
Pagi telah tiba, kini Caca sudah berpakaian dengan rapih. Begitupun dengan Brayen dan Deni. Caca sudah bersiap pergi ke sekolah Brayen. Tepat hari ini mereka akan memperebutkan juara pertama.
sekarang Caca dengan keluarga Brayen sedang sarapan bersama di ruang makan. Kenzo berkata, "Ingat hati hati di jalan," ucap Kenzo. Setelah selesai sarapan Caca, Brayen , dan Deni segera pergi. Kini jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi.
Deni yang melihat Caca dari tadi melamun saja. Pasalnya, Caca dan Brayen hari ini belum sama sekali saling berbicara. Deni berkata, "Susah bener ya jadi orang yang pintar," ucap Deni.
Caca pura pura tidak mendengarkan perkataan Deni. Dia masih tetap fokus dengan jalan. Sedangkan Brayen sekarang dia menambahkan kecepatan mobil agar mereka cepat sampai di sekolah.
Beberapa lama kemudian, Caca dan rombongan sudah berada di sekolah Brayen lagi. Namun pada saat Caca turun dari mobil Brayen banyak orang yang memperhatikan dirinya.
__ADS_1
Walaupun Caca sudah terbiasa ditatap sinis oleh orang yang dia tidak kenal.Namun,Caca juga merasa risih karena tatapan mereka.
Tiba tiba saja Nesa menghampiri Mereka. Nesa merasa cemburu karena Caca bersama dengan Brayen. Nesa berkata, "Kok lo sama Brayen?" tanya Nesa. Kemudian Caca ingin menjawab pertanyaan Nesa. Namun Brayen sudah menjawab deluan. Brayen berkata, " Biarkan Caca bareng gua.Apa urusannya sama,lo?" tanya Brayen.
Saat mendengar perkataan Brayen Nesa hanya tertunduk malu. Karena, benar apa yang di katakan oleh Brayen. Setelah itu Brayen mengajak Caca untuk mencari rombongan nya dengan menarik tangan Caca.
Nesa tambah cemburu saat melihat Caca di perlakukan Brayen seperti itu. Nesa berkata, " Awas aja pasti gua bales," gumam Nesa. Akhirnya Nesa pergi menuju tempat ruang panitia.
Kemudian Rendi berkata, "Ca selamat,ya." Mendengar perkataan Rendi Caca sontak kaget karena Rendi ternyata sudah tahu.
__ADS_1
Seketika Caca memeluk Rendi. Kemudian Caca berkata, "Makasih," ucap Caca. Karena tangan Rendi sedang terluka, Rendi merasa pelukan Caca tadi mengakibatkan tangan nya sakit.
Rendi meringis kesakitan. Sontak Caca kaget pada saat perban yang di tangan Rendi hampir terbuka. Kemudian Caca memegang tangan Rendi lalu dibenarkan nya perban luka Rendi. Setelah itu Rendi melihat wajah Caca yang panik dia hanya dapat tersenyum kecil karena luka nya kembali sakit.
"Sudah jangan banyak gerak nanti lukanya kembali terbuka."
Kemudian Rendi menuruti ucapan Caca. Tidak lama dari itu acara pembagian hadiah akan di mulai. Sebelum nya pihak sekolah Brayen meminta maaf atas kejadian kemarin.
Pada saat pembagian hadiah di mulai nama Rendi di sebutkan deluan. Karena Rendi mendapatkan juara tiga. Caca berkata, "Wah, selamat ren," ucap Caca. Kemudian Rendi maju dengan tangan yang di perban dan mengambil piala dan sertifikat.
__ADS_1
Setelah itu pihak sekolah Brayen memanggil nama Caca dan Brayen. Mereka berdua maju ke depan. Karena nilai mereka sama akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk mengadakan pertanyaan cepat.
Setelah di jelaskan oleh pihak sekolah Caca dan Brayen mengerti peraturan nya. Pertandingan dimulai. Kini wajah Caca dan Brayen sangat serius. Sedangkan Deni diam diam memotret mereka berdua dari kejauhan.