Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Terbaik


__ADS_3

Caca akhirnya tertidur lelap dengan buku yang ia sedang baca.


Dan tak terasa malam pun telah tiba mami papi Caca pun sudah pulang mereka langsung menanyakan anak nya itu.


"Bi mana Caca,bi?" tanya mami.


"Mm non Caca ada di kamar nya nyonya," ucap bibi.


"Bi kok kek gelisah gitu,bi?" tanya papi.


"Maaf tuan maaf banget, non Caca gak enak badan tuan," ucap bibi takut.


"Ha Caca gak enak badan? astagaa anak itu," ucap mami sambil terkejut.


Akhirnya mami langsung menuju ke kamar Caca dan dia langsung membuka pintu kamar Caca.


Dikamar nya mami melihat Caca yang sedang tertidur dengan buku buku nya yang berantakan di kasur.


"Caca ,are you okey?" tanya mami.


"Eh mami," ucap Caca terkejut sambil mengucek mata nya.


" I'm okey mi,kenapa mi?" tanya Caca.


"Kamu bohong orang jelas badan kamu anget gini," ucap mami nya.


"Ehehehe gak papa kok mi,cuma anget dikit,"ucap Caca .


"Kamu kemarin gak tidur ya,nak?" tanya mami nya.


"Tidur kok,mi" jawab Caca.


"Iya tidur,tapi tidur nya subuh," omel mami.


"Hehehehe," tawa Caca.


"Ya sudah jangan tidur malem malem besok mau ujian berikan yang terbaik ya, nak."


"ok mi santuy,pasti terbaik," ucap Caca.


"Tapi mi,kalo terbaik ada komisi gak,nih?" goda Caca.


"Ada dong tentu nya," ucap mami.


"Nah sip,Caca jadi tambah semangat,"ucap Caca.


Melihat tingkah anak nya itu mami hanya menggeleng gelengkan kepala nya dan mami pun akhirnya turun ke bawah.


"Bibi," ucap mami.


"Iya nyonya ada apa?" tanya bibi.


"Bawakan Caca susu dan buah ke kamar nya dan jangan lupa obat nya dan vitamin nya," ucap mami.


"Baik nyonya segera saya kerjakan," jawab bibi.


Akhirnya mami nya itu pun menuju ke kamar nya dan bibi nya pun menyiapkan apa yang dia suruh mami nya Caca .


Setelah itu Caca sekarang hanya menonton TV di kamar nya karena ia sudah belajar tadi siang dan dia belajar sangat giat.


Caca menonton tv sambil memakan cemilan yang ada di kamar nya.


"Wah,itu bapak kasian banget sih udah di fitnah sama anak nya sendiri," gumam caca.

__ADS_1


iya karena Caca sedang menonton sebuah sinetron dan sinetron itu yang membuat dia kesal.


Dan tak lama dari itu Caca mendengar ketukan pintu.


Tok,tok,tok.


"Mmm masuk," ucap Caca.


"Non ini ada buah, obat,susu,sama vitamin non tolong di makan non perintah nyonya," ucap bibi.


"Ya bi taruh aja di sini nanti Caca makan," ucap Caca.


Akhirnya caca pun mengganti cemilan nya itu dengan cemilan yang di suruh mami nya.


Sedangkan di rumah Brayen.


Karena Brayen sudah bosen dengan belajar akhirnya Brayen memutuskan untuk keluar bentar dengan mobil dan juga supir nya.


"Bunda ayah Brayen keluar sebentar ya, bun!" teriak Brayen.


"Keluar mau ke mana kamu,nak?" tanya ayah.


"Brayen mau muter muter bentar,yah."


"Jangan malem malem pulang nya nak, besok mau ujian,"ucap ayah.


"Iya," jawab Brayen.


Akhirnya Brayen keluar menggunakan mobil milik nya karena Brayen masih di bawah umur jadi Brayen belum boleh mengendarai mobil.


"Den kita mau kemana?" tanya pak supir.


"Hmmm ke taman kota aja,pak."


Kepala Brayen masih sangat pening akibat pelajaran yang ia belajar tadi cukup banyak.


Di perjalanan Brayen hanya terdiam dia memikirkan apakah besok ia bisa menjadi yang terbaik atau tidak.


