Caca Dan Brayen

Caca Dan Brayen
Rasa Khawatir


__ADS_3

Malam yang sangatlah dingin. Caca kini sedang berbaring lemah diatas kasur hotel. Keadaan Caca kini sedang lemas. Caca hanya berharap agar ada yang segera menyelamatkan dirinya.


"Ah perutku sakit sekali! Semua ini gara-gara Zekri calon anakku hilang dan kini tubuhku lemas!"


Caca sangatlah kesal. Caca tidak henti-hentinya menangis karena kini calon bayinya telah tiada. Zekri tiba-tiba saja masuk dengan membawa makanan untuk Caca.


"Kau makanlah ini jangan menyusahkan diriku."


"Aku tidak ingin makan pemberian dari orang gila yang telah merenggut calon bayiku!"


Tanpa basa-basi Zekri langsung menghampiri Caca dan kembali menjambak rambut Caca. Caca yang kembali menahan rasa sakit dari jambakan rambut yang diberikan oleh Zekri.


"Zekri kepalaku sakit jangan seperti itu lepaskan jambakan yang kau berikan!"


"Kau makan jangan tidak makan!"


Akhirnya Caca mengangguk dan mengambil makanan yang telah diberikan oleh Zekri. Setelah itu Zekri langsung meninggalkan Caca dan kembali lagi mengunci pintu kamar Caca.


Kemudian Zekri membuka handphonenya dan mengirimkan beberapa gambar keadaan Caca ke Brayen.


Kini Brayen telah berada di bandara Brayen sekeluarga sedang menunggu pesawat. Setelah itu Brayen melihat terdapat notifikasi dari nomor yang tidak dikenal. Kemudian Brayen membukanya dan melihat beberapa gambar keadaan Caca.


"Astaga Deni istri gua den!"


Sontak Deni langsung melihat apa yang telah dikirimkan oleh nomor itu ke Brayen. Deni melihat bahwa calon keponakannya kini telah direnggut oleh orang yang mengirimkan pesan tersebut.


"Ray lo tahu Caca ternyata sedang hamil dan kini calon keponakan gua udah tidak ada,Ray."


"Tidak mungkin calon anak gua den," ucap Brayen menangis.


Milen dan Kenzo yang melihat Brayen sedang menangis dengan histeris langsung menghampiri mereka berdua.


"Ada apa ini?"


"Bunda calon cucu bunda telah tiada bunda!"


"Astaga kamu tahu dari mana sayang?"


"Ini bunda, bunda lihat orang jahat ini telah menggugurkan calon cucu bunda!" ucap Deni kesal.


Milen dan Kenzo langsung melihat semua foto yang telah dikirimkan oleh Zekri. Sontak Kenzo melihat keadaan menantunya. Darah Kenzo menjadi naik saat melihat foto menantunya tersebut.


"Baiklah aku akan menyuruh Guntur untuk menyelidiki ini."


"Tidak bisa dibiarkan yah sebaiknya ayah menelpon Guntur sekarang!"

__ADS_1


Kenzo langsung menghubungi Guntur. Saat dihubungi Guntur mengangkat telepon dari Kenzo.


"Halo pak?"


"Guntur tolong ini Caca diculik!"


"Iya pak kami sedang menuju tempat non Caca pak, bapak Justin tadi telah bilang ke saya."


Kemudian tepat selesai menelpon pesawat Brayen telah siap dan kini mereka siap menuju ke Jakarta.


Guntur beserta orang suruhannya kini sedang menuju tempat Caca sedang disekap. Mereka melakukan tugas ini berusaha agar tidak ada yang terluka. Kini mereka telah sampai ditempat Caca disekap.


"Ayo kita masuk dan jangan bikin kegaduhan disini!"


"Baiklah tuan!"


Seluruh orang suruhan Guntur masuk dan menyebar keseluruh ruangan hotel. Zekri pada saat itu sedang menelepon mobilnya karena kini mereka akan pergi ke bandara dan Caca akan dibawa keluar negeri bersama seseorang yang telah diminta Cantika.


Tiba-tiba Zekri tidak sengaja melihat Guntur yang sedang menuju kearahnya. Sontak Zekri langsung menuju kekamar Caca. Kini Zekri berlari dengan cepat agar dirinya tidak tertangkap.


