Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Berlibur


__ADS_3

Sedangkan Caca ia dan keluarga nya sekarang sudah sampai di pulau Dewata.


Caca sangat senang melihat pemandangan dan suasana yang ada di Bali.


"Caca Rosa ingat kalian harus hati hati karena papi tahun ini tidak begitu ketat dengan penjagaan," pesan mami.


"Hmm baik, mi."


Ya keluarga Caca memang keluarga terpandang tetapi banyak orang jahat yang mengincar anak nya itu karena itu menjadi titik kelemahan papi dan mami Caca.


Papi walaupun memasang wajah yang tidak dapat ditebak tetapi mata papi selalu mengawasi keluarga nya.


Saat mereka keluar dari bandara ada beberapa orang yang menyambut mereka.


"Yooo, Jastin revgan dan hmmm istri nya renata shin serta anak nya Caca Amelia Jasmin," ucap Roy.


Nama papi Caca Justin serta nama mami nya Renata.dan Roy merupakan rekan bisnis ayah nya yang licik tetapi tidak tahu kenapa ayah nya masi dekat dengan nya.


"Sudah lah Roy, kami hari ini ingin berlibur jangan ganggu kami," ucap Justin.


Mami yang sedari memegang tangan Caca dan tangan Caca memegang tangan Rosa.


Mereka terlihat santai tetapi tetap waspada.


"Hai Adik manis," goda roy ke Caca.


Melihat tingkah roy caca sedari menahan emosi nya karena ia tidak ingin mempermalukan ayah nya.


"Sudahlah jangan ganggu dia,"ucap papi Caca.


"Ahaha santai aja geh wajah nya," ucap Roy.


Akhirnya keluarga Caca pun pergi meninggalkan Roy dan menaiki mobil perusahaan milik mereka.


Didalam mobil wajah Caca sangat senang begitu pun Rosa.


"Sa,kita mau beli snack apa ya?" tanya Caca.


"Nih ya, kalo menurut gua mendingan beli snack yang belum pernah kita makan," ucap Rosa.


"Ahaha iya juga," ucap Caca.


Setelah sekian lama mereka di mobil akhirnya mereka sudah masuk di villa milik keluarga Caca.


Mereka mengeluarkan barang barang milik mereka dan kemudian masuk ke villa milik keluarga Caca Tersebut.


"Nah anak anak, kalian silahkan pilih kamar yang ada di belakang," ucap mami.


"Oke mi," ucap Rosa dan Caca.


Mami masuk kamar milik nya dan caca dan rosa pun begitu.mereka sekeluarga beristirahat terlebih dahulu dan kemudian baru memulai wisata mereka.


***

__ADS_1


Sedangkan Brayen.


Keluarga lavendra sudah mendarat,ayah Brayen kali ini terlihat sangat sibuk handphone milik nya berdering terus.


Begitu pun bunda nya Brayen ayah dan bunda nya betul betul sibuk dan Brayen hanya dapat melihat mereka dengan wajah yang tidak dapat di tebak.


"Welcome to Kalimantan, ray."


Brayen melihat barang barang milik keluarga nya itu sedang di bereskan oleh orang suruhan ayah nya.


"Brayen sayang ayo naik mobil," ucap bunda.


"Hmmm iya bun," ucap Brayen.


Brayen menaiki mobil milik nya dan ayah dan bunda nya juga menaiki mobil yang berbeda.


Dua mobil keluarga lavendra sudah keluar dari bandara dan sekarang mereka menuju ke rumah yang sudah di siapkan oleh ayah nya.


Di perjalanan Brayen hanya menatap jalan ia hanya bengong saja.


Batin Brayen.


Kek mana ya SMA gua nanti.apa temen temen nya sombong semua kali ya?hmm sudahlah nanti pasti akan terjawab.


Setelah sekian lama di perjalanan Brayen melihat rumah yang tidak begitu besar tetapi masi terlihat mewah rumah itu memiliki lahan yang luas dan asri.


