Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Jahil


__ADS_3

Tidak lama dari itu Caca melihat ketiga sahabat nya itu sudah tertidur. Sedangkan diri nya masih takut untuk kembali ke kamar. Setelah dipikir lagi Caca akhirnya memutuskan untuk ke kamar baru nya. Caca keluar dari kamar secara pelan pelan dan masuk ke kamar Brayen dengan menutup pintu sangat pelan.


Kini Caca sudah berada di kamar Brayen. Caca melangkahkan kaki nya menuju kasur secara pelan pelan. Saat dia sudah menidurkan diri nya di kasur, Caca mengambil guling dan dipasangkan di tengah tengah agar mereka tidak saling menyentuh.


Setelah itu,Caca mencoba memejamkan matanya. Namun sudah sangat lama Caca masih tetap tidak dapat tidur. Kemudian, tiba tiba saja Brayen yang tadi membelakangi Caca kini tangan Brayen berada di perut Caca.


Sontak Caca memukul kuat tangan Brayen yang ada di atas perut nya tersebut. Seketika Brayen bangun dan menyadari Caca sudah berada di samping nya. Kemudian,Caca membelakangi Brayen dan mencoba untuk tertidur. Setelah beberapa lama akhirnya Caca sudah dapat tertidur dengan pulas.


Saat jam menunjukkan pukul dua pagi,Brayen bangun karena dia kebelet buang air kecil. Brayen menuju ke kamar mandi. Setelah selesai, Brayen kembali ke kamar mandi dan melihat Caca yang tidur nya seperti dugong.


Kemudian Brayen berkata,"Ya ampun ca, mau berapa kali lagi kaki lo nendang ke gua," ucap Brayen pelan. Setelah itu Brayen mengecek handphone nya dan melihat ada pesan dari Deni. Saat membaca nya Brayen sangat kesal dengan Deni. Bagaimana tidak, Isi pesan Deni sangat meresahkan.


Setelah itu tiba tiba saja tangan Caca tidak sengaja memukul wajah Brayen. Sontak Brayen merasa kesakitan. Brayen berkata," Istri gua tidur nya sangat menghawatirkan," ucap Brayen. Kini Brayen membalik badannya kearah Caca. Brayen memegangi rambut Caca sambil menatap wajah Caca.


Brayen sangat terpukau oleh wajah istrinya tersebut. Brayen melihat wajah yang mulus, putih bibir yang tipis. Setelah itu Caca merasa seperti ada yang memperhatikan nya. Caca membuka matanya dan melihat Brayen sedang memperhatikan dirinya.

__ADS_1


Namun, karena Caca sangat mengantuk akhirnya Caca tidak memperdulikan nya. Caca berkata,"Tidur ray gua ngantuk,kalo lo masih merhatiin wajah gua nanti gua pukul," ucap Caca dengan nada mengantuk nya.


Tiba tiba saja, Brayen mengecup bibir Caca.


"Cup."


Sontak Caca terkejut. Kini first kiss nya sudah di ambil oleh Brayen. Caca ingin marah namun sekarang Brayen sudah menjadi suaminya. Akhirnya Caca hanya mengomel saja. Caca berkata,"Ray lo sudah ngambil first kiss gua, gua ngantuk jangan ganggu gua," ucap Caca.


Karena Caca banyak mengomel akhirnya Brayen membuka suaranya. Brayen berkata,"Kalo lo masih ngomong gua bisa ngelakuin lebih dari itu," ucap Brayen. Kemudian Caca langsung mengambil selimut yang berada di bawah kaki nya dan langsung membalikkan badan nya ke belakang.


Melihat tingkah Caca kini Brayen mencubit pipi Caca agar Caca terganggu. Pada saat Caca merasa pipi nya ada yang mencubit nya akhirnya Caca bangun. Caca berkata,"Ray lo ini masih aja ganggu gua," ucap Caca kesal. Kemudian Brayen hanya tertawa saja melihat wajah Caca yang sangat kesal.