Tak lama kemudian.


"Den sudah sampai,den."


"Mmm iya pak,trimakasih."


"Pak kalo bapak mau jajan biar seger ini pak duit nya," ucap Brayen sambil mengeluarkan uang seratus ribu.


"Makasih banyak," ucap pak supir.


Akhirnya brayen memutuskan untuk jalan jalan sebentar.


Sambil menikmati malam yang ramai Brayen mampir ke jajanan yang ada di pinggir taman kota.


Ia memutuskan untuk jajan bandrek ya sebenarnya Brayen sudah sering kesini.


"Pak, bandrek satu," ucap Brayen.


"Eh,nak Brayen," ucap bapak bandrek.


"Iya pak," ucap Brayen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Tumben nak kesini lagi pusing,ya?"


"Ahahaa ih bapak tau aja," canda Brayen.

__ADS_1


Akhirnya bandrek pesanan Brayen sudah jadi , Brayen meminum bandrek yang ia pesan itu.


Setelah selesai Brayen pun membayar bandrek yang ia pesan dan kemudian dia langsung mencari makanan yang lain nya lagi.


"Hmm jajan apa lagi ya biar kenyang," gumam Brayen.


Brayen pun melihat nasi kucing akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke kedai nasi kucing tersebut.


"Pak nasi kucing nya saya pesan dua yang isi orek tempe satu sama isi ikan terik satu pak sama saya pesan sate telur puyuh tiga abis itu sate usus nya dua mmm abis itu sosis goreng nya dua udah pak itu aja," ucap Brayen ke penjual nasi kucing.


"Ok siap," penjual nasi kucing itu pun langsung memberikan apa yang Brayen minta.


Saat sedang makan Brayen pun melihat pak supir kemudian ia memanggil nya.


"Pak sini pak makan!" teriak Brayen.


Pak supir pun langsung menghampiri Brayen.


"Maaf den enggak,bapak sudah kenyang," ucap pak supir.


"Mmm ya sudah," ucap Brayen sambil meneruskan makannya.


"Den sudah mau jam sembilan.Ayo, abis ini pulang nanti tuan sama nyonya marah, den."


"Mm bentar lagi ya pak satu jajanan lagi ya, hehe."


"Baik den,bapak tunggu di mobil," ucap pak supir.


Setelah pak supir pergi Brayen pun melanjutkan makan nya dan setelah itu dia mencari martabak untuk di bawa pulang.


"Hmm beli Martabak tempat biasa aja," gumam nya.


Akhirnya Brayen menuju ke kedai terang bulan yang biasa bunda dan ayah nya beli.


"Kang Asep, terang bulan nya nya lima loyang ya,pak."


"Eh nak Brayen, loyang nya yang besar apa yang kecil,nak?" tanya pak Asep.


"Mmm yang besar aja kang.Eh iya kang kek biasa ya kang gula sama margarin nya jangan banyak banyak, " ucap Brayen.


"Ok siap ,nak Brayen mau rasa apa aja nak?" tanya pak Asep lagi.


"Itu coklat keju,keju susu, coklat wijen, kacang ,samaa strawberry mix nanas mix blueberry ya,kang."


"Baik nak, segera bapak buatkan," ucap kang Asep.


Setelah martabak nya jadi Brayen pun membayar martabak nya dan kemudian ia langsung menuju mobil.


Sambil membawa bingkisan martabak Brayen masuk mobil.


"Pak ayo pak,kita pulang," ucap Brayen.


"Ok den," ucap pak supir.


Saat di perjalanan Brayen hanya melamun karna dia merasa sudah kenyang.


Tak lama dari itu pun Brayen akhirnya sudah sampai rumah Brayen turun dari mobil nya dan kemudian dia kasih martabak itu ke pak supir


"Pak ini ada dua martabak terserah bapak mau rasa yang mana sama sampaikan juga ke pak satpam ya, pak."


"Ok den makasih iya den nanti bapak sampaikan ke pak satpam"ucap Brayen dari luar mobil.


Setelah itu Brayen sangat lelah. Ia langsung masuk ke rumah menuju ke ruang makan dan setelah menaruh bingkisan nya dia langsung ke kamar dan kemudian dia tidur .

__ADS_1


__ADS_2