Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Rencana Ini Harus Berhasil!


__ADS_3

Setelah mereka selesai berkerja kini Brayen dan Cantika sedang memilih barang-barang yang akan mereka bawa.


Cantika sangatlah sibuk dengan memilih barang yang akan dia bawa nanti. Namun Brayen hanya menatap handphonenya saja.


Kemudian Brayen melihat Bundanya memberikan pesan bahwasanya Caca dan ketiga sahabatnya itu ada disalah satu kota di benua biru tersebut.


Kemudian Brayen menghentikan dan menghapus pesan dari bundanya itu dan langsung menghampiri Cantika.


"Sayang kita nanti ingin berkunjung kemana?"


"Oh kalo itu tempat biasanya aku liburan."


Brayen mengerti yang Cantika ucapkan dan kini dia mengambil handphonenya lagi dan langsung mengabari Linda dan Syifa.


Tidaklama dari itu Linda dan Syifa yang sedang asik makan kini melihat di handphone mereka terdapat pesan dari Brayen yang menyuruh mereka untuk membeli barang-barang yang akan mereka bawa.


"Eh ini ada pesan dari Brayen ayo kita beli apa yang Brayen suruh."


"Eh iya sif ayo nanti rencana kita gagal lagi."


Kedua gadis itu langsung berjalan dengan cepat tanpa memperhatikan area sekeliling mereka. Tidak sengaja Linda menabrak seseorang laki-laki tampan. "Ups," ucap orang tersebut.


"Sori bang gua lagi buru-buru soalnya!"


Kemudian laki-laki itu adalah Zekri yaitu kakaknya Cantika. Zekri akan bertemu Cantika sebelum adiknya itu berlibur dengan Brayen.


Cantika yang diam-diam izin pergi ke toilet yang meninggalkan Brayen sendiri di restoran. Setelah itu Cantika melihat kakaknya itu sedang duduk disebuah bangku yang telah disediakan.


"Kakak!" teriak Cantika dari kejauhan.


"Bagaimana keadaan dirimu?"


"Aku sangatlah baik kak kau tahu tidak aku akan berlibur ke kota yang biasa kita kunjungi!"


"Ahaha adik kecilku memang tidak berubah hati-hati jangan sampai terluka."


"Oke kak, eh iya kak aku akan kembali ke tempat Brayen nanti dia curiga jika aku berlama-lama disini."


"Baiklah," ucap Zekri yang langsung membalikkan tubuhnya.


Kemudian Linda dan Syifa yang tidak sengaja melihat Cantika sedang mengobrol dengan seseorang laki-laki yang tidak mereka ketahui itu langsung memotret kejadian tersebut.


"Gila ini nenek lampir tidak tahu malu."


"Eh cuy siapa tahu itu sodaranya kita tidak tahukan."

__ADS_1


"Tapi Brayen bilang jika Cantika itu anak tunggal."


"Sudah-sudah ayo kita bergegas membeli barang yang disuruh Brayen beli besok kita sudah harus pergi."


Kemudian mereka kembali lagi mencari barang yang mereka cari. Sedangkan Brayen kini melihat Cantika telah kembali.


"Sudah malem aku harus pulang aku harus menemui ayah dan bunda."


"Hmm baiklah bilang ke mereka kalau kita akan berlibur."


"Baiklah hati-hati jaga dirimu."


Kemudian Brayen meninggalkan Cantika dan langsung pergi kerumah Caca. Kemudian saat diperjalanan Brayen terus berharap semoga apa yang bunda dan ayahnya bilang itu benar.


Caca kini sangatlah senang karena hari ini mereka mendapatkan untung yang sangatlah banyak.


"Astaga hari ini kita benar-benar untung banyak!"


"Ahaha iya namun uang ini belum cukup untuk kita kembali ke Indonesia."


"Iya kita harus bersabar bro sebentar lagi orang suruhan mami dan papi pasti menemukan kita!" ucap Rosa yang sedang asik makan.


"Kenapa lo bisa bilang seperti itu?" tanya Rendi yang memegang sebuah roti.


