Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Libur


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian akhirnya Caca dan Brayen selesai melaksanakan ujian mereka.


Semenjak Caca menimpa Brayen, persahabatan Brayen dan Caca pun retak dan saat itulah mereka tidak berkomunikasi kasi lagi.


Walaupun Caca duduk di depan Brayen mereka tidak saling berbicara atau pun menyapa.


Sahabat Caca hanya dapat diam saja karena ya mereka tau Caca orang nya bagaimana mana.Sedangkan deni hanya dapat mengikuti perintah Brayen.


Karena ujian sudah selesai anak kelas sembilan pun libur ,Caca sekeluarga dan juga Rosa sedang bersiap mereka besok berencana untuk pergi ke pulau Dewata yaitu pulau Bali.


Flashback on.


Karena Caca takut merasa bosan ia akhirnya mengajak sahabat nya itu.Ia mengirim kan pesan ke sebuah grup.


"Guys," ketik Caca.


Linda,Rosa.


Mengetik.


"Kenapa,ca?" tanya Syifa.


"Iya ca,kenapa?" tanya Rosa.


"Jadi gini,nanti selesai ujian gua mau pergi ke bali kalian mau ikut gak nanti kalian cuma nyiapin uang jajan kalian aja semua nya udah di fasilitasi papi sama mami," ucap Caca


"Gak bisa gua ca, gua udah harus beberes cuy," ketik Linda


"Iya ca, gua gak bisa," ketik Syifa


"Rosa lo bisa gak?" tanya Caca


"Mmm lanjut lah, ayok aja aku mah,"ketik Rosa.


"Oke oke jadi yang ikut Rosa aja ya, eh iya makasih ya udah mau jadi temen gua selama ini gua berharap nanti kalo dah pada kerja kita bisa kumpul lagi, ya," ketik Caca


"Huft sedih gua,woy, "ketik Linda.


"Iya gua sedih, see you again guys," ketik Syifa.


"Too," ketik Caca dan Rosa.


Flashback off.


***


Di rumah Brayen.


Dirumah Brayen terlihat ramai mobil ,mobil itu merupakan mobil angkutan barang. bunda,ayah dan Brayen hanya mantau dari ruang keluarga saja.


Brayen pun bosan akhirnya dia memutuskan untuk kebelakang ia pun duduk di kursi santai di dekat kolam renang milik nya. sambil memainkan handphone.


Karena sudah selesai ujian jadi Brayen sudah memegang handphone milik nya.


Brayen mengirim pesan ke Deni.

__ADS_1


"Den," ketik Brayen


Mengetik.


"Iya ray,kenapa?" tanya Deni


"Lo jangan bilang ke siapa pun kalo gua pindah," ketik Brayen.


"Anah,kenapa pula," ketik Deni


"Engga papa den, dan ya jangan bilang ke Caca and the geng kalo gua pindah," ketik Brayen.


"Hmmm okelah," ketik Deni.


"Oke sip," ketik Brayen.


"Gak janji,ray," ketik Deni.


"Gua percaya sama lo,den."


Saat brayen sedang mengirim pesan sama deni bunda pun datang menghampiri Brayen.


"Besok bangun nya pagi ya jangan siang siang soal nya bunda dan ayah akan bertemu teman dulu," ucap bunda menjelaskan.


"Oke siap,Bun."


Setelah itu bunda masuk dan Brayen melanjutkan aktivitas nya.


Malem pun tiba Brayen tidur di kamar nya,kasur brayen dan lemari nya tidak di bawa karena sudah di siapkan di rumah yang ada di Kalimantan.


Tv pun juga sudah di bawa jadi malem itu brayen sangat bosan karena tidak ada yang dapat di mainkan.


Tiba tiba handphone brayen pun berdering dengan nada yang cukup nyaring dan itu mengagetkan Brayen.


Ia melihat yang menelpon itu wali kelas nya dan ya dia berfikir mungkin untuk pengumuman kelulusan ataupun rangking.


"Halo," ucap wali kelas Brayen.


"Iya pak, maaf pak ada apa ya pak?" tanya Brayen penasaran.


