Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Luka


__ADS_3

Kini mereka sudah berada di ruangan Cctv. Deni sudah membawa laptop nya. Mereka semua mendengarkan pembicaraan pelayan yang sudah direkam oleh Deni. Mereka sangat terkejut saat mendengar pembicaraan yang ada didalam telepon tersebut.


Mereka tidak mengerti siapa yang sudah membuat rencana ini. Mereka kini hanya dapat hati hati saja. Karena jika mereka salah langkah mereka akan dalam keadaan bahaya. Kemudian Caca berkata,"Mami waktu itu bicara,gua sama Rosa bakal pulang ke Jakarta dan gua akan ke Kalimantan lagi pada saat sudah lulus," ucap Caca.


Saat mendengar perkataan Caca sontak mata Brayen mengarah ke mata Caca. Caca tahu jika Brayen khawatir dengan diri nya. Brayen berkata,"Sampai kita lulus itu waktu yang sangat lama," ucap Brayen dengan nada dingin nya. Caca menebak Brayen pasti marah. Namun Caca menarik tangan Brayen agar mereka dapat berbicara berdua.


Sahabat mereka memaklumi mereka berdua. Karena kini mereka sudah sah menjadi suami istri. Setelah itu Caca menarik Brayen ke arah belakang. Disitu mereka membicarakan yang Caca tadi ucapkan. Brayen berkata,"Apa aku tidak bisa pindah ke Jakarta lagi?" tanya Brayen.


Kemudian Caca memegang pipi Brayen. Caca berkata,"Sudahlah sayang aku tahu kamu sedang khawatir,kamu tidak dapat pindah begitu saja apa lagi kita sekarang sudah termasuk di kelas akhir," ucap Caca.


Sedangkan sahabat Caca yang berada di ruang Cctv melihat mereka bermesraan. Linda berkata,"Astaga drama Korea di kehidupan nyata," ucap Linda. Kemudian Deni, Syifa dan Rosa hanya tertawa saja. Mereka sangat senang melihat kedua sahabatnya itu.


Setelah itu Caca dan Brayen kini saling menatap mereka baru menyadari jika terdapat Cctv di samping mereka. Sontak mereka langsung membuat wajah jelek mereka untuk mengejek sahabat nya itu. Syifa membuka berkata,"Eh kita ketahuan," ucap Syifa.


Setelah itu Caca dan Brayen akhirnya mereka masuk kembali ke dalam ruang rahasia di rumah Brayen. Ketika sudah sampai mereka melihat Deni,Linda,Rosa, dan Syifa sedang duduk rapih di sofa. Brayen berkata,"Dasar kalian ya, ngeliatin apa tadi kalian?" tanya Brayen.


Saat Brayen bertanya seperti itu, keempat sahabat mereka itu hanya saling menatap. Caca berkata,"Ayo sudahlah biarkan mereka melihat kita berdua agar mereka cepat menikah juga seperti kita" ucap Caca. Sontak Rosa langsung berkata,"Iya agar gua cepat nikah," ucap Rosa.

__ADS_1


Kini di ruangan itu penuh suara tawa mereka. Untung nya saja ruangan itu kedap suara. Tawa mereka tidak dapat terdengar dari luar. Tidak lama dari itu, mereka kembali dengan masalah mereka. Brayen berkata,"Eh iya istri gua kan mau ke Jakarta, di situ kita harus lihat perkembangan musuh perusahaan,"ucap Brayen.


Deni mendengar perkataan Brayen dia sangat heran. Karena jika Caca berada di Jakarta akan susah mendapatkan informasi. Kemudian Deni akhirnya membuka suaranya,"Ray bukannya jika Caca ke Jakarta kita akan kekurangan informasi?" tanya Deni dengan serius.


Mendengar pertanyaan Deni, Brayen langsung menjawabnya. Brayen berkata,"Gua tahu,tapi kita kan belum tahu siapa yang sebenarnya musuh orang tua kita. Kita harus bersikap biasa saja. Dan mereka juga pasti sedang mencari kembali orang yang telah mengambil data yang sudah di diambil," ucap Brayen.


