Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Pemberitaan Yang Salah


__ADS_3

Kini Brayen telah menuju kearah rumahnya. Pada saat dia memarkirkan mobilnya dihalaman rumahnya Deni yang dari tadi menunggu Brayen akhirnya melihat Brayen pulang.


Brayen yang melihat Deni sepertinya sedang ingin marah dengannya. Pasalnya Brayen melihat tangan Deni yang berada didepan serta tatapan sinis khas Deni."Kenapa itu anak?" Ucap Brayen sambil menutup pintu mobilnya.


"Ray lo baca ini berita!"


Sontak Brayen langsung melihat berita tersebut. Brayen sangatlah terkejut ketika nama dia dan Cantika menjadi trending topik pada saat ini.


"Wah gila sejak jam berapa berita ini diterbitkan?"


"Dari tadi siang dan lo baru pulang sekarang!"


"Gak beres nih,Caca pasti marah sama gua."


"Ya jelaslah gua aja marah sama lo!"


Deni langsung meninggalkan Brayen dan Kini Brayen menelpon ayahnya untuk meredam pemberitaan tersebut.


Kemudian Brayen menelpon Caca kini hati Brayen sangatlah khawatir. Sudah beberapa kali Brayen mencoba menghubungi Caca namun tetap saja hasilnya tidak bada jawaban.


"Agh sial kenapa bisa seperti ini!"


Caca sudah dari tadi menangis dibahu Rosa. Kini dia tidak tahu ingin mengadu dengan siapa karena mami dan papinya sedang berada diluar negeri.


"Rosa ini bagaimana masa gua jadi janda muda bukan mama muda."


"Gila ya lo sudah mikir segitunya sudah sudah pasti ada kesalahpahaman."


Tidak lama dari itu terdapat panggilan suara dari Milen. Caca yang melihatnya segera mengangkat telepon tersebut. Rosa kini mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


Saat itu hari sudah menunjukkan pukul malam namun kini hati Caca tidaklah bersemangat. Walaupun sudah ditenangkan oleh Mileh hati Caca tetap saja sakit.


"Sa ayo kita ke diskotik yok!"


"Tapi ca lo dilarang keras sama mami dan papi lo pergi ketempat begituan."


"Sa hati gua sekarang sudah tidak tahu bagaimana, sekarang gua butuh hiburan."


Rosa hanya terdiam. Kemudian Caca tidak mengarahkan mobilnya kearah rumah Rosa ataupun rumahnya. Kini Caca menuju klub malam yang dipegang oleh perusahaan Rendi.

__ADS_1


Sebelum itu Rosa telah menghubungi Rendi terlebih dahulu agar tempat mereka tidak ada laki laki brengsek yang ingin mengganggu Caca.


Akhirnya mereka sampai di klub malamnya Rendi. Karena Rendi telah tahu pemberitaan yang sedang terjadi akhirnya Rendi menunggu temannya itu diluar klub malam."Hai ren," Sapa Caca ke Rendi.


"Ayo silahkan masuk kursi kalian sudah gua siapkan."


Caca dan Rosa kini berada di klub malam tersebut. Setelah itu Caca memesan minuman yang mengandung alkohol. Rosa terkejut saat Caca memesan minuman yang tinggi alkohol tersebut.


"Ca lo jangan gila itu minuman yang paling tinggi alkoholnya!"


"Ehehe sekarang gua lagi pening jadi biarin aja gua minum minuman ini."


Rosa sengaja tidak memesan minuman yang mengandung alkohol karena setelah ini pasti Rosa yang menyetir mobil.


Musik mulai dikencangkan. Suasana didalam mulai terasa panas. Tidak tahu mengapa walaupun memakai pendingin suasananya tetap panas. Kini Caca mulai mabuk berat.


"Ca jangan macem macem lo ca nanti Brayen bisa ngamuk!"


"Dia aja enggak mikirin gua!"


Caca yang membentak Rosa mengakibatkan Rosa terkejut. Karena Rosa memakluminya akhirnya Rosa hanya dapat diam saja. Kini tubuh Caca segera bangkit dan mulai mengikuti irama musim yang diputar.


