Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
#2Kehamilan Caca


__ADS_3

"Brayen kau dimana?" tanya Caca yang sangat sedang menghawatirkan suaminya tersebut.


Caca yang dari tadi mencari Brayen namun tidak kunjung ketemu.


"Caca kau jangan kesini!"


Sontak Caca langsung menuju kearah belakang rumah. Caca melihat Brayen sedang dikepung oleh beberapa orang yang mencoba mensuntikkan sesuatu ketubuh Brayen.


"Ray!"


Tiba-tiba Caca bangun dari tidurnya.


"Astaga mimpi yang sangat menyeramkan!"


Setelah itu Caca bangkit dan melihat Brayen sedang menonton televisi. Caca diam-diam memeluk tubuh Brayen dari belakang.


"Ray aku ikut ke perusahaan," katanya Caca yang memeluk Brayen.


Brayen terkejut karena Caca telah berada dibelakangnya. Kemudian Brayen membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Caca.


"Hei habis mimpi buruk?


"Iya aku tadi mimpi buruk yang sangatlah seram aku takut jika ada orang jahat lagi seperti Cantika dan Zekri!"


Brayen yang mencoba menenangkan istrinya yang sangatlah khawatir.


"Sudahlah jika seperti itu aku akan mengaktifkan keamanan rumah agar tidak ada orang jahat yang bisa mengusik rumah kita."


"Tapi aku ikut ke perusahaan,ya?"


"Baiklah sayang hari ini kau akan pergi ke perusahaan."


Hati Caca sangatlah senang karena dapat keluar dari rumah dan ikut bersama Brayen ke perusahaan.


Brayen telah menunggu di mobil sedangkan Caca sedang mengunci pintu rumah dan memastikan semuanya telah aman.


Hari ini Caca memakai jaket berwarna biru serta shall yang berwarna putih. Pada saat Caca memakai pakaian tersebut terlihat sangatlah Cantik dan anggun.


"Hei cantik ayo cepat!" teriak Brayen dari dalam mobil.


Caca memasang senyum dan segera berlari masuk kedalam mobil. Diperjalanan Caca sedang melihat perjalanan yang sangat tebal diselimuti oleh salju.


"Ray kapan musim ini berakhir?"


"Mungkin dua sampai tiga hari lagi."


"Ray aku kangen dengan Indonesia, kapan kita kesana lagi?"


"Mungkin nanti karena urusan disini belum banyak yang aku selesaikan."


Setelah itu Caca kembali menatap pemandangan disekitarnya. Setelah beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai diperusahaan mereka.


Para karyawan tertuju pada Caca. Karena, jarang sekali Caca mengunjungi perusahaan.


"Hai nyonya selamat datang," ucap salah satu staf perempuan.


Caca membalas dengan senyumannya yang manis. Hidung Caca tiba-tiba saja mencium aroma makanan yang sangatlah enak. Aroma makanan tersebut berasal dari kantin yang berada diperusahaan tersebut.


"Ray aku mau aroma makanan ini."

__ADS_1


Brayen melihat jam dan masih menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Apakah kau tadi tidak sarapan?"


"Aku sudah sarapan tapi aku ingin makanan ini!"


"Baiklah-baiklah sayang aku akan mengantarkanmu ke kantin."


Kini Brayen dan Caca menuju kantin perusahaan. Saat tiba di kantin Caca melihat sebuah kue yang baru saja dikeluarkan dari oven.


"Aku mau kue itu satu sama donatnya dua."


"Kau tidak sedang bercandakan?"


"Ayolah ray aku tidak sedang bercanda."


Walaupun aneh melihat tingkah istrinya itu yang tumben memesan makanan manis yang cukup banyak Brayen tetap membelikannya.


Diruangan Brayen Caca duduk di sofa dan sambil menikmati cemilan yang tadi dibeli oleh Brayen.


Brayen yang sedang sibuk dengan laptopnya kini tiba-tiba saja mendapat panggilan telpon dari staf kantornya.


Brayen segera keluar dari ruangan tanpa berpamitan dengan istrinya dan membiarkan laptop diatas meja tersebut hidup.


Tidak lama kemudian Caca baru menyadari jika suaminya itu tidak ada diruangan.


"Anak ini benar-benar keluar tidak bilang kepadaku dasar, Brayen Lavendra!"


