
Caca sedang bersiap-siap akan pergi ke perusahaan. Sedangkan Brayen sedang membawa alat dan pakaian untuk melindungi diri mereka dari serangan apapun.
"Sayang pakai jas ini!"
"Iya sebentar ada yang ingin aku ambil."
Brayen menunggu Caca didepan pintu. Setelah itu Caca dan Brayen segera ke perusahaan. Waktu itu jam masih menunjukkan pukul empat pagi. Namun, Caca dan Brayen sudah harus pergi ke perusahaan karena ada yang sedang tidak beres.
Flashback on.
Pada saat Caca ingin pergi buang air kecil Caca melihat handphone Brayen terus berdering.
"Kebiasaan Brayen selalu saja dia tidak mengaktifkan volumenya."
Caca melihat Rosa menelpon Brayen. Tidak hanya Rosa saja tetapi Rendi,Deni,Linda,Dan Syifa juga sudah menelpon Brayen beberapa kali.
"Astaga ada apa mereka menelpon malam- malam seperti ini?"
Akhirnya Caca menelpon kembali Rosa menggunakan handphone Brayen.
"Halo Rosa kenapa kalian menelpon malem-malem seperti ini?"
"Caca kalian dari mana saja ada seseorang yang telah berhasil mengacaukan data perusahaan!"
"Astaga!" teriak Caca.
Mendengar teriakan Caca, Brayen akhirnya bangkit dari tidurnya dan melihat wajah Caca yang sedang panik.
"Astaga sayang ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?"
"Ray seseorang telah berhasil mengacaukan data perusahaan!"
"Sialan sudah kuduga pasti ada saja yang berulah."
Brayen dan Caca langsung bergegas dengan cepat menyiapkan peralatan yang mereka butuhkan.
Flashback off.
Sengaja tidak memanggil siapapun. Brayen dan Caca mengerjakan data-data tersebut sendiri. Mereka terus mencoba melakukan dan merapikan kembali data yang telah dikacaukan tersebut.
"Sayang ini bagaimana data-data kita dapat seperti ini?"
"Aku juga tidak tahu dan semenjak chip itu hilang data perusahaan menjadi lebih mudah diakses orang yang tidak bertanggung jawab."
Pada saat itu hanya ada Caca dan juga Brayen dikantor tersebut dan juga penjaga kantor sedang memerika cctv satu persatu.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi. Brayen yang melihat wajah Caca kelelahan.
"Sayang ayo kita beli sarapan dulu," ucap Brayen yang menghampiri Caca.
"Aku ingin nasi uduk,ray."
Sontak ucapan Caca mengejutkan Brayen.
"Sayang disini tidak ada nasi uduk tempe saja sulit mencarinya."
__ADS_1
Caca akhirnya meminta permintaanlain.
"Baiklah jika seperti itu ayo kita beli steak daging sapi."
"Baiklah ayo kita ke toko tersebut."
Akhirnya Brayen dan Caca pergi membeli sarapan. Brayen mengunci pintu dengan keamanan yang ketat. Tidak lupa dengan jas anti peluru yang telah mereka gunakan.
"Aku sangat ngantuk!"
"Sama aku juga tidak tahu mengapa akhir-akhir ini banyak sekali masalah."
"Lainkali jika ada hal penting bilang-bilang ya,popi."
"Ehehe iya maaf."
Akhirnya mereka sampai ditempat yang mereka tuju. Caca yang mencium wangi daging yang baru dipanggang kini wajahnya menjadi ceria.
"Aku mau steak yang jumbo dengan kentang yang banyak!"
"Baiklah-baiklah akan aku belikan kau sebaiknya tunggu disini dulu jangan kemana-kemana."
"Ok popi momi bakal nunggu disini."
Akhirnya Brayen menuju kedai steak dan membelikan sarapan Caca.
Sambil menunggu Brayen Caca membuka handphonenya dan menelpon Rosa.
"Halo?"
"Halo bumil kok suaranya sepertinya kelelahan."
"Eh iya besok kami sudah akan meluncur ke sana, loh!"
"Aku tunggu kalian dirumah kami see you onti , Rosa."
Brayen akhirnya telah selesai memesan dan segera menuju kearah Caca. Kemudian pada saat Brayen datang Caca melihat banyak sekali makanan.
