Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Tertangkap


__ADS_3

Malam pun tiba Brayen dan keluarga nya sedang makan bersama,di ruang makan.


"Hmm den ini masakan nya enak banget," ucap Brayen.


"Ahahaa iya ray ini makanan enak banget," ucap Deni.


"Hmm kira kira siapa ya den yang masak nya?" tanya Brayen.


"Ah pasti mba Leni," ucap Brayen.


"Ahahaa iya kita panggil aja yok mba nya," ucap Deni.


"kalian ini kenapa?" tanya bunda.


"Mba Leni sini dong," ucap Brayen.


Sontak mba Leni ke arah suara Brayen.


"Ah den Brayen bisa saja," ucap mba Leni sambil memegang pundak Brayen.


Brayen terkejut saat mba Leni memegang pundak nya begitu juga Deni.


Brayen hanya melakukan kontak mata dengan Deni dan Deni mengerti apa yang di suruh oleh Brayen.


Tiba-tiba Deni memegangi tangan mba Leni.


"Ah! den Deni ini ada apa?" tanya mba Lina.


"Iya nak ini ada apa?" tanya Kenzo dan Milen.

__ADS_1


Brayen langsung menuju kearah tv yang ada di ruang makan tersebut.


"Lihat yah apa yang sudah dilakukan pelayan satu ini," ucap Brayen.


Mba Leni terlihat wajah nya ketakutan.


"Hey!! iblis kenapa wajah kamu tertunduk?" tanya Brayen dengan nada marah.


"Jelaskan kenapa bisa seperti itu," ucap Deni.


"Ooo gak mau ngejelasin," ucap Brayen.


Dari tadi pelayan yang lainnya hanya menonton saja. Mereka terlihat ketakutan.


"Ya sudah tenang polisi sudah ada di luar," ucap Brayen dengan santainya.


"Kenapa kamu ngelaporin dia ke polisi Ray?" tanya bunda heran.


"Itu bohong semuanya bohong," ucap mba Lina.


"Oke sekarang kita lihat rekaman video ini," ucap Brayen.


Saat video itu diputar oleh Brayen di situ semua orang yang menyaksikan video itu terkejut saat melihat isi video tersebut.


Mereka tidak menyangka bahwa Lina orang nya seperti itu.


Ayah dan bunda Brayen juga terkejut saat melihat video itu.


"Anak pintar," ucap Kenzo.

__ADS_1


"Woy ray pegel nih cepetan panggilan polisi yang ada di luar," ucap Deni


"hahahaha iya juga maaf den lupa," ucap Brayen.


Brayen menuju ke arah pintu keluar dan anjing Brayen mengikuti Brayen dari belakang.


"Pak silahkan masuk," ucap Brayen dengan nada sopan.


"Eh nak Brayen sudah biasa aja panggil nya jangan bapak dong om aja manggil nya," ucap salah satu polisi tersebut.


"Ehehehe iya om silahkan masuk," ucap Brayen lagi.


polisi tersebut masuk dan langsung menangkap mba Lina.


Polisi tersebut juga mengambil bukti bukti yabg yang sudah di kumpulkan oleh Brayen.


"Kenzo kamu bersyukur sudah di titipkan tuhan anak yang jenius," ucap salah satu polisi tersebut.


"Ahaha bisa aja kamu," ucap Kenzo.


"Baiklah nak Brayen nanti jika ada apa apa jangan malu malu untuk menghubungi kami," ucap pak polisi.


"Ok siap pak eh salah maksudnya oke siap om," ucap Brayen.


Brayen dan Deni saling menjabat tangan Karena misi mereka berhasil.


"Untuk pelayan yang ada di rumah ini kalian jangan macam macam apa lagi ingin mencelakai orang yang saya sayangi," ucap Brayen tegas.


Tiba-tiba anjing peliharaan Brayen menghampiri Brayen.

__ADS_1


"Eh iya sama hewan yang saya sayangi juga kalian jangan macam macam ingat," ucap Brayen.


"Baik den," ucap semua pelayan dengan kepala tertunduk.


__ADS_2