Tidaklama dari itu akhirnya Zekri telah sampai di kamar Caca dan segera menggendong Caca menuju kearah luar hotel.


"Zekri lepaskan gua!"


"Lo kalo tidak diam gua akan lempar lo dari tangga ini!"


"Ayo cepat periksa seluruh ruangan hotel yang ada disini!"


Kemudian Guntur melihat jalan menuju tangga darurat terbuka. "Sial ayo keluar semua!" teriak Guntur yang langsung berlari kearah keluar.


Setelah itu Guntur langsung melihat Caca dibawa oleh seseorang yang Guntur kira itu adalah Zekri. Namun Zekri telah terlanjur pergi menggunakan mobil.


Guntur beserta orang suruhannya langsung mengambil motor dan mobil yang mereka bawa dan mengejar mobil yang membawa nonanya tersebut.


"Semuanya berpencar jangan sampai tidak tertangkap," ucap Guntur dari monitornya.


Setelah itu Zekri yang sengaja memarkirian mobilnya dikrumunan mobil-mobil besar kini hanya dapat tersenyum senang.


"Dasar orang bodoh kalian terlalu bodoh untuk menangkap aku."


Caca yang dari tadi pingsan akibat bius yang disuntikkan Zekri ketubuh Caca. Kemudian Zekri melanjutkan perjalannya menuju bandara.


Tidak lama kemudian kini Zekri dan Caca memasuki bandara setelah itu Zekri melihat orang yang akan membawa Caca sudah menunggu.


"Yo bro."

__ADS_1


"Lama banget sudah gua tunggu dari jam berapa lo!"


"Santai ini bro yang Cantika bilang."


"Cantik juga ini anak, hmm oke gua akan bawa dia ke negara x."


Kementerian Zekri memberikan Caca ke Reno setelah itu Zekri pergi meninggalkan Caca bersama Reno dibandara. Reno yang melihat Caca terbesit rasa kasihan dihatinya.


"Kalo bukan karena hutang mama dan papa aku tidak akan melakukan ini."


Brayen dan Deni beserta ayah dan bundanya kini telah berada di bandara. Mereka kini sedang sangatlah terburu-buru. Namun pada saat diperjalanan Deni seperti melihat Caca yang sedang digendong oleh seseorang.


"Ray tunggu sepertinya itu Caca."


"Sudahlah den Caca tidak mungkin berada disini!"


Namun Deni tidak percaya karena dia kini benar-benar yakin jika itu Caca. Setelah itu Deni langsung mengikuti orang tersebut dan benar saja Deni melihat Caca sedang tertidur ditangan orang tersebut.


"Astaga benarkan itu Caca!" ucap Deni langsung berlari menghampiri Reno.


Deni yang berpura-pura akan membantu Reno kini Caca telah berada ditangan Deni karena kini Reno sangatlah bodoh untuk berhadapan dengan Deni yang licik.


"Kau tahu mengapa dia selalu tertidur?"


"Oh itu soalnya dia sedang sangatlah kelelahan," ucap Reno dengan santai.


Tidaklama dari itu terdengar suara seperti Rosa dan Rendi yang berada dibelakang Deni. Sontak Deni terkejut dan kini memundurkan tubuhnya perlahan.


Reno yang mengetahui dirinya sedang dikelabui oleh Deni kini terlihat marah. Kemudian Deni langsung menghampiri Rosa dan Rendi.


"Kalian tidak mungkin bisa pergi dari sini!"


"Oh ya kau yang terlalu bodoh telah berani-beraninya menculik Caca!" teriak Rosa.


Kemudian Reno menepuk tangannya dan seketika ada beberapa orang yang bertubuh besar menghadang tubuh mereka.


Brayen beserta orang tuanya yang melihat Caca sedang dalam bahaya kini langsung berlari dan menghampiri anak-anaknya itu. Kenzo yang belum sempat menelpon Guntur kini telah melihat Guntur telah sampai di bandara.


"Astaga untunglah Guntur cepat datang!"


"Ayo yah kita pergi kesana!"


"Ayah sama bunda sebaiknya menghubungi Papi dan mami agar mereka segera kesini!"


"Baiklah nak ayah dan bunda percaya terhadap kalian anak-anak pintar."

__ADS_1


Brayen yang mengangguk dan langsung menolong istrinya yang sedang pingsan itu.


__ADS_2