Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Menerima


__ADS_3

Saat jam telah menunjukkan pukul sembilan malam, akhirnya Caca, Brayen,Deni,dan Rosa pulang. Mereka sangatlah lelah. Saat di perjalanan Caca merasa perut nya lapar. Caca melihat penjual nasi goreng di pinggir jalan. Caca berkata,"Mampir ke abang nasi gore yang di depan itu," ucap Caca. Saat mendengar perkataan Caca mereka yang ada didalam mobil tersebut akhirnya menuruti permintaan Caca.


Kini Caca,Brayen,Rosa,dan Deni akhirnya mampir ke tempat nasi goreng. Mereka memesan empat nasi goreng yang sama. Brayen berkata,"Emang ya perut Caca kek gentong," ucap Brayen. Saat mendengar perkataan Brayen,Caca sontak mengerutkan keningnya. Caca berkata,"Eh walaupun kek gentong yang penting badan gua gak gemuk," ucap Caca.


Mendengar perdebatan Caca dan Brayen,Rosa akhirnya membuka suaranya. Rosa berkata,"Diem astaga ini lagi mau makan jangan ribut ribut," ucap Rosa. Akhirnya Caca dan Brayen menuruti apa yang diperintahkan Rosa. Tidak lama dari itu, pesanan nasi goreng yang mereka pesan akhirnya sampai juga. Mereka kini makan nasi goreng yang berada di sebrang jalan.

__ADS_1


Beberapa lama kemudian, mereka akhirnya selesai. Pada saat Caca ingin membayar, Brayen sudah membayar deluan nasi goreng yang mereka pesan. Tiba tiba saja handphone Caca berdering. Caca melihat mami nya yang menelepon Caca. Kemudian Caca berkata," Ayok pulang mami sudah menelepon," ucap Caca. Kemudian mereka akhirnya bergegas pulang.


Setelah sampai di rumah, mereka melihat orang tua Caca dan Brayen sedang berada di luar. Mereka sedang minum kopi dan teh sambil menikmati malam. Deni berkata,"Nanti kalo kita sudah tua mungkin seperti itu," ucap Deni. Saat mendengar perkataan Deni, Brayen tersenyum hangat.


Mereka akhirnya turun dari mobil. Renata melihat anak anak nya itu sangat senang. Kini, Caca sudah mulai menerima Brayen. Ketika mereka memasuki teras mereka menghampiri orang tua mereka. Caca berkata,"Ayo masuk, nanti masuk angin. Dan juga angin malem gak bagus,kalian kan sudah lanjut usia," ucap Caca.

__ADS_1


Caca hanya bengong saja saat mendengar orang tuanya itu berbicara seperti itu. Brayen melihat mereka tersenyum hangat. Tiba tiba anjing Brayen keluar, bukannya menghampiri Brayen anjing itu malah menghampiri Caca. Kemudian Caca berkata,"Anjing manis kamu tambah imut," ucap Caca.


Seolah Brayen tidak dipedulikan oleh anjing nya , Brayen pun membuka mulut nya. Brayen berkata,"Hei, makanan mu di potong ya," ucap Brayen. Seolah mengerti apa yang Brayen ucapkan anjing tersebut menghampiri Brayen. Dia berguling gulig untuk meminta candaan dari Brayen. Deni berkata,"Lihatlah anjing mu ray, sandiwara nya bagus sekali," ucap Deni.


Melihat tingkah Caca,Brayen,dan deni Rosa hanya menaruh tangan nya di dagu nya. Setelah itu kedua keluarga tersebut akhirnya masuk kerumah Brayen. Caca sangat senang saat melihat mami dan papi nya tertawa bahagia.

__ADS_1


Begitu juga dengan Brayen yang melihat bunda nya dan ayah nya sedang merangkul orang tua Caca. Kini, mereka berdua tersenyum hangat.


__ADS_2