuk menahan air mata tersebut. Renata berusaha tersenyum senang agar dia Caca senang.
Renata mengelus kepala Caca. Kemudian Renata berkata,"Sayang ayo kita keluar kalian harus berfoto dulu agar menjadi kenang kenangan," ucap Renata. Kemudian Caca memeluk maminya tersebut . Caca berkata,"Mami Caca sayang sama mami trimakasih sudah mengurus Caca hingga sebesar ini," ucap Caca.
__ADS_1
Air mata yang Renata tahan kini tidak dapat ia tahan Kembali. Renata menangis senang karena kini anak gadis nya sudah besar. Karena tidak ingin adanya kesedihan akhirnya Linda,Rosa, dan Syifa menarik Caca dan Renata keluar dari kamar.