Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Klarifikasi Brayen dan Cantika


__ADS_3

Sinar matahari telah memasuki kamar Rosa. Kini Rosa dan Caca masih tertidur pulas. Suara ketukan pintu terdengar oleh Caca. Caca sontak bangun dan membuka siapa yang mengetuk pintu kamar mereka.


Dengan mata yang masih sedikit kabur dan badan yang sempoyongan kini Caca melihat bibi yang berkerja di rumah Rosa menghantarkan jamu. "Eh bibi," ucap Caca dengan nada mengantuk.


"Non ini jamunya jangan lupa diminum ini baik untuk kesehatan non Rosa sama non Caca."


"Iya bi terimakasih nanti jamu kunyit sama jamu beras kencurnya kami minum."


Caca kembali menutup pintu kamar.Dengan membawakan dua gelas jamu kini Caca meminum jamunya deluan. Rosa yang sedang nyenyak tidur kini dibangunkan oleh Caca.


"Rosa! ayo bangun."


Mendengar ucapan Caca Rosa langsung membalikkan tubuhnya dan melihat Caca kini sedang memainkan handphone.


"Gila pala gua sakit banget tahu."


"Ya elo minumnya enggak banyak tapi sekali mesen langsung yang tinggi alkohol."


Caca hanya tertawa saja saat mendengar omelan Rosa. Saat dia membuka pesan terdapat pesan Brayen. Caca melihat isi pesan Brayen mengatakan bahwa terdapat kesalahpahaman.


"Sa apa iya ini ada yang salah paham!"


"Iya gua juga nebak gitu ya biasalah pelakor."


Caca hanya terdiam. Kini Caca mencoba menelpon Brayen. Tepat pada saat sarapan Brayen mendengar suara handphonenya berdering. Brayen melihat Caca yang menelepon dirinya.


"Halo sayang apakah kamu sekarang baikkan?"


"Ray gua titip pesan untuk lo jauhin Cantika dia yang sudah membuat semua berita itu!"


"Tidak mungkin sayang Cantika orangnya' baik dia tidak mungkin seperti itu."


Hati Caca kini seperti ditusuk oleh paku. Pasalnya perkataan Caca tidak didengarkan oleh Brayen. Sontak Caca melemparkan handphone miliknya ketembok."Brakk!" Layar handphone Caca retak.


"Gila lo ca handphone lo rusak astaga."


"Biarin aja biar gua gak bisa hubungin Brayen."


Rosa hanya diam saja saat. Kini Rosa bangkit dan melihat ada jamu dimeja akhirnya dia meminumnya. Setelah itu Rosa mengambil handphone yang Caca lempar tadi dan mengembalikannya ke Caca.


"Ini handphone lo jangan dilempar lagi!"

__ADS_1


Caca hanya diam dan tidak menggubris perkataan Rosa. Setelah itu Rosa akhirnya mencuci wajahnya di kamar mandi. Namun pada saat Rosa sudah mencuci wajahnya Rosa melihat Caca menangis.


"Asataga ca jangan nangis."


"Rosa handphone gua rusak terus bagaimana nanti jika Brayen nelpon gua!"


"Astaga ini anak benar banar tadi itu lo yang ngelempar handphone itu tapi kenapa sekarang lo malah nangis."


Rosa hanya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah sahabatnya itu. Rosa mengambil handphone miliknya dan mengabari Deni jika ingin menghubungi Caca lewat handphone miliknya.


Deni yang mendengar handphone nya bergetar kini langsung melihat siapa yang telah mengirimkan pesan tersebut.


Deni yang melihat Rosa telah mengirimkan sebuah pesan akhirnya membaca pesan tersebut. Kini Deni mengerti dan langsung menyampaikannya ke Brayen.


"Ray kata Rosa kalo lo mau menghubungi Caca sebaiknya melalui handphone Rosa karena handphone Caca tadi dilempar dan sekarang handphone milik Caca rusak!" terika Deni sambil memberikan makan anjing kesayangan Brayen.


"Astaga jadi anak itu ngelempar handphone miliknya sebaiknya gua cepat cepat buat pemberitaan klarifikasi."


Setelah itu Brayen menelpon ayahnya. Brayen meminta agar didatangkan jurnalis yang dapat mengeluarkan berita klarifikasi dirinya dan Cantika.


