
Dirumah Caca.
Semenjak penculikan Caca,Justin dan Renata semakin memperketat penjagaan Caca.
Caca pergi ke sekolah sudah tidak dibolehkan lagi untuk menyetir sendiri.
Setiap kali Caca ingin pergi pasti Caca membawa seorang pengawal.
Saat di rumah Justin dan Renata memanggil anak semata wayangnya itu.
"Caca Amelia," ucap Justin.
Sontak mendengar ucapan papi nya itu Caca terkejut.
Caca menghentikan pekerjaannya nya itu dan menghampiri papi nya.
"Hmm iya pi ada apa?" tanya Caca takut.
"Kamu tadi siang sudah pintar nah sekarang kamu harus ikuti perintah papi dan mami," ucap Justin.
"Papi Caca selalu mengikuti perintah papi dan mami," ucap Caca tegas.
"Oke dua bulan lagi kita akan bertemu seseorang," ucap Renata.
"Hmm oke tidak masalah," ucap Caca.
Meski heran Caca mengangguk saja dan dia pun melanjutkan kegiatan nya.
Setelah itu tiba tiba handphone Caca berdering Caca Melihat yang menelpon adalah Rosa.
__ADS_1
"Caca!" teriak Rosa.
Sontak Caca menjauhkan handphone nya dari telinga nya.
"Non bisa tidak kalo tidak teriak," ucap Caca.
"Ehehehe maaf ca soal nya gua khawatir banget sama lo katanya lo di culik," ucap Rosa.
"Udah tenang gua aman kok sudah di rumah kok ini," ucap Caca santai.
"Ya sudah deh jaga diri lo baik baik ya," ucap Rosa.
"Ya lo ini ngomong biasa aja kali sa jangan berlebihan eh iya lo kata nya sakit?sakit apa lo tiba tiba gak sekolah?" tanya Caca.
"Ehehe iya ca soal nya badan gua panas tiba tiba eh kata ayah kata nya gua diare," ucap Rosa.
"Ahaha ya sudah cepet sehat ya monyet gua sayang lo," ucap Caca.
Sesudah itu Rosa mematikan handphone milik nya.
Caca kembali memainkan handphone nya. Dan dia teringat bahwa besok ada ulangan harian.
"Ah males banget besok ulangan perasaan tiap hari pasti ada ulangan," gumam Caca.
Akhirnya Caca memutuskan untuk bangun dari tempat tidur dengan malas.
Besok hari nya.
Caca sudah bangun dia sudah mempersiapkan dengan matang karena dia tidak ingin mengulang ujian praktek.
__ADS_1
Saat Caca turun kebawah terlihat mami dan papi nya sedang menelepon.
Caca mendengar kata Milen dan Kenzo.Namun Caca tidak peduli siapa mereka dan melanjutkan sarapan pagi nya.
"Mi pi kalian tidak sarapan?" tanya Caca.
Namun mami dan papi nya itu tidak memperdulikan pertanyaan Caca dan tetap menelpon.
"Ish yang nelpon mami sama papi kek nya sibuk bener," ucap Caca kesal.
"Mi pi kalian tidak sarapan?" tanya Caca lagi.
Lagi lagi tidak ada yang memperdulikan pertanyaan Caca.
Caca hanya memakan roti namun karena dia marah jadi nya porsi roti Caca menjadi bertambah.
Biasa nya Caca memakan dua buah roti namun pagi ini Caca memakan empat buah roti.
Saat Renata melihat anak nya memakan sarapannya sebanyak itu Renata tahu bahwa Caca sedang marah.
"Sayang maaf ya iya nanti kami sarapan tapi tidak sekarang nak"ucap Renata lembut.
"Iya sayang nanti ya ini kami sedang membahas acara" ucap Justin seketika berhenti.
"Acara apa?" tanya Caca.
Sontak Renata menjawab pertanyaan anak nya itu.
"Acara pembukaan toko nak," ucap Renata.
__ADS_1
"Hmm aku tahu kalian bohong wajah mami sangat gugup sampai sampai kalian melupakan sarapan dan tidak mendengarkan aku karena rencana acara apalah itu"ucap Caca kesal.
"Ya sudah Caca berangkat Caca kali ini berangkat sendiri biarin saja Caca di culik agar kalian tidak repot repot mengurusi Caca," ucap Caca lagi.