Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
#2Pegawai Baru


__ADS_3

"Ray jauhkan lobster itu dari diriku aku tidak suka baunya!"


"Astaga sayang bukankah ini yang kau inginkan?"


"Aku tidak tahu sekarang aku tidak selera melihat lobster itu!"


Deni dan Rendi hanya saling menatap saja saat melihat Brayen dan Caca yang sedang adu mulut.


Sedangkan Rosa hanya menahan tawa saja melihat tingkah kedua sahabatnya itu.


"Ayolah kawan jika Caca tidak mau gua saja yang memakan lobster itu," ucap Rendi.


Akhirnya Brayen menyingkirkan lobster dari meja makan.


"Bumil mau makan apa?" tanya Rosa.


"Aku mau daging dan juga roti!"


"Baiklah biar onti Rosa yang memasaknya dan kalian yang cowok silahkan melanjutkan makannya."


Akhirnya Brayen,Deni dan Rendi melanjutkan makan malam mereka.


Caca mengikuti Rosa menuju kearah dapur.


"Rosa bagaimana keadaan papi dan mami?"


"Alhamdulillah tuhan selalu melindungi mereka."


"Kamu tahu tidak aku sangatlah rindu dengan makanan Indonesia."


Rosa yang mendengar kata makanan dari mulut Caca kini baru teringat snack jajanan Indonesia yang ada dikoper miliknya.


"Kamu tahu pada saat kamu bilang makanan Indonesia aku baru teringat bahwa aku membawa beberapa makanan Indonesia."


Sontak wajah Caca terkejut dan kini hatinya gembira mendengar ucapan Rosa.


"Ayo kita buka kopernya!"


"Bumil cantik kau harus mengisi perutmu dulu baru kita buka kopernya, okey."


"Baiklah-baiklah aku sebaiknya menuruti onti, Rosa."


Setelah itu Caca baru teringat bahwa kini Rosa sedang berpacaran dengan Deni.


"Ngomong-ngomong onti Rosa sudah punya pacar, ya?"


"Haduh Caca kamu ini!"


Rosa yang sambil memasak makanan Caca kini tersenyum malu.


"Sudah berapa lama kalian pacaran?"


"Caca gua ini baru datang sudah kamu introgasi aja."


Kemudian Caca tertawa. Tiba-tiba Deni sedang ingin mengambil air minum dan menuju kearah Rosa dan Caca.


"Ren pajak jadian!" ucap Caca.


Sontak wajah Deni terkejut mendengar ucapan Caca.


"Enak aja!"


"Jagain Rosa gua jangan lo bikin nangis jangan lo beri harapan palsu jangan lo ghosting!"


"Bumil jangan marah-marah nanti calon keponakan gua stress," ucap Deni.


Tepat pada saat Rosa ingin mengambil piring Deni berada dibelakangnya.


"Aduh!" ucap Rosa yang tidak sengaja membentur tubuh Deni.


"Hei kalau ingin pacaran jangan disini! Kasihan, Rendi."

__ADS_1


Kemudian Deni langsung pergi dari dapur dan menuju kearah tempat makan lagi.


Beberapa lama kemudian makanan yang Rosa buat siap dihidangkan. Caca yang mencium aroma dari masakan itu sangatlah harum.


"Hore makanan sudah jadi!"


"Bumil ayo makan dan jangan lupa makan sayurannya juga agar adek bayinya sehat."


"Makasih onti Rosa!"


Kini Caca sangatlah menikmati masakan yang dihidangkan Rosa. Sedangkan nasib lobster yang Caca beli sudah dimakan oleh tiga pria tampan.


"Yok yang cowok- cowok minggir sekarang bumil sama gua mau makan."


"Oke siap bos!"


Beberapa lama kemudian Caca dan Rosa telah selesai makan dan kini mereka siap untuk membuka koper yang Rosa sudah bawa.


"Ayo onti kita buka kopernya!"


"Haduh bumil ini dari tadi sudah tidak sabaran."


Brayen yang sedang membuatkan susu kehamilan kini hatinya senang melihat rumahnya ramai.


"Caca minum susu dulu!" teriak Brayen.


"Widih calon bokap yang baik," ucap Rendi.


"Ahaha bisa aja lo ini."


Caca mendengar teriakan Brayen.


"Sini aku dikamar sama Rosa!"


Akhirnya Brayen menuju kekamar dan melihat Rosa dan Caca sedang membongkar koper yang berisi banyak sekali makanan.


