Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Bertemu


__ADS_3

Setelah itu Caca pergi ke kantin SMA Nusa Bina.


Di sana dia pergi untuk memakan makanan yang telah di berikan oleh gurunya itu.


Namun tiba tiba Caca melihat seseorang yang mirip dengan Brayen.


"Eh itu Brayen bukan sih," ucap Caca kebingungan.


Caca membuka kotak yang berisi makanan nya itu.


Sedangkan Brayen kini dia sedang berada di dekat Caca namun mereka belum saling bertemu.


"Huh di sini bosen banget ya," katanya Caca.


"Bosen ca," ucap seseorang lelaki dari belakang.


Caca mengenali suara ini lalu Caca menoleh ke belakang dan dia melihat Brayen sedang berada di belakang nya.


"Hah Brayen itu lo kan," ucap Caca terkejut.


Kemudian Brayen menghampiri Caca kini mereka berdua duduk di satu meja.


"Hei apa kabar?" katanya Brayen yang bertanya dengan Caca.


"Baik ray kok lo bisa di sini tadi gua juga ketemu sama Deni," ucap Caca yang kebingungan.


"Wah Deni sudah bertemu dangn Lo deluan ya," katanya Brayen.

__ADS_1


"Iya tadi gua nabrak dia," katanya Caca.


Saat mereka sedang asik mengobrol tiba tiba Deni datang dan menghampiri mereka.


"Akhirnya kalian bertemu juga," katanya Deni menghampiri mereka.


"Hehehe bisa aja lo den," katanya Brayen.


"Ray lo tambah keren ray,"ucap Caca canggung.


"Ahaha makasih ca,"ucap Brayen yang di paksakan ketawa.


"Iya dong Brayen kan emang ganteng," katanya Deni.


Saat mereka asik mengobrol tiba tiba mereka melihat segerombolan anak Nusa Bina yang menghampiri Caca.


"Eh Lo jangan ke ganjenan ya baru dateng sudah nempel aja sama Brayen dan Deni,"ucap Cewe tersebut.


"Hmm anak disini kurang ajar ya sama tamu sekolah nya ahaha," ucap Caca.


"Iya kenapa emang nya gak boleh?!" ucap cewek tersebut.


"Hei ca sudahlah mereka memang seperti itu jangan di ladenin," katanya Deni.


Seketika segerombolan cewek tersebut melihat ke arah Brayen yang dari tadi memperhatikan mereka.


"Guys ayo kembali ke kelas,"ucap salah satu cewe tersebut.

__ADS_1


Saat mereka sudah pergi Brayen mengeluarkan handphone milik nya.


"Ray lo belum menjawab pertanyaan gua tadi kok kalian bisa satu sekolah," tanya Caca.


"Oo kalo itu Brayen yang narik gua kesini agar dia ada teman katanya," ucap Deni menjelaskan.


"Oooo berarti,". pembicaraan Caca terpotong dengan suara tembakan yang mereka dengar.


"Suara apa itu?".Caca bertanya dengan Brayen dan Deni .


"Ray masa iya sih segila itu saingan ayah bunda lo," katanya Deni.


"Ah sudahlah den sekarang yang terpenting kita bawa Caca ke tempat yang aman dulu," katanya Brayen.


"Hmm baiklah," katanya Deni.


"Ca ayo ikut di sini gak aman ca dan lo gak memakai pelindung ca,"katanya Deni.


"Ca ayo cepat sebelum mereka sampai di sini kita harus sudah keluar dari sekolah," katanya Brayen.


Sontak Caca langsung berdiri dan mengikuti apa yang di ucapkan oleh Brayen dan Deni.


Caca mengikuti mereka dari belakang kini mereka berjalan dengan mengendap seperti maling.


Brayen melihat di luar sudah berantakan dan orang orang sudah melarikan diri.


"Gawat den sudah tidak ada orang di luar," katanya Brayen.

__ADS_1


"Waduh ray mana Caca enggak pake jas pelindung lagi," bisik Deni.


"Sebenarnya gua punya jas yang seperti kalian pakai tapi jas itu malahan ketinggalan di hotel," ucap Caca yang ketakutan.


__ADS_2