Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Perebut Suami Orang


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu Brayen dan Caca kini sedang disibukkan dengan persiapan kelulusan mereka berdua. Caca yang sedang memilih baju sedangkan Brayen untuk sementara kembali ke Kalimantan.


Caca sudah sehat. Kakinya kini kembali pulih dan dapat digerakkan. Kini Caca sedang shopping bersama Rosa. Sedangkan Linda dan Syifa akan kembali pada saat mereka berdua telah lulus.


"Sa sudah tidak terasa kita sebentar lagi lulus."


"Iya ca waktu berjalan begitu cepat."


Mereka berdua asik mengobrol sampai sampai tidak menyadari bahwa ada panggilan via video dari Brayen. Sedangkan Brayen yang dari tadi menunggu jawaban dari istrinya itu hanya kesal saja.


"Ini istri gua lagi ngapain coba sampai sampai telepon gua enggak diangkat!"


Deni yang berada disamping Brayen hanya dapat menggeleng gelengkan kepalanya.


"Coba gua telepon Rosa dulu."


"Nah iya coba telepon pacar lo itu dulu."


Kemudian Deni menelepon Rosa dan sama seperti Caca teleponnya tidak diangkat oleh Rosa.


"Enggak diangkat ray sama itu anak."


"Mereka kemana ya kira kira?"


"Mungkin lagi belanja biasa ray cewek."


Kemudian Brayen kembali menelepon Caca hingga berulang ulang. Namun hasilnya tetap saja tidak diangkat oleh Caca.


Setelah beberapa lama ada notifikasi dari Cantika yang mengajak Brayen untuk menemaninya belanja. Brayen yang bosan akhirnya mengiyakan ajakan Cantika.


"Den gua pergi dulu ya sama Cantika."


"Iya bro hati hati ingat udah naikah bukan bujang lagi lo udah punya istri."


"Iya tenang aja dihati gua selalu ada Caca."


Kemudian Brayen langsung mengeluarkan mobilnya dan langsung pergi menjemput Cantika. Sedangkan Cantika kini sudah menunggu Brayen didepan rumahnya.


"Lama banget ini anak ngejemput gua!"


Cantika terus mengomel dan tidak lama dari itu Cantika melihat mobil Brayen sudah berada didepan.


"Ayo can masuk!"


Kemudian Cantika masuk kedalam mobil dan setelah itu mereka pergi jalan berdua. Kini Brayen dan Cantika sedang asik bercanda mereka tertawa dan saling mengobrol.

__ADS_1


"Gua udah sering mendengarkan omelan cewek."


"Ah masa lo belum punya pacar padahal lo itu ganteng,kaya anak pengusaha sukses lagi."


"Itu semua gak menjamin gua kaya gua sukses tapi kalo lo nanya gua udah punya pacar belum gua gak jawab gua enggak punya pacar."


Mendengar ucapan Brayen Cantika kini hatinya langsung berbunga bunga. Kini Cantika pikir dirinya akan mengisi hati Brayen.


"Kalo gua jadi pacar lo gimana?"


"Ahahaa becandanya bisa aja aja gua udah punya istri can."


"Wah gila lo bohongkan lo?"


Kemudian Brayen memberikan handphonenya ke Cantika dan dia menyuruh Cantika melihat wallpaper handphonenya.


"Itu lihat saja ada cewek cantik itu istri gua namanya Caca."


Cantika membuka handphone Brayen dan benar saja terdapat foto pernikahan mereka berdua yang Brayen pasang di wallpaper handphonenya.


Kini hati Cantika menjadi sakit melihat orang yang dia suka telah memiliki istri. Kemudian Cantika hanya diam saja dan memberikan lagi handphone Brayen ke Brayen.


Kini mereka sudah sampai di toko yang mereka tuju. Cantika memilih baju yang akan dipakai nanti saat perpisahan. Brayen yang dari tadi melihat Cantika bingung memilih baju akhirnya Brayen mengambil dress berwarna biru muda dan memberikan kepada Cantika.


"Coba lo pakai ini pasti cocok."


Setelah beberapa lama kemudian Cantika keluar dan memakai dress yang Brayen pilih.