Kini Brayen telah bersiap siap untuk membuat berita klarifikasi dirinya. Brayen yang telah menghubungi Cantika agar datang kerumahnya kini Cantika mengikuti perintah Brayen.


"Santai ray pasti gua bantu tenang aja."


Setelah sekian lamanya akhirnya orang yang Brayen panggil datang. Sedangkan Cantika kini sudah terlebih dahulu datang. Kini mereka berdua sudah siap untuk membuat berita tentang klarifikasi.


Cantika kini hanya dapat duduk menahan egonya. Mendengar perkataan Brayen hati Cantika semakin sakit dibuatnya.


"Apakah kalian berpacaran?"


"Tidak saya dan Cantika tidak berpacaran dan saya sudah menikah."


"Jadi pemberiitaan itu adalah hoax?"


"Ya benar itu hoax semuanya hoax saya sudah memiliki istri namun saya tidak ingin menyebutkan namanya."


"Wah istrinya masih dirahasiakan namanya!"


Setelah itu akhirnya mereka selesai. Deni yang melihat Cantika hanya diam saja kini Deni hanya menahan tawanya saja. Karena Cantika terlihat kesal apa yang Brayen ucapkan.


"Gua tahu lo yang ngelakuin ini semua tapi gua enggak mau bilang nanti suatu saat lo sudah kelewatan lihat saja apa yang akan gua lakuin."

__ADS_1


Ketika semuanya pergi dan Cantika juga sudah pamit pulang kini Brayen dan Deni sedang menantikan berita yang akan keluar.


"Lega juga ya bro sudah klarifikasi."


"Ahaha Alhamdulillah."


Tidak lama dari itu muncullah pemberitaan utama dari layar televisi maupun pemberitaan di handphone dan media sosial. Kini lagi lagi nama Brayen dan Cantika menajadi trending topik.


Namun netizen malah penasaran dengan istrinya Brayen. Seketika juga nama pelakor menjadi trending juga.


"Ahaha puas hati gua ngeliat nama ini anak sedikit miring," ucap Deni sambil meminum minumannya.


Brayen yang sedang asik memakan snack kini hatinya lega karena dirinya sudah membuat pernyataan tersebut. Deni yang telah memberi tahu Rosa kini Caca dan Rosa menonton berita tersebut.


"Gila suami gua makin ganteng aja!" ucap Caca senang.


"Ahaha kok gua malah salah fokus sama wajah Cantika yang kelihatannya kesal ya."


Caca kini tertawa dengan sangatlah gembira. Setelah itu pada saat Rosa melihat media sosial tagar istri rahasia dan pelakor kini menjadi trending topik.


"Caca lo harus tahu sih ini tagar pelakor sama istri rahasia Brayen menjadi trending topik!"


"Apa waduh itu aja masih istri rahasia kalo misalnya sudah tahu namanya gua sama Brayen bisa bisa trending!"


Cantika yang melihat beritanya di tv dan di media sosial kini hanya dapat menahan emosinya. Kini Cantika menelpon orang suruhannya agar mereka dapat sedikit meredam pemberitaan mereka.


"Kamu sebaiknya meredam pemberitaan tersebut."


"Maaf nona kami tidak bisa meredamnya karena membutuhkan biaya yang cukup besar nona."


"Apakah uang yang ada di perusahaan papa tidak cukup?"


"Perusahaan papa anda kini dalam keadaan darurat nona tuan sedang terlilit hutang."


Cantika hanya dapat diam dan langsung mematikan handphone miliknya. Kini Cantika sedang memikirkan cara baru agar dapat menggantikan posisi Caca dihati Brayen.


"Tenang Cantika lo buatlagi rencana yang baru pasti lo bisa ngerusak hubungan mereka," ucap Cantika sambil meminum teh hangat miliknya.


Karena esok harinya mereka akan perpisahan kini Cantika sedang perawatan rutin tubuhnya agar besok ia terlihat cantik dan anggun.


Sedangkan Caca dan Rosa kini mereka sedang berenang di kolam belakang rumah Rosa. Mereka kini bersantai karena barang yang mereka butuhkan telah mereka beli semua.

__ADS_1


__ADS_2