Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Koma


__ADS_3

Caca masi dalam keadaan koma. Brayen dan Deni mereka bergegas mengambil barang barang mereka dan izin ke guru piket. Setelah itu Nesa melihat mereka berdua ingin pulang. Kemudian Nesa menghampiri mereka. Nesa berkata,"Kalian ingin kemana?" tanya Nesa. Brayen akhirnya menjawab dengan tergesa-gesa. Brayen berkata,"Gua mau ke Jakarta selama beberapa hari karena istri gua ada masalah," ucap Brayen


Nesa yang hanya kebingungan karena Brayen menyebutkan istri. Kemudahan Nesa akhirnya mengikuti mereka dan mendengarkan pembicaraan mereka. Saat Deni menelpon dan juga Brayen sedang menelepon Nesa mendengar mereka berdua sedang membahas Caca. Nesa berfikir seperti nya yang Brayen katakan itu benar. Nesa mendengar ada yang mendekati dirinya jadi Nesa langsung balik ke kelas.


Deni yang merasa ada yang memperhatikan mereka Deni mendekati tembok yang berada di belakang mereka saat Deni memeriksa tembok tersebut Deni tidak melihat siapapun di tempat itu. Tidak lama kemudian Brayen memanggil Deni. Sontak Deni langsung menghampiri Brayen.


Brayen kini pikiran nya sangat kacau. Caca di Jakarta terbaring koma. Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang dan bergegas merapikan pakaian mereka seperlunya. Sedangkan Milen dan Kenzo mereka tetap berada di Kalimantan agar dia ada yang mengawasi rumah.


Brayen yang didampingi Deni kini mereka sedang menuju bandara. Kali ini yang dipikirkan Brayen hanyalah keadaan Caca. Deni memberikan sebuah roti kepada Brayen agar Brayen dapat mengisi perut terlebih dahulu. Brayen mengambil roti yang Deni pegang dan memakan.


Setetes itu Rosa mengabari Brayen bahwa keadaan Caca semakin memburuk. Brayen melihat isi pesan yang dikirimkan Rosa bahwa Caca dipastikan tidak akab selamat. Brayen langsung melempar handphone miliknya hingga pecah. Deni yang melihat Brayen seperti itu pasti sedang terjadi hal yang sangat buruk.


Kini handphone Brayen rusak dan tidak dapat hidup kembali. Brayen berkata,"Bilangin ke Rosa kalo ngasih kabar lewat handphone lo," ucap Brayen. Deni hanya mengangguk saja dan menuruti apa yang Brayen perintahkan.


Kini mereka sudah berada didalam pesawat. Brayen hanya dapat menidurkan kepala nya yang pusing itu. Sedangkan Deni hanya berharap jika Caca tidak terjadi apa apa.


Kondisi Caca saat mama Rosa bilang sangat buruk dan jika tubuhnya tidak kuat maka Caca akan tiada. Justin yang mendengar ucapan mama Rosa langsung mengepalkan tangannya. Justin berkata,"Aku akan mencari orang yang sudah mencelakai Caca," ucap Justin.

__ADS_1


Rosa melihat tubuh Caca yang tergeletak lemah di atas kasur rumah sakit. Rosa meminta agar dapat menemani Caca didalam. Mama Rosa mengizinkan Rosa untuk masuk kedalam.


Rosa pada saat sudah masuk kedalam Rosa langsung memegang tangan Caca. Kemudian Rosa berkata,"Caca sayang jika kamu dengar ucapan aku kamu pasti senang Kamu tahu tidak Brayen sebentar lagi datang," ucap Rosa sedih.


Caca kini mendengar suara yang dibicarakan Rosa namun dia tidak dapat berbuat apapun karena dia tidak dapat membuka matanya dan menggerakkan seluruh tubuhnya. Rosa melihat Caca yang tidak merespon apapun dari nya dia hanya menangis sekuat kuatnya. Rosa berkata,"Caca gua tahu lo orang nya kuat Ca," ucap Rosa.


Kemudian mam Rosa masuk kedalam dan menemui Rosa. Santi berkata,"Sayang sudah kasihan Caca jika Caca mendengar nanti hati nya sedih melihat kamu menangis," ucap Santi.


