Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Fans Fanatik


__ADS_3

Sedangkan Brayen kini di sekolah baru nya banyak sekali teman. Dia populer termasuk anak populer di sekolah nya.


Brayen termasuk siswi yang pintar dan dapat di katakan jenius. Di umur yang sekarang Brayen sudah dapat membuat suatu alat pelindung diri walaupun alat tersebut belum sempurna benar.


Fans Brayen sangat banyak terutama kaum wanita. Sampai sampai di laci sekolah nya itu terdapat banyak surat dan bingkisan.


Namun saat Brayen tidak memperdulikan siapa yang ngasih bingkisan tersebut dia hanya menerima nya dan lalu dimakan nya saja.


Brayen pikir lumayan untuk makan cemilan agar tidak pergi ke kantin.


Saat ini hari minggu Brayen dan Deni sedang pergi jalan jalan di suatu mall yang ada di Kalimantan.


Mereka kali ini hanya membawa sedikit pengawal.


Saat mereka sedang membeli suatu barang di mall tersebut ada seseorang yang berteriak dan orang itu menunjuk ke arah Brayen dan Deni.


"Aaaa itu kan Brayen Lavendra dan sahabat nya anak dari perusahaan terkenal," ucap orang itu.


Lalu tiba tiba saja banyak orang yang datang karena mendengar teriakkan orang itu.


"Ah ray kok jadi begini," ucap Deni.


"Mana gua tau den," ucap Brayen yang kebingungan.


Situasi mulai tidak kondusif orang orang banyak mengerumuni mereka.


"Den lo panggil penjaga cepat," ucap Brayen.


"Gak bisa den ini orang banyak banget," ucap Deni.


"Hmmm kalo begitu kita laru den," bisik Brayen.


"Hmm ok siap," ucap Deni.


"Satu dua tiga," ucap Brayen pelan.


Mereka akhirnya Kabur ke arah tempat penjaga mereka berkumpul.


"Pak tolong," ucap Brayen dari kejauhan.


Penjaga Brayen saat melihat Brayen dan Deni sedang berlari dan melihat tuan nya itu dikejar oleh fans fanatik.


Penjaga tersebut langsung menghadang mereka.


"Aaa Brayen gua," ucap salah satu fans fanatik mereka.

__ADS_1


"Deni aaa kamu ganteng banget," ucap mereka lagi.


Brayen dan deni hanya bergidik ngeri melihat mereka yang seperti ingin memakan Deni dan Brayen.


Kemudian mereka cepat cepat pergi dari mall tersebut.


"Huh males banget gua sama fans fanatik," ucap Brayen.


"Iya untung kita gak di cakar cakar sama mereka," ucap Deni.


Saat di mobil Deni dan Brayen tidak tahu mereka akan pergi kemana lagi.


"Wait ray ayah nelepon," ucap Deni.


"Hmm angkat," ucap Brayen.


Deni mengangkat telepon dari ayah.


"Halo yah," ucap Deni.


"Iya halo ini Deni ya?" tanya Kenzo.


"Hmm iya yah, Brayen sedang menyetir yah," ucap Deni.


"Kalian cepat ke perusahaan ayah sama bunda ada yang akan dia kami bicarakan ke kalian," ucap Kenzo.


"Ayah tutup ya nak," ucap Kenzo.


"Ok yah," ucap Deni.


Deni langsung melihat ke arah Brayen.


"Ray seperti nya kita harus pergi ke perusahaan," ucap Deni.


"Ayah yang menyuruh?" tanya Brayen.


"Hmm iya," ucap Deni.


Brayen hanya terdiam dan langsung mengarahkan mobil nya ke perusahaan.


Taklama kemudian mereka sampai di perusahaan milik ayah dan bunda nya itu.


Deni dan Brayen masuk ke dalam dan mereka di sambut oleh karyawan ayah nya.


Tuan Brayen dan tuan Deni ucap salah satu karyawan nya itu.

__ADS_1


"Dimana ayah sama bunda?"tanya Brayen.


"Nyonya dan tuan ada di dalam den," ucap karyawan tersebut.


"Hmm baiklah," ucap Deni.


Setelah itu mereka langsung pergi ke dalam dan langsung keruangan ayah dan bunda.


Sebelum itu mereka harus membuka kata sandi ruangan yang ada didalam dengan menggunakan wajah milik mereka.


"Ah ray males banget gua," ucap Deni.


"Sudahlah," ucap Brayen.


Lalu mereka masuk kedalam ruangan ayah dan bunda nya itu.


"Hei anak anak bunda," ucap Milen.


"Ada apa Bun?" tanya Brayen sambil menuju ke sofa.


"Tadi bunda mendengar kalian dikejar oleh fans fanatik," ucap Milen.


"Apakah kalian tidak apa apa?" tanya Kenzo.


"Iya yah iya bun tadi Deni dan Brayen dikejar oleh fans fanatik," ucap Deni


"Iya tapi syukurlah kami tidak apa apa," ucap Brayen.


"Oke jika begitu," ucap Kenzo.


Ayah dan bunda nya tiba tiba memberikan sebuah kertas.


"Nak ayah tahu kamu bisa melakukan nya," ucap Kenzo.


Brayen terkejut saat melihat yang di pegang oleh nya itu data musuh dalam selimut perusahaan milik ayah nya.


"Kalian harus menjadi mata mata untuk sementara," ucap Milen.


"Bagaimana kami dapat mencari informasi mereka?" tanya Brayen.


"Kalian hanya perlu mengawasi perusahaan mereka sering sekali ke perusahaan ayah sama bunda," ucap Kenzo.


"Kapan kami dapat melakukan nya?" tanya Deni.


"Kapan saja," ucap Milen.

__ADS_1


"Hmmm baiklah," ucap Deni dan Brayen yang saling menatap.


__ADS_2