Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Sandra


__ADS_3

Setelah itu Caca dan Deni akhirnya keluar dari mobil milik Caca.


Pak Rodi menghampiri Caca.


"Nona polisi sudah memeriksa rekaman dari kamera pengintai di rumah ini dan hasil nya murni bahwa anak ini terkena hasutan oleh Zekri"ucap pak Rodi.


"Jadi bagaimana ini nona apakah kita harus mencari Zekri?" tanya polisi tersebut.


"Sudahlah pak biarkan saja dia dan Rendi juga sudah mengakui kesalahannya jadi sudah jangan perpanjang masalah ini"ucap Caca.


Saat Caca sedang berbicara dengan pengawal nya handphone Caca berdering.


"Oke sebentar ada yang menelpon," ucap Caca.


Lalu Caca melihat yang menelpon adalah mami nya.


"Halo mi kenapa?"tanya Caca.


"Bagaimana sudah selesai?" tanya Renata.


"Ah sudah mi sudah selesai," ucap Caca.


"Bagaimana dengan anak yang menculik kamu?" tanya Justin yang ada di samping mami.


"Oh itu pi anak yang nyulik Caca sudah kabur," ucap Caca.


"Hmm kamu menyuruh polisi mencari anak itu gak?" tanya Renata.


"Tidak bi biarkan saja lagian dia juga tidak menyakiti Caca," ucap Caca.


"Baik jika itu yang kamu inginkan," ucap Renata.

__ADS_1


"Eh iya mi pi nanti ada yang menelpon kalian orang tua nya Rendi bantu mereka ya mi mereka sedang kelilit oleh hutang," ucap Caca.


"Baiklah sayang," ucap Justin.


Setelah itu Caca menutup telepon milik nya.


"Oke semuanya masalah ini sudah di anggap selesai dan mari kita pulang," ucap Caca.


"Baik nona," ucap seluruh pengawal.


Setelah itu mereka akhirnya pergi dari rumah milik Rendi.


Saat Caca sedang menyetir mobil nya Caca melihat ada seseorang yang mirip Brayen.


Namun Caca berfikir Brayen kan sedang tidak di Jakarta.


Setelah itu Caca kembali ke rumah nya .


Brayen sedang duduk di taman rumah nya. Dia sedang bersama anjing ke sayangan nya dan Deni sedang bermain game di handphone nya.


"Ah den bosen banget mau ngapain kita ini den," ucap Brayen sambil mengeluh.


"Main game aja woy biar mantep," ucap Deni.


"Ah lo cuman main game aja," ucap Brayen.


Deni tidak mendengarkan ucapan Brayen.


"Sayang sayang kita mau main di apa ini?" tanya Brayen ke anjing nya.


Seolah mengerti apa yang di tanyakan anjing tersebut mengambil sebuah bola kecil dan memberikan bola tersebut ke Brayen.

__ADS_1


"Eh den lihat anjing ini seperti nya mengerti apa yang lagi gua rasakan,"ucap Brayen terkejut.


"Hmmm," ucap Deni.


Brayen dan anjing kesayangan nya itu akhirnya bermain lempar bola di taman yang teduh milik nya tersebut.


Tiba tiba handphone milik Brayen berdering.


"Ray tolong bunda dan ayah mu nak kami sedang di sandra di perusahaan oleh seseorang yang memakai topeng!" teriak Milen.


Sontak Brayen terkejut.


"Deni ayo cepat ini gawat banget bunda dan ayah sedang di sandra," ucap Brayen.


"Ah gila ayoklah woy," ucap Deni bergegas.


Saat Brayen sudah berada di tengah rumah Brayen langsung berteriak.


"Seluruh nya harap berkumpul!" teriak Brayen.


Sontak mendengar teriakan Brayen seluruh orang yang bekerja dengan Brayen berkumpul.


"Bi Siti tolong jaga rumah saya percaya dengan kamu," ucap Brayen.


"Baik den siap," ucap bi Siti.


Setelah itu Deni mengurus pengawal.


"Seluruh nya akan saya bawa sepuluh dan sisa nya tetap berada di rumah," ucap Deni tegas.


"Baik den," ucap pengawal.

__ADS_1


__ADS_2