"Ah, akhirnya sampai juga ,mmm enak juga nih pagi pagi ngeliat pohon yang hijau sejuk banget di sini," guman Brayen.


Para pelayan sudah berbaris di depan untuk menyambut tuan mereka tersebut.


Ayah dan bunda Brayen turun dari mobil milik nya begitu juga dengan Brayen.


"Selamat datang tuan dan nyonya dan juga aden," ucap para pelayan.


"Apakah kalian sudah mempersiapkan semua nya?" tanya bunda.


"Iya tuan dan nyonya semua nya sudah kami siapkan ,kamar tuan dan nyonya ada di depan dan kamar aden sedikit ke belakang," ucap bibi.


"Baik bi terimakasih," ucap Brayen.


Kemudian mereka pun langsung memasuki rumah baru mereka.setelah itu Brayen pun langsung menuju kamar nya.


Pada saat Brayen di kamar nya, Brayen terkejut saat melihat kamar nya.


Bagaimana tidak terkejut kamar brayen sprei nya warna pink hordeng nya warna pink ya dominan pink.


"Ayah bunda!" teriak Brayen.


Ayah dan bunda brayen pun langsung menghampiri anak nya itu.


"Ayah bunda apa kalian lupa kalo ray cowo?" tanya Brayen.


"Emang nya kenapa nak?" tanya ayah nya.

__ADS_1


"Lihat lah sendiri di kamar, ku."


Bunda dan ayah nya itu langsung memasuki kamar nya dan pada saat mereka melihat kamar anak cowo semata wayang nya itu....


"Ahaha, yah kok kamar anak kita pink?" tanya bunda nya.


"Eh iya ya kok bisa pink coba kamu panggil pengurus rumah tanyakan ke pada mereka kenapa kamar anak kita warna pink," ucap ayah nya.


Bunda akhirnya mengikuti perintah ayah ayah nya,dia memanggil semua pengurus rumah.


"Semua nya harap masuk kedalam," ucap bunda nya.


Semua orang yang bekerja di rumah Brayen tersebut akhirnya memasuki rumah Brayen.


"Siapa yang mendekor kamar ku?" tanya Brayen.


"Kami semua,den."


"Kenapa kamar ku berwarna dominan pink?" tanya Brayen.


"Anu den anu soal nya kata ayah aden nama aden di panggil ray kirain ray itu perempuan," ucap salah satu pengurus rumah keluarga Brayen.


Brayen hanya menatap ke dua orang tua nya itu.


"Yah bund ganti cet nya please," ucap Brayen.


"Hmm baiklah," ucap ayah.


"Kamu mau warna apa nak?" tanya bunda.


"Hmm itu aja bun warna putih sama abu abu udah itu aja" ucap Brayen.


"Mm baiklah nanti ayah suruh tukang cet agar cepat selesai," ucap ayah nya.


"Hmmm baik lah," ucap Brayen sambil balik badan dan menuju ke ruang tamu.


"Untung itu spring bed sama lemari nya gak warna pink," gumam Brayen.


Karena bosan Brayen akhirnya memutuskan untuk mengelilingi rumah baru yang ada di Kalimantan itu.


Dia melihat sekeliling rumah nya itu.


Batin Brayen.


Gila bunda sama ayah gua kek nya senang bener sama rumah gede gede gini


Rumah baru keluarga Brayen yang ada di Kalimantan memang tidak tingkat tetapi hanya satu lantai saja.


Rumah tersebut walaupun rumah itu hanya satu lantai rumah tersebut memiliki nuansa klasik ruangan di rumah tersebut besar besar.


Terdapat kolam renang di belakang dan kebun di sekeliling rumah.walaupun begitu rumah tersebut di jaga dengan ketat.cctv ada di mana mana ,alaram pun sudah disediakan di rumah itu.


"Buset ayah gua kek nya lagi ngamuk deh banyak bener kamera pengintai untung gak ada laser," gumam Brayen.

__ADS_1


__ADS_2