
Suasana dingin menyambut mereka berempat. Kini Brayen dan Cantika telah sampai dan sekarang mereka sedang asik menyantap sarapan pagi disebuah hotel.
Linda dan Syifa yang memperhatikan gelagat Cantika kini semakin curiga. Karena, mereka melihat Cantika seperti cacing kepanasan yang tidak tenang.
"Lihat sepertinya ada yang tidak beres dengan,Cantika."
"Iya sepertinya kek gitu, lihatlah dia seperti sedang menjalani rencana."
Kemudian Linda dan Syifa melanjutkan makannya lagi. Cantika yang dari tadi khawatir jika Caca tiba-tiba saja datang ke tempat hotel yang mereka sedang tempati.
Cantika sudah tahu jika Caca dan sahabat-sahabatnya itu kebetulan berada didekat tempat mereka berlibur.
Kemudian Brayen hanya menampilkan senyuman yang dibuat-buat karena kini dirinya telah tahu jika Cantika sedang gelisah.
"Cantika mengapa tingkahmu seperti itu?"
"Eh tidak aku hanya ingin ke toilet sebentar."
Kemudian Cantika langsung pergi ke toilet. Sesampainya di toilet kini Cantika menghubungi orang suruhannya untuk menemui Caca dan ketiga sahabatnya itu.
Benar telepon itu diangkat oleh seseorang namun yang mengangkat adalah pak Guntur karena kini seluruh orang suruhan Cantika telah berhasil ditangkap oleh pak Guntur beserta orang suruhannya.
Flashback on.
Pada saat Caca dan pak Guntur sedang asik mengobrol ada seseorang yang sedang mengetuk pintu. Kemudian pak Guntur membukakan pintu tersebut dan melihat ternyata orang itu adalah orang suruhan Cantika.
"Ada apa?"
Pertanyaan pak Guntur tidak dijawab oleh orang suruhan Cantika. Orang tersebut langsung menyerang pak Guntur. Namun, orang suruhan Cantika ternyata tidak hanya satu ada beberapa orang yang telah menjaga didepan.
"Anak-anak ayo kita lawan mereka semua ini!" teriak pak Guntur.
Dengan berbekal ilmu bela diri dan kecerdikan keempat sahabat itu sangatlah pandai dalam mengalahkan orang bodoh seperti mereka.
Karena pak Guntur merasa orang suruhan Cantika bertambah banyak akhirnya pak Guntur langsung menghubungi anak buahnya yang berada dekat lokasi tersebut.
"Ayo semuanya serang orang bodoh ini kali ini jangan sampai seperti yang lalu."
Perkelahian tidak dapat dihindarkan kini Caca berusaha keras untuk melawan orang-orang suruhan Cantika. Sedangkan Rosa yang dari tadi memukul orang tersebut terlihat dari wajahnya sangatlah puas.
"Gila enak banget mukul orang berasa kek menyalurkan amarah yang terpendam," ucap Rosa.
__ADS_1
Setelah itu Deni yang memegang alat penyengat listrik kini diam-diam Deni menyengat orang yang ingin menyerang dirinya.
"Dasar anak-anak bodoh kali ini pasti kalian tertangkap!"
"Ahaha kau yang bodoh sini coba saja tangkap aku jika bisa!"
Sontak orang suruhan Cantika itu langsung terpancing dan segera menyerang Deni. Namun belum sempat orang tersebut memukul Deni orang tersebut tiba-tiba berteriak kesakitan.
"Sialan alat apa yang kau gunakan?!"
"Hei paman kau bilang aku bodoh berarti sekarang kau yang bodoh alat seperti ini saja kau tidak tahu," ucap Deni yang langsung memukuli orang tersebut.
Rendi yang dari tadi dikejar oleh beberapa orang kini dia mengarahkan mereka ke tempat penangkaran anjing gila yang tidak jauh dari rumah mereka.
Dengan cepat Rendi berlari dan kini dirinya telah berhasil masuk kedalam penangkaran tersebut.
"Hei nak,kau sudah lelah baiklah sekarang giliranku untuk menangkap dirimu!"