Situasi kini menjadi tegang. Mereka takut jika mereka salah mengambil langkah maka mereka akan terjebak dengan rencana mereka sendiri. Karena musuh orang tua Caca dan Brayen belum di ketahui pasti. Dari dua puluh orang yang tercatat di dalam data tersebut mereka hanya tahu satu perusahaan yaitu perusahaan ayah nya Rendi.


Kemudian Caca menunjuk satu perusahaan yang mereka tahu. Caca berkata," Ini perusahaan ayah nya Rendi yang sudah ingin bangkrut,apa harus kita curigai juga?" tanya Caca. Sontak Rosa menjawab ucapan Caca. Rosa berkata,"Kita harus mencurigai semua perusahaan yang tercantum di daftar ini," ucap Rosa.


Kini,Brayen sedang menghubungi polisi yang waktu itu sudah membantu diri nya. Sedangkan Caca,Linda, Deni Syifa dan Rosa sedang mengumpulkan identitas dan bukti bukti yang kuat. Sedangkan Brayen dia sedang sangat sibuk.Akhirnya mereka sudah selesai dan kini mereka tinggal menyingkirkan pelayan yang sudah mencuri berkas rahasia perusahaan.


Sebelum itu Brayen berbicara ke Milen agar Milen dapat membantu mereka. Sedangkan Renata,Justin, dan Kenzo mereka mematuhi saja apa yang anak anak nya itu rencanakan.


Malam hari tiba, Seluruh pelayan telah di kumpulkan di ruang tamu. Linda memastikan tidak ada satupun pelayan yang dapat kabur. Polisi dan para penjaga di luar sudah berjaga. Kini terlihat wajah seluruh pelayan ketakutan.


Setelah itu, Caca mencari wajah yang dia lihat waktu di ruang Cctv tersembunyi. Caca berkata,"Angkat wajah kalian," ucap Caca. Mendengar ucapan Caca seluruh pelayan akhirnya mengangkat kepala mereka.

__ADS_1


Kini wajah mereka semua dapat terlihat dengan jelas. Namun ada satu pelayan yang masih menundukkan wajah nya. Caca menyuruh pelayan tersebut maju. Pada saat ingin melihat wajahnya tiba tiba saja pelayan itu mencoba menyerang Caca menggunakan pisau.


Sontak pada saat Caca ingin di tusuk menggunakan pisau Caca langsung menghindar. Seluruh orang yang ada di rumah terkejut saat mendengar melihat aksi yang sudah dilakukan oleh pelayan tersebut.


Pelayan itu kembali mencoba membunuh Caca. Untung nya Caca dibekali ilmu bela diri . Jadinya Caca dapat melawan. Sedangkan Brayen,Linda, Syifa, Deni dan Rosa mereka mengamankan kedua orang tua mereka dan pelayan yang tidak bersalah terlebih dahulu.


Saat meninggalkan Caca sendiri di dalam hati Brayen sangat khawatir dengan keadaan istrinya. Brayen dan sahabat sahabat nya langsung ke dalam. Mereka melihat Caca sedang di serang oleh pelayan tersebut.


Brayen memanggil dari luar pak polisi untuk menyelinap dari dalam agar dapat menangkap pelayan tersebut. Caca berkata,"Dasar sialan beraninya kau sudah melukai tangan,ku!" teriak Caca.


Amarah Caca makin bertambah. Caca langsung menghajar dengan sangat kuat perut pelayan tersebut. Sontak pisau yang di pegang pelayan tersebut akhirnya terjatuh. Dengan sigap Deni mengambil pisau tersebut. Brayen menghampiri Caca yang sedang melawan pelayan tersebut.


Linda dan Rosa membantu Caca agar pelayan tersebut dapat ditangkap dan di ikat. Namun pergerakan pelayan tersebut sangat lincah. Saat pelayan tersebut ingin kabur dari belakang , polisi yang sudah dari tadi menjaga langsung melontarkan tembakan nya ke kaki pelayan.


"Dor!"


Terdengar suara yang sangat kuat dari dalam rumah. Kedua orang tua mereka sangat khawatir dengan keadaan anak anak mereka tersebut.

__ADS_1


__ADS_2