"Widih! banyak banget makanan Indonesia."


"Ahaha tahu saja mereka anaknya kangen banget sama makanan Indonesia."


Caca yang sedang meminum susu kehamilannya itu kini merasa kenyang.


"Ih gara-gara Brayen gua jadi kenyang!"


"Lah kok nyalahin aku?"


"Iya kamu bikin susunya diwaktu yang tidak tepat!"


Brayen hanya tersenyum hangat melihat Caca mengomel dengannya.


"Banyak yang sabar ya untuk bapak Brayen Lavendra."


Sontak perkataan Rosa membuat Brayen tertawa.


"Hahaha iya sekarang ini harus banyak sabar."


Caca kini menemukan makanan yang sangat dia ingin makan.


"Astaga makanan ini sudah lama aku tidak memakannya!" ucap Caca sambil memegang rempeyek.


Kemudian Caca membuka makanan tersebut dan makan dengan lahap.


"Bun katanya kenyang tapi masih lahap juga ya makan rempeyeknya."


Caca hanya tersenyum mendengar ucapan Rosa. Kemudian terdengar suara Rendi yang memanggil mereka berdua.


"Rosa dan bumil sini ada yang kami ingin bicarakan!"


Sontak keduanya langsung bangkit dan menuju kearah ruang makan."


"Ayo sini kita bahas mengenai chip yang hilang itu."

__ADS_1


Brayen mengeluarkan sebuah foto.


"Ih ganteng! Ini siapa?" tanya Rosa.


"Benarkan ganteng berarti bukan gua aja yang nganggep ini orang ganteng," ucap Caca.


"Perkenalkan ini adalah Mr.Kerin ini salah satu tersangka yang gua,Rendi,dan Deni tuduh."


"Bagaimana kalian dapat menuduh,Mr.Kerin?"


"Chip itu hilang disaat Mr.Kerin menghilang."


Kemudian mereka semua kini benar benar menyusun rencana dengan rapih agar keesokan harinya dapat mudah Deni,Rendi dan Rosa memasuki perusahaan dan tidak menjadi pusat perhatian orang.


"Baiklah jika seperti itu ayo sekarang kita tidur dan besok kita harus menjalankan misi kita."


"Jadinya kita tidak jadi ke negara sebrang?"


"Tidak perlu karena Mr.Kerin terakhir aku cari lokasinya dia masih berada didaerah negara ini."


"Baguslah jika seperti itu istri gua masih cukup aman dengan misi ini."


Akhirnya mereka semua tidur dan menuju kamar masing-masing.


"Yang belum halal tidurnya jangan barengan!" teriak Brayen.


"Sialan lo iya gua ngerti Brayen Lavendra!"


Semua orang tertawa pada saat Brayen teriak seperti itu.


Sedangkan Caca kini membawa bantal dan gulingnya ke kamar Rosa.


"Sayang kamu mau kemana?"


"Aku mau tidur dengan,Rosa!"


"Den lihatlah! Caca ingin tidur dengan Rosa."


Sontak Deni terkejut dan kini segera keluar kamar.


"Haha Brayen kasihan amat lo, ray!"


Setelah itu Brayen juga membawa bantal dan kini dirinya menuju kearah kamar dan Deni serta Rendi.


"Den gua tidur disini, ya?"


"Widih iya lagian juga sudah lama kita tidak tidur bersama lagi."


Akhirnya kini mereka semua tidur dengan lelap.


Keesokan harinya.


Caca dan Rosa telah siap untuk pergi ke perusahaan. Kini mereka berdua sedang mempersiapkan sarapan.


"Ayo yang cowok-cowok sarapan dulu!"


Brayen sedang meminta dibetulkan dasinya ke Deni. Serta Deni dan juga Rendi seperti itu. Rosa dan Caca kini hanya menggelengkan kepala mereka karena melihat tingkah Deni,Rendi dan Brayen.


"Tolong ambilkan aku nasi, ray!"


"Baiklah cantik segera aku sediakan!"


"Rendi tolong ambilkan aku nasi, dong!" ucap Deni


"Baiklah ganteng segera aku sediakan!" ucap Rendi.


"Wah ada yang ngeledek gua!"


"Kalian ini sudah-sudah ayo makan nanti keburu dingin makannya!"


"Baiklah onti Rosa!"

__ADS_1


Akhirnya kelima sahabat itu makan bersama diruang makan dengan suasana yang hangat dan penuh tawa.


__ADS_2