Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Hutang


__ADS_3

Sedangkan Caca dia bersantai di sofa yang ada di kamar tersebut.


Sampai dia mendengar suara orang ramai di depan.


"Lepaskan Caca!" teriak orang tersebut.


Caca tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar.Namun dia yakin bahwa itu pengawal yang dia suruh.


Tiba tiba ada yang membuka pintu kamar yang Caca tempati.


"Diem gak lo kalo gak gua tembak lo nanti," ucap Rendi sambil menodongkan pistol ke Caca.


"Dasar orang bodoh," ucap Caca.


Lalu Rendi membawa Caca ke bawah dengan pistol yang ada di tangan nya.


"Sekarang nona kalian ini ada di tangan gua serahkan uang 15 milyar dan gua akan serahkan Caca," ucap Rendi.


"Rendi gua tau lo orang baik ren gua tau itu," ucap Caca.


"Ah jangan sakittin Caca," ucap pak Rodi.


"Gua gak akan sakittin nona kalian sampai orang tua Caca mentransfer kan duit yang gua sebutin itu," ucap Rendi.


"Ren gua tau lo pasti di hasut sama Zekri kan ren gua tau ren lo punya hati yang baik kasian orang tua Lo ren," ucap Caca.


Tiba tiba Rendi memanggil Zekri.


"Zekri urus anak ini!" teriak Rendi.

__ADS_1


Namun tidak ada sahutan dari Zekri.


"Sudah gua bilang ren dia manfaatin lo ren," ucap Caca.


"Ah sial," ucap Rendi.


Tiba tiba suara mobil polisi datang.


Rendi langsung memeluk Caca.


"Ca gua minta maaf ca maaf banget," ucap Rendi.


Sontak Caca terkejut saat Rendi memeluk diri nya.


Caca melihat polisi yang dikirimkan mami dan papi nya banyak sekali.


"Mami sama papi sudah seperti apa saja," gumam Caca.


"Untuk semua nya saya mohon beri saya waktu untuk berbicara dengan Rendi," ucap Caca.


"Tapi non dia memegang senjata dan dia dapat mencelakakan nona," ucap pak Rodi.


"Rendi berikan senjata itu ke pak Rodi," ucap Caca.


"Hmm baik Caca," ucap Rendi.


"Semua nya pastikan anak ini tidak memegang senjata sama sekali," ucap pak Rodi.


"Baik pak," ucap seluruh orang yang ada di situ.

__ADS_1


Pak polisi sedang mengelilingi rumah dan memeriksa setiap sudut ruang rumah Rendi.


"Rendi ikutin gua ke mobil gua," ucap Caca.


"Iya ca," ucap Rendi dengan kepala tertunduk.


"Nona apakah ini aman?" tanya pak Rodi.


"Sudah pak percayalah ini pasti aman dan pastikan kalian menemukan bukti bukti apa yang sudah di rencanakan Zekri," ucap Caca sambil meninggalkan pak Rodi.


"Oke siap nona," ucap seluruh pengawal dan pak polisi.


Setelah itu Caca menuju mobil milik nya dan begitu pula dengan Rendi.


"Ren kenapa lo bisa ngelakuin hal ini?" tanya Caca.


"Hmm itu ca perusahaan orang tua gua lagi kelilit sama hutang," ucap Rendi pasrah.


"Astaga ren kenapa lo gak bilang nanti siapa tahu mami dan papi bisa bantu"ucap Caca.


"Tapi ya sudahlah ca kali ini gua hanya pasrah," ucap Rendi.


"Sekarang lo telepon orang tua lo dan suruh mereka menghubungi orang tua gua dan ini nomor nya," ucap Caca sambil memberikan nomor orang tua nya.


"Ca lo emang baik banget ca apa yang harus gua lakuin untuk ngebales perbuatan lo ini ca?" tanya Rendi.


"Ahaha biasa aja kali kalo itu nanti belum saatnya datang pasti gua perlu bantuan lo," ucap Caca.


"Oke siap bos gua akan nurutin perintah lo," ucap Rendi sambil memberikan hormat.

__ADS_1


Caca hanya tertawa melihat tingkah Redi yang lucu tersebut.


__ADS_2