Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Mencoba


__ADS_3

Sedangkan Brayen di sekolah nya dia sedang menghadapi cewe cewe yang cari perhatian terhadap nya.


"Aaa Brayen aku suka kamu," ucap cewe cewe tersebut.


Brayen hanya menatap mereka dengan tatapan dingin nya.


"Ray seperti nya kita harus pergi dari sini daru pada lo nanti di cakar," bisik Deni.


Brayen menyetujui apa yang di bicarakan Deni.Akhirnya Deni dan Brayen pergi dari tempat mereka duduk tersebut.


Disekolah ini Brayen termasuk siswa yang sangat populer bagaimana tidak populer Brayen merupakan siswa yang ganteng, jenius,dan juga masa sekolah dia lebih cepat.


Dibanding itu Deni juga seperti itu sama dengan Brayen dia juga ikut populer.


Karena sedang bel istirahat jadi Brayen dan Deni akhirnya pergi menuju kantin mereka tidak lapar namun karena banyak anak cewe yang ingin memakan mereka akhirnya mereka pergi ke kantin.


"Bude bakso dua sama es teler nya ya bude," ucap Brayen.


"Ok den," ucap bibi yang jual bakso tersebut.


Taklama dari itu pesanan Brayen dan Deni akhirnya sampai.


Mereka makan dengan lahap pesanan mereka tersebut. Saat sedang asik makan Nesa menghampiri Brayen.


"Eh Brayen dan Deni," ucap Nesa.

__ADS_1


Mata Deni sontak melotot karena melihat Nesa datang dan duduk di samping Brayen.Deni tahu bahwa sahabat nya itu risih dengan kehadiran Nesa.


"Nesa lo bisa gak usah ganggu Brayen gak soal nya mood Brayen lagi gak baik," ucap Deni.


"Hah mood yayang Brayen lagi gak bagus ya bagus dong ada gua di sini biar bisa hibur Brayen," ucap Nesa centil.


Dan tiba tiba Brayen berdiri dari tempat duduk nya dan pergi begitu saja.


"Ah lo mah nes ganggu kita orang makan aja kasian kan bakso nya kalo gak di makan," ucap Deni kesal.


Nesa langsung merubah raut wajah nya. Yang tadi senang kini terlihat kesal.


"Hmm awas aja lo ray gua pasti bisa ngedapetin lo dengan cara apa pun," gumam Nesa kesal.


Deni akhirnya menyusul Brayen.Deni dan Brayen kembali ke kelas mereka.


Deni yang sedari melihat Brayen ada rasa kasihan namun Deni tahu jika Brayen sedang tidak mood dia tidak ingin di ganggu.


"Den kenapa gua kangen ya den?" tanya Brayen di bangku nya.


"Kangen sama siapa lo?" tanya Deni.


"Caca," ucap Brayen.


"Gini ya sekarang ini canggih kenapa lo gak kirim pesan aja ke dia?" tanya Deni.

__ADS_1


"Masalah nya gua sama dia belum ma'afan" ucap Brayen.


"Kasian Banget sih lo den," ucap Deni.


Taklama dari itu guru pelajaran Brayen sudah datang.


Setelah selesai sekolah Brayen dan Deni memutuskan untuk minum kopi di kedai kopi.


"Sudahlah sekarang coba lo telepon dia," ucap Deni.


"Hmm iya deh ya gua coba," ucap Brayen.


Namun saat Brayen ingin menelpon Caca ia melihat di handphone nya bahwa Caca sudah ganti nomor.


"Den dia sudah ganti nomor," ucap Brayen sedih.


"Ya akun media sosial nya astaga ray," ucap Deni kesal.


Akhirnya Brayen mencoba mencari media sosial Caca dan akhirnya ketemu.


Brayen mencoba untuk mengirim permintaan maaf ke Caca.


Saat Brayen sudah selesai mengetik akhirnya Brayen mengirim pesan tersebut. Deni heran pasalnya Brayen mengetik nya lama banget.


Deni penasaran apa yang Brayen kirim.

__ADS_1


"Bro coba liat," ucap Deni.


"Gak gak mau," ucap Brayen.


__ADS_2