Rendi yang hanya mengangguk kini berpura-pura kelelahan. Pada saat Rendi melihat hampir seluruh orang suruhan Cantika masuk dalam jebakannya Rendi langsung melompat keluar dan segera mengunci pintu.
"Sialan kejar anak itu jangan sampai terlepas!" teriak salah satu orang tersebut.
"Sialan, semuanya sebaiknya kalian jangan panik jika tidak kita akan dicabik-cabik oleh anjing-anjing tersebut."
Rendi yang melihat wajah mereka yang tegang karena takut akan gigitan anjing.
"Gua enggak tahu Cantika yang sebenarnya tetapi gua heran dengan Cantika merekrut orang suruhannya dengan orang dalam kali, mereka sangatlah lemah- lemah semua."
Akhirnya Rendi langsung berlari lagi kearah rumah mereka. Kini, rumah mereka terlihat berantakan akibat dari perkelahian yang terjadi. Orang-orang yang tadi ingin mencelakakan mereka telah ditangani oleh kepolisian setempat.
Setelah itu pak Guntur langsung mengajak mereka semua ke hotel yang telah dipersiapkan dan disana juga tempat Brayen menginap.
"Ayo anak-anak kalian tidak perlu lagi tinggal disini karena mami dan bunda kalian telah menyiapkan hotel untuk kalian."
Mendengar ucapan pak Guntur wajah keempat sahabat itu seketika langsung berubah menjadi sangatlah senang. Caca yang sangat merasa lega sekali kini berpelukan dengan Rosa.
"Akhirnya sa kita dapat pulang ke Indonesia."
Kemudian, Keempat sahabat itu langsung mengemasi barang-barang mereka dan langsung pergi ke tempat hotel yang pak Guntur katakan.
Flashback off.
__ADS_1
Setelah Cantika menghubungi orang suruhannya kini Cantika bergegas kembali ke tempat makan. Caca kini melihat semua perilaku Cantika dari Cctv hotel. Hati Caca sangatlah geram melihat tingkah Cantika.
"Ya ampun Rosa tidak tahu dimana Brayen menemukan wanita jalang ini!"
"Sudahlah ca, sebentar lagi semuanya akan terungkap."
Caca mengangguk dan kini mereka berempat mengikuti permainan yang dimainkan oleh pak Guntur.
"Anak-anak nanti jika bapak bilang kalian keluar dan segera duduk dibelakang kursi yang Cantika dan Brayen duduki."
"Baiklah pak."
Ketika suasana telah pas diam-diam pak Guntur masuk tanpa diketahui oleh Cantika. Tepat berada dibelakang Brayen pak Guntur menyuruh mereka masuk secara bersamaan.
Setelah itu mereka terlebih dahulu mengambil sarapan dan kini pada saat Cantika melihat sekitarnya Cantika melihat Caca dan juga ketiga sahabatnya itu tepat berada dibelakang mereka.
"Sialan, orang-orang bodoh itu pasti telah gagal menyingkirkan mereka," gumam Cantika kesal.
Caca melihat Cantika berdiri dan menuju arah pintu luar. Melihat hal itu Caca akhirnya berteriak dan menyuruh menutup pintu keluar ataupun masuk.
"Tutup pintunya jangan sampai ada yang dapat keluar dari sini!" teriak Caca.
Suara Caca kini mengejutkan Brayen,Linda,dan Syifa. Brayen langsung membalikkan tubuhnya kini melihat istrinya itu berada dibelakangnya.
Setelah itu Cantika yang panik kini berusaha kabur. Tetapi, pintu tersebut telah dikunci oleh orang suruhan pak Guntur.
Caca menghampiri Cantika.
"Hai Cantik! Eh maksudnya wanita jalang!"
Sontak wajah Cantika menahan amarahnya dan kini tangan Cantika berusaha menampar Caca.
"Aku bukan gadis yang lemah jadi kau jangan macam-macam denganku ataupun keluarga dan sahabatku," ucap Caca yang menahan tangan Cantika.
Setelah itu Rosa,Linda, dan Syifa bangun dan menghampiri Caca.
"Caca ada yang bisa kami bantu?"
"Ahaha tenang saja tugas kalian ikat dia dan coret wajahnya seperti badut!'
Kini, Brayen melihat istrinya itu sangatlah lega dan senang.
__ADS_1