Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Cepat


__ADS_3

Sedangkan di rumah Caca.


Terdengar suara ketukan di pintu Caca


"Non Caca non Rosa bangun non, bangun," ucap bibi dari luar pintu.


Tidak ada yang menjawab dari dalam kamar.


mami pun menghampiri bibi dan mami juga memanggil anak dua itu.


"Caca Rosa bangun kalian mau mami tinggal liburan!" teriak mami.


Caca Langsung membuka mata nya karena dia lupa kalo hari ini akan pergi ke Bali.


"Rossa bangun, lo gak mau di tinggal mami, kan?" tanya Caca.


Mami pun langsung langsung membuka pintu kamar caca dan melihat Rosa dan Caca belum bersiap siap.


"Mami tunggu kalian setengah jam harus udah di bawah semua," ucap mami tegas.


Mami akhirnya keluar dari kamar Caca dan turun kebawah menunggu Caca dan Rosa di bawah di ruang tamu . Papi juga begitu papi sedang bersantai di teras sambil menunggu anak nya dan sahabat nya itu.


Rosa juga kaget mendengar perkataan mami.


"Ca cepet ca, lo mandi deluan," ucap Rosa menyuruh.


"Iya woy,sebentar," ucap Caca sambil mengambil handuk nya.


Rosa sambil menunggu Caca dia menonton tv yang ada di kamar Caca.


Caca sedang mandi ia berendam di bathtub milik nya.setelah Caca mandi Rosa pun masuk di kamar mandi.


Caca langsung mengambil baju yang sudah di siapkan dan dia langsung memakai nya.


Setelah itu Caca langsung memakai skincare seperti biasa dan Langsung membawa tas dan koper milik nya ke pinggir kasur .sambil menunggu Rosa , Caca memainkan handphone milik nya.


Taklama kemudian Rosa pun sudah selesai mandi.Dia langsung mengambil pakaian yang sudah ia siapkan setelah itu ia langsung memakai skincare seperti Caca.


Setelah semua siap, Caca dan Rosa akhirnya turun ke bawah dan melihat mami sudah menunggu.


"Ayo cepat papi sudah menunggu di mobil," ucap mami.


"Oke," ucap Caca dan Rosa.


Hati Caca dan Rosa sangat merasa senang.


"Bali I'm coming," ucap Caca.


Rosa hanya tersenyum melihat tingkah Caca.


Saat di perjalanan Caca dan Rosa lapar karena mereka belum sarapan.


"Mi," ucap Caca.


"Mmm knp?" tanya mami yang sedang memainkan handphone milik nya.

__ADS_1


"Laper, mi."


" Eh iya kalian belum sarapan,ini nih ada roti tadi papi yang bawa," ucap mami sambil memberikan roti yang berisi selai cokelat tersebut.


"Syukurlah ada roti,makasi mi makasih pi," ucap Caca sambil mengambil roti yang di pegang mami.


Mereka sarapan roti dengan selai coklat.Sambil memakan roti Rosa pun live dan tentu saja jika Rosa live pasti banyak yang nonton.


Ya Rosa tidak beda jauh dengan Caca . Rosa memiliki paras yang cantik dan memiliki kulit yang sangat terjaga.


"Hai guys morning," ucap Rosa di live nya".


"Sa lo lagi live ya?" tanya Caca.


"Yoi bro lagi live, nih!" ucap Rosa.


"Oke guys, karena banyak yang nonton kalian ada yang mau di tanya gak?" tanya Rosa dalam live nya itu.


Caca pun hanya menggeleng gelengkan kepala nya melihat tingkah Rosa.


"Oke ada yang nanya lo lagi sama siapa?" ucap Rosa.


"Rosa lagi sama gua," sahut Caca.


"Oke yang lain ada lagi?" tanya Rosa yang sedang live itu.


"Gak ada yang nanyain mami,nih."


"Ahahaa, Renata emang nya siapa yang mau nyariin kamu?" tanya papi.


