
Caca,Brayen, Rosa,dan Deni kini mereka sedang berada di suatu mall. Mereka sedang jalan jalan untuk melihat lihat. Saat mereka sedang berjalan. Mereka berempat berpapasan dengan ibu guru,Rendi, dan Mita. Lalu tiba tiba saja,Rendi memeluk Caca di hadapan Brayen. Rendi berkata,"Caca, kita ketemu juga," ucap Rendi.
Mata Caca kini melotot karena terkejut. Kemudian Deni melihat Brayen yang sedang menahan cemburu nya. Sontak Deni langsung bertindak. Deni berkata," Eghm, ca ayo kita jalan jalan lagi," ucap Deni. Mendengar perkataan Deni, akhirnya Caca melepas pelukan Rendi secara paksa. Caca berkata," Eh iya, ayo kita jalan jalan," ucap Caca. Kemudian saat mereka ingin berjalan tangan Caca di tarik oleh Rendi. Seketika wajah Brayen kembali masam.
Ibu guru dengan Mita mereka sedang membeli sebuah minuman. Jadi, mereka berdua tidak ada di saat itu. Kemudian Brayen mendekati Caca. Brayen langsung merangkul Caca. Brayen berkata,"Ayok kita jalan," ucap Brayen sambil mengelus pipi Caca. Wajah Caca kini memerah seperti udang yang di rebus. Sedangkan Rendi hanya memasang wajah yang tidak dapat di tebak. Rendi berkata,"Bukankah itu berlebihan?" tanya Rendi. Kemudian Rosa menjawab pertanyaan Rendi. Rosa berkata,"Tidak itu tidak berlebihan, Brayen bertindak seperti itu karena Brayen sayang sama Caca," ucap Rosa.
__ADS_1
Mata Deni sangat terkejut saat mendengar ucapan Rosa. Kemudian Rendi langsung melepas genggaman nya. Rendi berkata," Maaf jika gua udah ganggu kalian," ucap Rendi yang langsung meninggalkan mereka.
Saat Rendi sudah pergi,Brayen melepaskan rangkulannya dan dia kembali lagi di samping Deni. Caca berkata," Kalo cemburu bilang,bos."
Karena bosan, akhirnya Caca, Deni,Brayen,dan Rosa memutuskan pergi ke suatu tempat wisata. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Caca merasa kedinginan sampai sampai wajah nya kini pucat. Saat Rosa melihat Caca akhirnya Rosa membuka suaranya. Rosa berkata," Hei, kalian tidak ada yang membawa jaket?" tanya Rosa. Saat Rosa bertanya seperti itu Deni langsung menengok dan Deni melihat Caca wajah nya pucat akibat kedinginan.
__ADS_1
Rendi berkata," Ray calon istri lo kedinginan tuh," ucap Deni. Sontak mata Brayen melotot pada saat Deni berbicara seperti itu. Brayen berkata," Heh, jangan aneh aneh ngomong nya," ucap Brayen. Namun, karena Brayen penasaran akhirnya dia memutuskan untuk melihat Caca. Benar saja pada saat Brayen melihat,kini bibir Caca sangat pucat.
Brayen berfikir keras, akhirnya dia ingat kalo di mobil nya ada jaket Deni. Kemudian dia ambil jaket Deni dan di berikan nya ke Caca. Brayen berkata,"Ini pake, nanti bunda sama ayah tahu lo sakit bisa kena amuk gua," ucap Brayen. Pada saat Brayen memberikan jaket tersebut Deni terkejut bahwa yang di pake Caca adalah jaket nya. Deni berkata,"Ya ampun ca calon suami lo gak modal banget, masa jaket gua yang di pakein ke lo," ucap Deni.
Sontak Brayen mencubit Deni. Caca berkata,"Emang Brayen kan gak modal orang nya," ucap Caca. Pada saat Caca berbicara seperti itu Deni dan Rosa tertawa. Mereka berkata,"Semoga langgeng ya sampe kakek nenek," ucap Deni dan Rosa
__ADS_1