
Sedangkan Caca dan Rosa sedang membantu mami dan juga bibi nya.
Rosa hari ini minep di rumah Caca karena besok mereka akan pergi berlibur.
"Caca ambil stok sunscreen di lemari," ucap mami.
"Oke siap, mi."
"Rosa bantu,mami!" teriak mami.
"Eh iya mi,Bentar!" teriak Rosa dari ruang keluarga.
Rosa dan mami emang dekat bahkan mami sudah menganggap Rosa sebagai anak nya.
Tak lama itu handphone mami berdering.mami mengangkat handphone milik nya itu.
"Eghm halo," ucap mami.
"Selamat malam bu apakah ini orang tua dari Caca Amelia Jasmin?" tanya orang yang ada di telpon.
"Iya benar kenapa ya pak?" tanya mami penasaran.
"Begini bu saya wali kelas Caca Amelia Jasmin," ucap wali kelas Caca.
"Owalah wali kelas nya toh,kenapa pak?anak saya bandel ya pak?apa sering bolos?apa sering tidur di kelas?" tanya mami nya.
Rosa tertawa dengan pertanyaan pertanyaan mami itu dan selagi menelpon Caca pun datang dengan membawa sekotak sunscreen.
"Woy ca, tuh wali kelas kita lagi nelpon mami," ucap Rosa.
"Hah mampus gua sa, ih deg-degan gua sa," ucap Caca panik.
Rosa hanya tertawa melihat tingkah laku Caca itu.
"Begini bu jadi saya ingin menyampaikan hasil Caca,jadi hasil belajar Caca selama ini sangat bagus Bu,dia mendapat juara umum di sekolah nya nilai dia paling tinggi dari teman teman nya dan satu lagi bu ijazah nya sudah saya berikan dengan orang suruhan ibu," ucap panjang wali kelas Caca itu.
"Syukurlah makasih pak makasih atas didikan nya selama ini," ucap mami lega.
"Baik bu saya hanya ingin pesan dengan caca tingkatkan lagi bu kemampuannya Caca," ucap walikelas Caca.
"Baik pak trimakasih," ucap mami.
Setelah menelpon mami kembali lagi membereskan barang barang yang akan di bawah besok.
Caca saat melihat mami dengan wajah yang tidak bisa di tebak.
"Ros deg-degan," bisik Caca.
"Dah dah samperin mami sana ca, tanya kek mana hasil nya," ucap Rosa.
Caca pun menghampiri mami nya itu dengan gugup.
"Mi kek mana hasil nya mi?" tanya Caca.
"Ya gitu," ucap mami dengan menunjukan ekspresi yang tidak bisa di tebak.
__ADS_1
"Mi maaf kalo hasil nya gak memuaskan mami maaf," ucap Caca sambil menundukkan kepalanya.
Mami nya itu sengaja tidak memasang wajah senang atau pun sedih agar menjadi kejutan.
Papi dari tadi melihat tingkah anak dan istri nya itu papi hanya bisa diam karena papi saat ini ada di pihak mami.
Caca pun kembali lagi ke tempat duduk nya kemudian ia melanjutkan pekerjaannya itu.
Rosa sudah tau jika Caca juara umum jadi Rosa pun ada di pihak mami.
Setelah beres-beres packing mereka langsung menuju kamar mereka masing masing.
"Sa apa selama ini belajar gua kurang ya sa?" tanya Caca sedih.
"Enggak kok lo udah belajar bener bener giat," ucap Rosa.
"Sudah lah,besok kan mau liburan kita ca udah jangan sedih sedih lagi,"ucap Rosa.
Caca pun akhirnya memutuskan untuk membersihkan wajah nya di kamar mandi.
Setelah itu Caca mengerjakan rutinitas malam nya itu.
Dan Rosa ia sedang bersiap siap untuk maskeran.
"Ca bagi masker lo ya," ucap Rosa.
"Yooo eh iya sa ambilin masker gua juga ya yang green tea," ucap Caca.
"Oke siap bos," ucap Rosa .
"Eh buset nih anak dah sembuh," ucap Rosa.
"Wish iya dong dah sembuh lah gua"ucap Caca.
"Ca bagaimana lo dengan Brayen?" tanya Rosa.
"Mmm gitu deh gak peduli bodo amat lah gua gak peduli juga," ucap Caca kesal.
"Jangan gitu siapa tau jodoh loh," ucap Rosa.
"Dih najis amat gua jodoh sama,dia."
Rosa hanya menggeleng gelengkan kepala nya.
Sambil maskeran Caca memejamkan mata nya agar masker nya itu tidak retak ataupun pecah-pecah.
Rosa juga seperti itu ia sambil scroll media sosial nya dan tiba tiba ia melihat sebuah video yang bikin ketawa.
"Nih video bikin masker gua retak aja," gumam Rosa.
"Lebai lo," sahut Caca.
"Hi'ilih nih coba liat sendiri video nya pasti lo ngakak," ucap Rosa sambil menunjukan video tersebut.
"Mana sini gua liat," ucap Caca.
__ADS_1
Rosa menunjukkan video nya dan memutar video tersebut.
"Phuft ahaha," tawa Caca lepas.
"Inget cuy di muka lo ada masker," ucap Rosa.
"Eh iya dasar video kurang ajar," ucap Caca.
Caca langsung mengambil kaca kecil yang ada di kamar nya itu.
"Yah sa, masker gua retak," ucap Caca.
"Sudah lagi gak usah banyak ngomong lo tambah retak lagi nanti," ucap Rosa.
Mereka pun menunggu masker mereka itu kering.Taklama kemudian Caca pun membersihkan wajah nya dengan air di kamar mandi begitu pun Rosa.
"Ahhh muka gua seger," ucap Caca sambil menepuk-nepuk wajah nya.
"Iya wey,enak banget muka gua juga berasa lebih kinclong," ucap Rosa.
"Ayoklah tidur yok besok nanti ada kantong panda lagi," ucap Caca.
"Wah wah kek nya akhir akhir ini Lo lebih feminim deh, ca."
"Ahaha kek nya gua harus ngurangin sikap tomboi gua deh,cuy."
Mereka pun akhirnya menuju ke kasur dan kemudian mereka tertidur lelap.
****
Keesokan pagi nya di rumah Brayen.
Brayen sudah siap dia sudah berpakaian rapih sebelum pindah Brayen memutuskan untuk vid call dengan Deni
"Bro gua pindah ya hati-hati lo di sini," ucap Brayen.
"Ahaha bisaan aja nih bocah," ucap Deni.
"Jangan lupain gua ya ray," ucap Deni lagi dengan nada sedih.
"Iya lah woy gua pasti gak akan ngelupain lo kok lo sahabat baik yang gua kenal gua gak akan ngelupain jasa lo," ucap Brayen.
"Aaaa swett banget sih," canda Deni.
"Btw den ayah udah tau," ucap Brayen.
"Syukurlah,ayah lo udah tau," ucap Deni lega.
"Ih kok syukur sih,kan gua gak bisa nyamar lagi nih," ucap Brayen.
"Ray dengerin gua lo udah sma jangan kek gitu lagi. Banggain ayah bunda lo ray jangan kecewakan mereka dan jangann lupa jangan sombong," ucap Deni.
"Iya woy gua pasti selalu inget omongan lo kita ketemu nanti di saat udah kerja see you den," ucap Brayen sambil mematikan handphone nya.
"Ugh see you too Brayen lavendra," ucap Deni.
__ADS_1
......................