"Ya numpang tenar lah pi, dikit dikit,"canda mami ke papi.


Keluarga Caca di sambut oleh pihak bandara.


"Anak anak jaga barang berharga kalian walaupun kita di sambut seperti raja dan ratu kita harus tetap hati hati," pesan mami.


"Baik mi," Jawab Caca dan Rosa.


Liburan keluarga Caca kali ini memang tidak ada penjagaan ketat cuma beberapa pengawal saja yang di suruh datang. keluarga Caca akhirnya masuk ke bandara.


***


Sedangkan Brayen.


Brayen sudah siap dari tadi dan dia sedang membantu memasukkan koper milik keluarga nya itu kedalam mobil mereka.


Sambil menunggu ayah dan bunda nya siap Brayen memainkan sebuah game online .


Taklama kemudian ayah dan bunda Brayen sudah siap.


"Bi saya percaya sama kamu tolong jaga rumah jangan sampai oranglain masuk," pesan ayah.


"Baik tuan," ucap bibi nya itu.


Brayen dan keluarga nya itu pun menaiki mobil yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Saat di perjalanan ada rasa sedih dan rasa senang di hati Brayen.


Brayen berfikir apa dia bisa ke Jakarta lagi,apa nanti Deni saat sudah besar melupakan brayen.


Brayen hanya pasrah ia hanya menunggu waktu yang menjawab.


Lamunan Brayen dipecah kan oleh suara bunda.


"Nak kamu mau roti?" tanya bunda.


"Mm boleh bunda," ucap Brayen.


Brayen akhirnya memakan roti yang diberikan bunda nya .


Taklama dari itu keluarga Lavendra akhirnya sampai di bandara.


Tiba tiba handphone bunda berbunyi.bunda pun mengangkat telpon terlebih dahulu.


Seperti Caca keluarga Brayen juga di sambut oleh pihak bandara dan sebener nya terdapat penjagaan yang ketat tetapi orang suruhan ayah nya itu menyamar menjadi pengunjung.


"Wah,wah sepertinya nya kita kedatangan keluarga Lavendra," ucap salah satu orang yang di bandara.


Wajah ayah Brayen melihat orang itu tidak menunjukkan senang ataupun tidak suka Brayen hanya menunjukkan wajah datar nya.


Brayen mengetahui orang itu dan ya orang itu bernama Wiliam.william merupakan seorang rekan bisnis ayah dan sekaligus mantan pacar bunda nya sewaktu muda dulu.


"Apa kabar?" tanya William dengan ayah.


"Baik," ucap ayah nya.


Bunda datang dan ia terkejut saat melihat william.Bunda Brayen itu mengetahui wajah ayah nya tidak menyukai kehadiran William.


"William kami pergi dulu,"bucap bunda sambil menggandeng tangan ayah nya.


Brayen melihat tingkah ke dua orang tua nya itu.


Batin Brayen.


Hmmm apa iya nanti gua gede juga punya istri terus nanti gua atau gak bini gua punya mantan apa nanti suasana nya begini kalo ketemu mantan.


"Iya hati hati," ucap William.


Keluarga Lavendra itu pun pergi memasuki bandara.


"Brayen ayah dan bunda mau menemui teman bisnis dulu ya kamu mau ikut apa nunggu di sini?" tanya bunda.


"Ikut deh Bun Brayen bosen di sini," ucap Brayen.


"Hmm ayo," ajak bunda nya.


Brayen akhirnya mengikuti bunda dan ayah nya itu untuk menemui teman bisnis nya.


Setelah hampir sampai di tempat Brayen sudah tidak tahan buang air besar.


"Agh sial kenapa ada panggilan alam dadakan sih ribet banget," gumam nya.

__ADS_1


Brayen pun langsung menuju ke toilet dengan di temani pengawal ayah nya namun Brayen tidak berpamitan dengan kedua orang tua nya itu.


......................


__ADS_2