"Sayang kenapa banyak sekali yang kamu pesan?"
"Oh ini tidak apa-apa aku lihat akhir-akhir ini kamu suka makanan manis jadi aku belikan juga belikan pretzel sebagai makanan penutup."
"Ehehe iya trimakasih banyak, popi!"
Mereka akhirnya makan bersama. Brayen menyadari jika mereka berdua belum ada yang mandi dan wajah mereka berdua masih wajah bantal.
"Yang kamu tahu tidak kita ini belum ada yang mandi."
"Aku tidak peduli karena setahu aku walaupun aku tidak mandi aku tetap terlihat cantik dan wangi."
"Kamu ini kebiasaan sekolah masih saja dibawa-bawa."
"Ahaha ternyata kamu masih ingat kebiasan aku dulu."
Tetapi yang dikatakan Caca ada benarnya. Walaupun dia belum mandi Caca masih terlihat cantik dan elegan.
__ADS_1
Setelah selesai Caca dan Brayen langsung kembali ke perusahaan. Saat diperjalanan Caca menceritakan dirinya tadi habis menelpon Rosa.
"Rosa dan lainnya akan berangkat besok."
"Oh jika seperti itu malam ini kita harus membereskan kamar yang ada dirumah."
Rumah Caca dan Brayen memiliki empat kamar.
"Ehehe iya kamar nya berantakan belum kita rapikan."
"Sama kita harus beli makanan yang banyak," ucap Caca.
Brayen mengangguk dan dirinya kini semakin tidak sabar bertemu dengan Deni dan Rendi.
Sesampainya mereka dikantor semuanya tertuju pada pakaian yang Brayen dan Caca kenakan.
"Tuan mengapa kalian masih memakai baju tidur?" tanya salah satu karyawan.
"Oh itu nanti kami beritahu sekarang bunyikan bell rapat agar semua orang berkumpul."
"Baiklah tuan segera saya kerjakan."
Akhirnya Caca dan Brayen menuju keatas dan mereka menunggu semua orang berkumpul.
Akhirnya seluruh karyawan telah berkumpul dan kini Ibu negara membuka pembicaraannya deluan.
"Untuk karyawan semua yang bertanya-tanya kenapa kami masih berpakaian seperti ini itu karena tadi pagi sekitar jam empat pagi data perusahaan telah berhasil dikacaukan oleh seseorang."
Sontak wajah seluruh karyawan terkejut mendengar penjelasan Caca.
"Untuk itu saya harap semua untuk memperketat keamanan sistem diperusahaan kita."
Akhirnya Caca telah selesai menyampaikan perkataan yang ingin disampaikannya. Caca yang menyuruh Brayen untuk berbicara tiba-tiba saja Brayen menolak dan sepertinya Brayen sedang memperhatikan sesuatu.
Caca mengerti dengan tingkah Brayen yang seperti itu. Ada karyawan yang sedang berkhianat dengan perusahaan.
"Baiklah itu saja yang saya dan Brayen yang ingin sampaikan dan untuk kalian tetap setia dan jangan berkhianat oke."
Akhirnya seluruh karyawan kembali kemeja dan ruangannya masing-masing.
Brayen dan Caca kembali keruangan. Saat sudah berada diruangan Brayen segera mengunci pintu dan mengaktifkan peredam suara.
"Sayang apakah bakalan ada pertumpahan darah lagi?
"Aku harap tidak namun sepertinya bakal terjadi."
"Aku tahu kamu tadi sedang memperhatikan salah satu karyawan sebaiknya orang tersebut kita apakan?"
"Oh itu nanti kita bahas bersama Rosa dan yang lainnya."
"Baiklah jika seperti itu."
Caca dan Brayen akhirnya menuju kesofa dan kini mata mereka mulai tertidur. Caca tidak lupa mengaktifkan alaram agar bangun dengan tepat waktu.
"Maafkan kami karyawan semuanya kami telah melanggar peraturan seharusnya tidak boleh tidur diperusahaan namun hari ini sangatlah melelahkan," gumam Caca.
__ADS_1
Salah satu cleaning services ingin membuka pintu namun tidak bisa. Akhirnya cleaning services tersebut berfikir positif.
"Mungkin nyonya dan tuan sedang beristirahat."