Kemudian Rosa memeluk mama nya itu sekuat kuatnya. Ayah Rosa yang mencoba dari tadi meneliti obat apa yang diberikan orang tersebut ke Caca namun hasil nya nihil tidak dapat menemukan sampel yang benar benar akurat.


Brayen dan Deni sedang makan mereka sangat sangat lapar karena tadi belum den makan nasi. Brayen sangat cepat makan nya Deni yang melihat Brayen yang makan nya sudah tidak terkontrol lagi dia hanya dapat menepuk punggung Brayen. Deni berkata,"Ray gua tahu lo lagi pusing tapi lo jangan bikin Caca sedih lo makan yang benar jangan seperti itu," ucap Deni.


Air mata yang dari tadi Brayen tahan akhirnya menetes juga. Brayen yang dikenal Deni sebagai orang yang tidak pernah mengeluh ataupun cengeng kali ini seorang Brayen Lavendra menangis di hadapan Deni. Setelah itu tidak lama kemudian akhirnya Brayen dapat tidur dan begitu juga dengan Deni yang dari tadi menenangkan Brayen.


Caca sudah satu hari tidak menyadarkan dirinya. Detak jantung Caca semakin menurun. Rosa dan Renata selalu berada di samping Caca. Rosa tidak ingin pergi sekolah jika Caca tidak bangun dari koma nya.


Setelah itu terdengar suara yang sangat gaduh di luar. Akhirnya Rosa bangkit dari tempat duduk nya dan melihat apa yang terjadi. Pada saat Rosa melihat ada beberapa orang yang mencoba membius ayah nya Caca.

__ADS_1


Sontak Rosa langsung berteriak dan memanggil penjaga yang ada di rumah sakit. Kegaduhan dimulai dan kini Renata menajaga anak nya agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


Rosa membantu pihak keamanan mencoba melawan orang tersebut. Beberapa diantaranya untung nya tidak membawa senjata. Mereka hanya membawa suntikan yang berisi suatu cairan. Setelah itu Rosa memukul kepala mereka dan menendang ******** mereka agar mereka kalah.


Tepat pada waktu nya Brayen dan Deni melihat keributan yang ada di rumah sakit dan ada Rosa dan papi nya Caca yang sedang melawan beberapa orang. Sontak Brayen dan Deni langsung menghampiri mereka dan membantu mereka semua.


Tidak lama kemudian orang yang ingin mencelakai Caca akhirnya pergi dan tidak tahu kemana. Deni melihat Rosa yang wajah nya sudah berdarah sontak langsung mengambil kain. Sedangkan Brayen langsung menemui Caca yang terbaring koma.


Brayen masuk melihat mami Caca sangat sedih begitu juga dengan diri nya yang kini sat demi satu air mata telah menetes di pipi nya. Brayen langsung mencium kening Caca dan langsung memeluk Caca sebisa dia. Brayen berkata,"Sayang kamu harus kuat aku tahu jika kamu orang nya kuat kamu harus bertahan," ucap Brayen.


Setelah itu mendengar Brayen telah datang mama Rosa langsung menghampiri Brayen. Kemudian berkata,"Kami memerlukan,mu."


Sontak Brayen langsung mengangguk dan mengikuti mama Rosa ke sebuah ruang laboratorium. Kemudian Brayen melihat ayah Rosa yang sedang kewalahan mondar mandir.


Saat melihat Brayen sudah datang ayah Rosa bernafas lega karena bantuan telah tiba. Ayah Rosa langsung memberikan data data observasi yang telah dia teliti namun hasil nya masih nihil belum dapat di temukan. Ayah Rosa berkata,"Obat ini sudah jelas di sengaja di masukkan kedalam makanan Caca namun saya belum tahu racun apa yang orang itu masukkan ke dalam makanan Caca," ucap ayah Rosa.


Akhirnya Brayen mengerti kini semuanya berada ditangan nya. Brayen harus menghubungi kenalan nya untuk berbicara.

__ADS_1


__ADS_2