Mendengar perkataan Caca ada benar nya. Akhirnya Brayen membuka suaranya nya. Brayen berkata,"Sayang aku tahu, baiklah aku percaya sama kamu," ucap Brayen sambil mengecup kening Caca.Saat Brayen berkata seperti itu, akhirnya Caca memeluk Brayen dan mereka berdua kini kembali tidur.


"Jika sudah diberi kepercayaan dengan seseorang yang mencintaimu janganlah kau pecahkan kepercayaan tersebut. Jika kepercayaan tersebut sudah pecah,maka kepercayaan yang utuh dan bulat sudah tidak dapat di kembalikan lagi seperti semula."

__ADS_1


Pagi hari telah tiba,kini suasana baru terasa di rumah Brayen. Kini Caca sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya tersebut. Rosa,Linda,dan Syifa melihat mereka berdua sangatlah mesra. Rosa berkata,"Mami Rosa juga pengen kek Caca, Cariin Rosa jodoh juga dong," ucap Rosa. Saat mendengar perkataan Rosa, seluruh yang berada di meja makan tersebut tertawa. Linda berkata,"Sudahlah sa kita ngehalu aja di drama Korea," ucap Linda.


Saat mendengar ucapan Linda,Rosa hanya menggeleng gelengkan kepala nya. Kemudian Rosa berkata,"Kek nya untuk gua kebanyakan ngehalu jadi nya lama dapet jodoh nya," ucap Rosa. Saat mendengar ucapan Rosa,Deni langsung membuka suaranya. Deni berkata," Ya lo banyak bener pacar," ucap Deni. Kemudian Rosa hanya tersenyum malu mendengar perkataan Deni.


Linda dan Syifa kini sangat asik makan sampai tidak memperdulikan yang dibicarakan oleh mereka. Tiba tiba pelayan yang kemarin, lewat di depan Deni. Sontak Deni selalu memperhatikan tingkah laku nya. Saat Brayen sedang memperhatikan Deni dia tahu Deni menyembunyikan sesuatu dari nya.


Brayen menyenggol kaki Deni. Kemudian Deni melihat Brayen. Brayen menggunakan bahasa isyarat untuk mengobrol dengan Deni. Saat Deni mengerti apa yang Brayen maksud. Deni memberi tahu Brayen nanti semuanya akan di ceritakan saat setelah makan.


Caca yang melihat Deni dan Brayen bertingkah aneh sontak Caca menyenggol Brayen menggunakan siku nya. Caca berkata,"Kalian kenapa?" tanya Caca. Kemudian Brayen membisikkan sesuatu di telinga Caca. Brayen berkata,"Deni ingin menceritakan sesuatu,"ucap Brayen pelan.


Lalu, Caca mengerti yang dikatakan oleh Brayen. Setelah itu, Caca akhirnya melanjutkan makan nya. Sedangkan kedua orang tua mereka sedang asik mengobrol tentang perusahaan mereka.


Tiba tiba anjing Brayen menghampiri Caca. Untung nya Caca sudah selesai makan. Caca berkata," Tumben kamu kesini anjing manis," ucap Caca. Mendengar perkataan Caca Brayen hanya tersenyum jahil. Kemudian Brayen bangun dari tempat duduk nya dan membawa anjing nya tersebut ke halaman. Caca berkata,"Bunda,mami lihatlah Brayen sangat jahil!" teriak Caca.


Mendengar teriakkan anak nya itu Renata hanya tertawa dan menghampiri Caca. Renata berkata,"Kalian ini pengantin baru jangan seperti itu," ucap Renata. Caca hanya memajukan bibir nya itu. Kemudian Brayen berkata,"Lihatlah mi dia sangat nakal," ucap Brayen. Sontak Caca mencubit perut Brayen.

__ADS_1


Brayen hanya tertawa melihat tingkah Caca. Sedangkan anjing Brayen kini berada di belakang Caca. Kenzo melihat anak nya itu tertawa senang.Hati Kenzo ikut menjadi senang. Beberapa lama kemudian Caca and the geng akhirnya mengikuti Brayen dan Deni pergi.


Di perjalanan Linda dan Syifa hanya terkejut saat melihat taman Brayen yang sangat luas dan indah tersebut. Linda berkata,"Tidak menyangka gua," ucap Linda.


__ADS_2