Rendi yang melihat Caca sontak Rendi langsung menarik tubuh Caca dan membawa Caca kearah Rosa. Kemudian tiba tiba saja Caca muntah dipakaian Rendi.


"Sialan ini anak kalo bukan teman dekat aja udah gua makan lo!"


"Makan aja kalo bisa!"


Ucapan Caca yang semakin tidak karuan kini membuat Rendi gelisah. Rosa menghampiri Rendi yang kesusahan mengendalikan Caca.


"Sini ren biar bisa aja yang ngurus anak nakal ini."


"Lo gak mabukkan?"


"Santai tenang saja gua malem ini demi anak ini enggak minum gua ren!"


Rendi yang menahan tawa akibat melihat wajah kesal Rosa. Kemudian Rendi meninggalkan mereka berdua untuk membersihkan muntah Caca yang terdapat dibajunya.


Rosa sebisa mungkin membopong Caca menuju kearah mobil Caca. Kini Rosa menyetir mobilnya menuju kearah rumahnya. Karena mama dan papa Rosa jua ikut dalam perjalanan mami dan papi Caca.

__ADS_1


"Brayen istri lo gila banget!"


Begitulah Rosa yang kesal terhadap Caca. Sesampainya di rumah Rosa Caca diangkat oleh bibi yang berkerja dirumahnya. Rosa menyuruh bibi tersebut menggantikan pakaian Caca.


Tidak beberapa lama kemudian Rosa mendengar suara telepon berbunyi. Tidak salah lagi tebakkan Rosa benar yang menelpon adalah Brayen. Rosa melihat mengangkat telepon tersebut.


"Woy lo gila ya udah mainin hati Caca!"


Brayen yang belum sempat berbicara kini terkejut saat mendengar teriakkan Rosa.


"Sa ini ada kesalahpahaman gua enggak mainin hati Caca sekarang Caca mana?"


Rosa langsung mematikan handphone milik Caca dan memvideokan Caca yang kini sedang setengah sadar. Didalam video tersebut Rosa mengomel terus tidak henti hentinya.


"Ini ray yang lo mau dari istri lo?"


Brayen yang langsung membuka kirimian video dari Rosa terkejut saat melihat Caca mabuk. Kemudian ada perasaan bersalah dihati Brayen. Ayah dan bunda kini telah pulang mereka berdua langsung menghampiri anaknya itu dan disuruh menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Mendengar penjelasan Brayen akhirnya ayah dan bunda mengerti apa yang Brayen ucapkan. Kini Milen dan Kenzo segera mengetahui siapa yang sudah mengeluarkan berita pertama tersebut.


Deni yang sudah mencoba meredam beberapa berita yang mengenai hal yang buruk tentang sahabatnya itu. Brayen kini sedang menghubungi Cantika.


"Halo ray ada apa?"


"Ini kenapa ada berita gua sama lo?"


"Gua enggak tahu ray media masa yang mengeluarkannya."


Brayen langsung mematikan handphonenya dan langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur. Sedangkan Cantika kini dia tersenyum senang akibat ulahnya nama dirinya dan Brayen menjadi trending.


"Caca lihat saja ini baru permulaan."


Cantika kini sudah mempersiapkan seluruh rencananya agar Brayen dapat dimiliki olehnya.


Kini Caca sedang tertidur lelap di kamar Rosa. Sedangkan Rosa sedang mencoba meredam pemberitaan yang menyangkut Brayen dan Cantika. Dengan uang yang telah diberikan oleh mami dan papi Caca kini pemberitaan tersebut dapat sekejap hilang.


"Haduh ngurusin anak satu ini benar-benar menyulitkan untuk lo sahabat gua,ca."


Setelah itu Rosa menghubungi Deni. Kini dia memberi tahu bahwa berita Cantika dan Brayen sudah berhasil dia redam. Deni yang mendapat pesan dari Rosa kini merasa lega dan berharap tidak ada lagi berita yang menyangkut dengan Brayen.

__ADS_1


"Ini anak emang ya benar benar menyulitkan orang, susah kalo ngenjaga anak orang kaya sudah itu tampan lagi," ucap Deni dengan kesal.


__ADS_2