Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Mencurigakan


__ADS_3

Deni,Caca dan Brayen kini mereka sudah ada di kelas Deni dan Brayen.Mereka berhasil menyelinap masuk ke kelas mereka.


Brayen mengambil barang yang mereka perlukan dan memberikan nya kepada Caca.


"Ca ini lo pegang sewaktu waktu ada yang melihat lo,lo langsung lemparin orang itu dengan bola besi ini aja," Katanya Brayen.


"Baiklah ," setelah itu mereka menyelinap lagi ke luar.


Saat mereka menyelinap di luar Deni melihat beberapa orang yang mengenakan topeng sudah berada di lorong kelas.


Deni langsung menarik baju Caca dan Brayen.


"Ray kita gak bisa keluar di sini sudah banyak orang," ucap Deni pelan.


"Agh den kita terlambat lebih baik lo sekarang telepon ayah dan bunda minta bantuan ke mereka," katanya Brayen.


"Iya ray," katanya Deni.


Sebelum itu Brayen mengajak Deni dan Caca ke ujung kelas dan terdapat lemari yang cukup untuk mereka bertiga.


"Den kek nya ini cukup untuk kita untuk sementara kita sembunyi di sini," katanya Brayen.


Caca mau tidak mau mengikuti apa yang di perintahkan oleh Brayen.


Mereka akhirnya masuk ke dalam lemari tersebut.

__ADS_1


Tepat mereka masuk ke dalam lemari tersebut orang orang bertopeng itu memeriksa kelas mereka.


"Di sini tidak ada," teriak orang bertopeng tersebut.


Caca, Deni, dan Brayen kini saling menatap di dalam lemari tersebut.


Tidak di sengaja Brayen memegang tangan Caca dan dia merasakan dingin di tangan Caca.


"Ca sudahlah la sebentar lagi bantuan ayah dan bunda akan datang," katanya Brayen.


Namun Caca tidak menjawab perkataan Brayen.


Tidak lama kemudian Brayen dan Deni mendengar suara lagi yang memanggil mereka.


"Ah ray seperti nya bantuan ayah sudah datang," katanya Deni.


Setelah itu Brayen mendengar suara yang memanggil mereka.


Kemudian mereka keluar dan menghampiri suara yang memanggil mereka tersebut.


Brayen melihat ayahnya datang sendiri ke sekolah dan orang orang yang tadi mencari Brayen sudah di tangkap oleh polisi.


"Ayah," Brayen memeluk ayah nya.


Kini Kenzo melihat Caca bersama anak nya itu dan Caca terkejut orang ini seperti nya pernah dia lihat namun Caca lupa dimana dia melihat nya.

__ADS_1


Setelah itu Kenzo langsung menyuruh mereka pulang kerumah dan menyuruh mengajak Caca pulang ke rumah Brayen.


"Nak kamu bawa seluruh barang kamu ke rumah Brayen aja ya soal nya di sini tidak aman," katanya Kenzo.


Caca masih kebingungan dan dia hanya dapat mengangguk.


Setelah itu Brayen,Caca, dan Deni pulang deluan sedangkan ayah nya sedang mengurus orang yang hampir mencelakai anak anak nya itu.


Kini Caca dan Brayen berada di satu mobil dan mereka menuju ke arah penginapan Caca


Mereka akhirnya sampai di penginapan Caca.


Saat mereka sampai semua mata tertuju ke arah mereka.


"Ah itu Brayen Lavendra kan dengan sahabat nya Deni," ucap salah satu orang tersebut.


"Iya benar dan siapa perempuan itu," bisik orang tersebut namun terdengar oleh telinga Brayen.


Setelah mereka sampai di lobby hotel mereka melihat guru panitia Caca berada di hotel tersebut.


Karena Brayen merasa ada yang janggal akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti guru Caca tersebut.


"Hei Deni aku harus ke toilet jaga Caca ok," katanya Brayen.


" Ok ray," katanya Deni.

__ADS_1


Setelah itu Deni mengikuti Caca dan Brayen bukannya pergi ke toilet dia malah pergi mengikuti guru Caca.


__ADS_2