"Ini nak bapak mau kabari ijazah kamu sudah semua nya sudah beres tadi ajudan ayah mu yang ngambil ijazah nya dan ya nak selamat ya kamu rangking dua semoga tambah sukses nak, tingkatkan lagi kemampuan,mu."


"Eh makasih ya pak, makasih banyak iya pak aamiin,iya pak nanti pasti akan saya tingkatkan kemampuan saya," ucap Brayen.


"Pak maaf pak, saya mau nanya yang pertama siapa pak?" tanya Brayen.


"Oo itu Caca Amelia Jasmin nak yang pertama kamu sama dia cuma beda 2 nak sudah tidak papa nak ,oh ya nak bapak tutup ya telpon nya trimakasih," ucap walikelas Brayen.


"Iya pak," ucap Brayen.


Saat Brayen mengetahui ia rangking dua ada rasa kecewa di hati Brayen .


"Ckckck gua kalah sama anak itu awas aja dia, ya."


Taklama itu pun Brayen mendengar ketukan pintu dan ya itu suara bibi.

__ADS_1


Bibi pak satpam Brayen tidak pindah ia di tugas kan untuk mengurus rumah yang ada di Jakarta.


"Den den di panggil tuan,"ucap bibi.


"Hmm iya,bi."


Brayen pun langsung bangun dan Langsung mencari ayah nya itu.


"Yah yah ayah di mana?" tanya Brayen.


Bunda pun keluar dari kamar nya.


"Ayah bada di teras depan,nak."


"Oke bund makasih," ucap Brayen sambil melangkah menuju teras depan.


saat sampai depan Brayen melihat ayah nya sedang memegang sebuah kertas lembar dan ia juga melihat ada ajudan ayah nya yang sedang menunggu.


Batin Brayen.


"Agh,pasti ingin ngomong soal nilai."


"Brayen duduk sini," ucap ayah nya sambil menunjuk kursi yang ada di samping ayah Brayen.


"Iya yah ada apa?" tanya Brayen sambil duduk.


"Nilai kamu bagus tapi kamu rangking dua. Mmm gak papa lah kata nya cuma beda dua," ucap ayah nya.


"Ehehe iya yah maaf, bukan pertama tapi kedua," ucap Brayen.


"Gak papa,tapi ayah mau marah sama kamu," ucap ayah nya.


Brayen terkejut mendengar perkataan ayah nya itu.


"Iya yah,"ucap Brayen sambil menundukkan kepalanya.


"Hem kamu sudah benar nak dengan bersikap biasa saja seperti orang biasa," ucap ayah nya kemudian di Potong oleh Brayen perkataan ayah nya itu.


"Ayah tau dari mana?" tanya Brayen.


"Hal apa sih nak yang ayah gak tau," ucap ayah nya.


"Perbuatan kamu sudah benar tapi jangan sampai menyiksa diri kamu nak,kasian nak sama kamu nya sendiri kepala sekolah aja gak tau kamu anak dari keturunan Lavendra," ucap ayah nya lagi.


"Hmm ayah tau nak kamu sering diejek sama teman teman kamu sering di bully tapi kamu gak ngelawan itu kenapa?hmm nanti ayah mohon sama kamu jangan seperti itu lagi kamu harus nunjukin diri kamu yang sebenar nya ya sayang," ucap ayah.


"Dan apa bila ayah mendengar kamu di bully dan kamu nya tidak melawan mungkin ayah harus beri pelajaran," ucap tegas ayah nya.


Mendengar perkataan ayah nya itu Brayen pun langsung masuk dan kembali ke kamar nya.


Brayen tidak kaget apa bila ayah nya mengancam seperti itu ia sudah terbiasa.


"Hmm benar juga kata ayah gua ada semua nya fasilitas yang ayah kasih ke gua sangat cukup kenapa gua gak manfaatin ya hmmm tapi kalo gua manfaatin cewek cewek matre pasti mendekat,ya jelas lah gua kan ganteng pasti itu betina terpesona sama, gua."


"Hmm sudah lah nanti lagi gua pikirin , tidur lah udah jam delapan juga kata bunda kan besok harus bangun pagi," gumam Brayen.

__ADS_1


......................


__ADS_2