Kemudian Caca hanya diam saja dan kini hanya berharap jika apa yang dikatakan Rosa itu benar. Setelah itu Deni yang sedang asik menikmati tontonan filmnya kini bingung karena dia takut akan kejadian ini terulang lagi.


"Brayen semoga lo bisa ngelawan orang itu."


Kemudian Rendi langsung mengecek alat komunikasi yang dia dapat. Rendi terus mencoba agar dirinya dapat menghubungi kedua orangtuanya.


Sekarang Brayen telah sampai dirumahnya Caca kini Brayen sedang membicarakan rencana mereka. Orang suruhan Justin dan Renata telah melihat Rosa namun itu tidak dipastikan bahwa itu Rosa atau hanya seseorang yang mirip saja.


"Tuan orang suruhan saya telah menemukan seseorang yang seperti non Rosa namun kami belum dapat menemukan non Caca ataupun den Deni."


"Mereka pasti ada disekitar situ aku yakin mereka pasti selalu bersama-sama."


Kemudian Kenzo langsung menghampiri anaknya itu kini Kenzo menitipkan pesan bahwa agar Brayen berhati-hati dan jangan melakukan hal yanh ceroboh.


"Brayen kau tahu kini Caca sebentar lagi ditemukan kau telah mengalami yang keajadian yang kemarin jadi kau harus lebih berhati-hati dalam melakukan hal ini."


Tiba-tiba pintu utama terbuka dan itu mengejutkan semua orang yang berada didalam rumah tersebut.


"Tante apa kabar?!" teriak Syifa.


Linda hanya menggeleng saja saat melihat Syifa yang teriak menghampiri Renata dan Milen.

__ADS_1


"Mereka berdua ada disini juga?" tanya Kenzo ke Brayen.


"Iya yah aku membutuhkan mereka berdua untuk menyelesaikan rencana yang telah aku rencanakan."


"Baiklah jika seperti itu."


Kemudian Renata langsung memeluk sahabat-sahabat kedua anaknya itu. Begitu juga Milen yang langsung menyambut Linda dan Syifa.


"Tante aku sungguh sedih mendengar berita, Caca."


"Saat membayangkan kejadian itu bunda dan mami telah berusaha sekeras mungkin karena pada saat itu orang suruhan kami kalah banyak dengan orang suruhan Zekri."


Mendengar ucapan itu Linda kini menjadi geram. Namun Syifa yang mendengar nama Zekri sepertinya nama itu sering dia dengar.


"Tante aku tidak tahu ini benar atau tidak Zekri bukankah musuhnya, Caca?"


"Iya waktu itu Zekri juga telah berusaha berkali-kali menculik, Caca."


Setelah itu tiba-tiba saja suara mobil terdengar dari diluar. Kemudian Brayen menduga itu adalah Cantika.


"Cantika datang sebaiknya kita harus berisikap biasa saja."


Tepat pada saat Brayen telah berkata seperti itu Cantika masuk dengan riang. Kemudian Cantika langsung memeluk Brayen dan memanggil Brayen sayang.


"Sayang pakaian kita telah disiapkan oleh orang rumah jadi besok kita tinggal berangkat."


"Bagaimana dengan pakaian Linda dan Rosa?"


"Oh itu tenang saja sudah aku bereskan semuanya."


Saat Cantika datang Cantika melihat orang yang berada didalam rumah itu sangatlah sibuk dengan pekerjaan masing-masing mereka.


"Eh tante kau tahu tidak nenek lampir itu seperti tidak ada urat malunya."


"Hahahaha biarkan saja kita lihat sampai mana dia dapat melakukan keluarga kita seperti ini!"


Kenzo dan Justin tidak ingin melihat Cantika akibatnya mereka mengungsikan diri mereka ke balkon atas rumah.


"Tante apa kabar? bagaimana kalian berkerja di perusahaan orangtuaku?"


"Oh itu terimakasih gajih yang kalian berikan cukup," ucapan Renata dengan tersenyum yang dipaksakan.


"Iya nak makasih nanti kami akan berkerja lebih giat lagi!" ucap Milen.


Kemudian Linda dan Syifa kini hanya saling menatap saja karena mereka tahu Milen dan Renata terlihat raut wajah mereka sangatlah dipaksa untuk tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2