"Eh gila lo jago banget milih baju ray."


"Iya dong soalnya Caca selalu bajunya gua yang pilihin."


Kini Cantika semakin kesal saat mendengar nama Caca terus ditelinganya. Namun Cantika menahan emosinya dan langsung masuk ke kamar ganti.


Setelah itu mereka berdua menuju tempat makan. Brayen sengaja mengajak Cantika untuk makan dipinggir jalan tidak dirumah makan mewah. Saat Cantika mengetahui mereka berhenti ditempat gado gado yang ramai hati Cantika menjadi malas untuk keluar.


"Ayo turun kita makan disini. Gado gado disini enak tahu."


"Ray gua enggak suka ditempat seperti ini lo tahukan perawatan gua mahal dan sekarang cuaca sedang panas disitu rame banget."


Mendengar ucapan Cantika kini Brayen hanya menghela nafas kasar. Brayen kini semakin merindukan Caca. Karena sifat Caca berbeda sekali dengan Cantika.


"Baiklah ayo kita pindah tempat makannya."


"Nah itu lebih baik."

__ADS_1


Kemudian Brayen mengarahkan mobilnya kearah restoran mewah dan kini Brayen melihat wajah Cantika sangatlah senang. Brayen hanya membayangkan wajah Caca saat waktu itu Brayen mengajak Caca dinner direstoran mewah dan hanya disediakan makanan yang sedikit.


Brayen hanya tersenyum saja saat membayangkan kejadian pada saat Caca masih lapar selepas pulang dari restoran tersebut.


Melihat wajah Brayen yang tersenyum membuat Cantika semakin yakin bahwa Brayen senang saat mereka berdua pergi bersama. Kini Brayen telah masuk direstoran tersebut.


Cantika yang tiba tiba saja menggandeng tangan Brayen sontak membuat Brayen terkejut. Tepat pada saat itu terdapat wartawan yang sedang berkumpul.


"Wah itu Brayen Lavendra bersama Cantika putri dari pengusaha tambang yang terbesar di Asia itu!"


"Wah iya mereka sepertinya berkencan ayo foto foto agar menjadi topik pemberitaan."


Brayen yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang di potret oleh beberapa media. Sedangkan Cantika dia sengaja memasang tingkah yang mesra bersama Brayen.


"Wah gila Cantika sama Brayen cocok banget."


"Iya gua dengar dengar Brayen masih jomblo belum punya pacar."


"Waduh tanda tanda bentar lagi nikah!"


Setelah itu Brayen memesan beberapa makanan dan kini mereka berdua makan bersama direstoran tersebut. Kini Cantika dan Brayen makan bersama direstoran tersebut.


Caca kini masih santai di beberapa cafe dia sedang meminum beberapa segelas kopi untuk menghilangkan jenuhnya. Bersama Rosa mereka sedang video call bersama Linda dan Syifa.


Namun tiba tiba mereka berdua melihat dinotifikasi handphone Rosa yang melihat ada nama suaminya tersebut. Sontak Caca langsung membukanya dan membaca berita tersebut.


"Sa ini Brayen dengan Cantika!"


"Astaga iya ca ini suami lo sama siapa ini gua enggak kenal."


"Itu Cantika temannya Brayen masa diberita mereka akan segera menikah!"


Kini hati Caca dipenuhi dengan emosi. Caca hanya dapat menangis karena mengetahui suaminya bersama wanita lain. Kini Rosa menenangkan hati Caca. Mereka berdua segera bergegas pergi ke mobil.


Caca yang langsung membuka handphonenya melihat ada seratus panggilan tak terjawab yang berasal dari Brayen. Kemudian Caca langsung menelpon Brayen.


Kini handphone Brayen berdering namun tepat pada saat itu Brayen sedang pergi ke kamar mandi dan Cantika melihat terdapat panggilan dari Caca.


"Halo ini siapa ya?"


"Eh lo ya Cantika ngapain lo deket deket sama Brayen!"


"Kalo itu enggak tahu Brayen sendiri yang memintanya."


"Dasar kamu wanita jalang!"

__ADS_1


Tepat pada Caca mematikan handphonenya Brayen telah kembali dari toilet.


__ADS_2