Kemudian Caca menuju kearah laptop yang berada diatas meja kerja Brayen. Caca melihat data-data perusahaan serta seluruh rahasia dan juga permasalahan yang ada diperusahaan.


"Kebiasaan seorang Brayen jika ada masalah tidak bilang kepadaku!"


"Hei kenapa wajahmu seperti itu?"


"Kau tahu kesalahan yang ada didata itu sudah aku perbaiki."


Brayen hanya diam dan tidak berbicara apapun.


"Kenapa kau diam? Aku sudah memperbaikinya dan jika ada masalah segera bilang dan jangan disembunyikan."


"Sayang bukan seperti itu aku tidak ingin merepotkan dirimu."


"Hei kau meremehkan diriku?"


"Tidak sayang."


Caca bangkit dan meninggalkan ruangan Brayen. Kini Caca hanya kesal terhadap tingkah Brayen yang seolah-olah meremehkan dirinya.


Caca menuju ke taman yang berada disamping kantor tersebut.


"Memangnya dia saja yang bisa melakukan itu dan dia meremehkan diriku!" gumam Caca.


Caca duduk di ayunan yang berada ditaman tersebut. Lama kelamaan tubuh Caca merasa kedinginan. Dia melihat sekeliling tidak ada orang sama sekali. Tiba-tiba kepala Caca pusing dan Caca merasa kini semuanya gelap.


Brayen yang mencari Caca kini melihat istrinya itu telah pingsan.


"Astaga Caca!" teriak Brayen panik.


Brayen segera membawa tubuh Caca kedalam perusahaan miliknya. Seluruh staf merasa khawatir melihat tubuh nyonya mereka tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Panggil dokter cepat!" teriak Brayen lagi.


Seluruh staf segera melakukan yang Brayen perintahkan. Brayen membawa Caca keruangannya.


"Astaga Caca kau ini sangat menghawatirkan diriku dan sekarang kau pingsan."


Tidaklama kemudian dokter telah datang dan segera memeriksa keadaan tubuh Caca. Bukannya wajah khawatir yang ada diwajah dokter tersebut, tetapi Brayen melihat senyum diwajahnya.


"Dokter kenapa dengan istri saya?"


"Tenang ray kau seharusnya senang karena istrimu telah mengandung calon penerus perusahaan."


"Astaga Caca pantas saja kau akhir-akhir ini sangatlah menyebalkan."


"Kau harus banyak-banyak sabar ray karena usia kandungan istrimu masih muda dan rentan terhadap keguguran."


"Baiklah dok aku akan menjaga Caca sebaik mungkin."


Akhirnya dokter meninggalkan mereka berdua dan Brayen menatap wajah Caca yang masih pingsan tersebut.


"Kau tahu sayang aku akan berjanji aku akan menjaga dirimu semaksimal mungkin."


Kemudian Brayen segera menelpon keluarga serta sahabat-sahabatnya.


"Hei aku ada kabar baik untuk kalian semua!"


"Ada apa, ray?" ucap seluruh orang yang ada di telpon tersebut.


"Untuk mami dan bunda kalian akan menjadi nenek dan untuk sahabatku kalian akan memiliki keponakan!"


"Astaga Caca hamil?" tanya Milen.


"Iya bunda Caca hamil."


"Alhamdulillah calon penerus perusahaan akan lahir," ucap Justin.


"Asik gua bakalan jadi tante!" teriak Linda.


"Ray lo harus jagain Caca jangan sampai kenapa-kenapa," ucap Rosa.


Seluruh keluarga Caca kini sangatlah senang dan Renata serta Milen akan mengumumkan kehamilan anaknya itu dan mantunya itu.


Brayen segera memesan coklat yang banyak sekali dan akan membagikan coklat tersebut keseluruh karyawan perusahaan.


Tiba-tiba terdengar suara Caca yang memanggil nama Brayen.


"Ray kepalaku pusing."


Brayen langsung menghampiri Caca.


"Kau tahu tidak aku sedang pusing namun kenapa wajahmu terlihat senang?"


"Karena calon penerus perusahaan ada didalam kandunganmu."


"Astaga maksud kau aku hamil,ray?"


"Iya tadi dokter telah memerika dan katanya kau sedang mengandung."


Air mata tiba-tiba saja menetes dari mata Caca. Kini mereka berdua berpelukan karena bahagia.

__ADS_1


__ADS_2